
Kediaman Keluarga Wijaya
“Kamu dari mana saja Noah? Apa kamu sudah lupa mana satu waktunya rehat? Papi udah bilang sama kamu, waktu rehatnya harus kamu rehat! Kalau waktu kamu kerja harusnya kerja. Gimana sih kamu!” Itula Fitri Gunawan Wijaya. Sikapnya sungguh tegas. Dia ngak suka kalau anak-anaknya pulang telat malam. Itu udah menjadi aturan.
Dari usia anaknya kecil dia sudah mendidik, betapa pentingnya waktu. Sebagai manusia harus menghargai serta mengetahui maksud kejadiaan alam. Siang tuhan menjadikan agar manusia melakukan kerja . Waktu malam pula tuhan menjadikan untuk beristirahat. Dan kini ia mahu mendidik anak-anaknya lebih menghargai waktu selagi mereka masih dibawah pandangannya.
“Ya pi. Aku naik ke kamar dulu.”
“Bentar.” Suruhan papinya membuatkan Noah menghentikan kakinya. Ia sudah capek, malah terus aja diomelin! Nyesal aku pergi ke club. “Papi mau ngomong sama kamu. Duduk.” Noah hanya menururi perintah papi.
“Esok kamu bakal berangkat ke Singapore untuk urusan kerja kita. Cabang kita disana lagi masalah. Udah beres semuanya baru kamu pulang ke sini. Papi udah nyuruh pembantu beresin semua keperluan kamu. Mr Gilbert akan ngurus kamu bila tiba di sana. Penerbangan kamu jam 9 pagi. Naikla.. berehat.”
__ADS_1
Ketika itu detak jantung Fitri Noah terasa terhenti. Apa ini canda atau mimpi? Ini kejutan apa sih!!!! Aku ngak terima!
“Kamu ngak perlu kok nunjuk muka gaya gitu. Papi mau naik duluan. Ingat besok kamu harus bersiap. Supir akan mengantar kamu ke lapangan. Jangan telat!” Tanpa terus menunggu aku terus menuju ke kamar langsung ke kamar mandi. Tanpa menukar pakaian water shower terus membasahi tubuhnya.
Setelah selesai mandinya ia hanya menyarungkan jubah mandi yg udah tersedia. Rambutnya dikeringkan sama kain kecil lalu dia mencampakk tepat ke bakul kotor. Tubuhnya yang lelah terus dicampakkan ke kasur. Ia penat memikir.
Kalau keberangkatan ke Singapore pada esok hari, gimana aku harus melihat Rina? Apa aku perlu mengupah orang bawahannya seperti biasa aku lakukan? Gimana juga kalau ada yang cuba dekati wanita itu?!
Tok tok!!
__ADS_1
“Sayang...” Wajah seorang wanita cantik setengah abad dibalik pintu. Tubuh Noah tegak dari baringnya tadi. Secalit senyuman diberikan oleh Noah.
“Apa kamu lagi sibuk?” Geleng kepala si Noah “Mama mau lihat kamu saja, mama mau lepas rindu mama sebelum kamu berangkat.” Pipi so Noah diusap lembut
Itulah sifat Krisna Triwat, begitu lembut dan penyayang walaupun mukanya kelihatan disebaliknya.
“Mama...” Suara manja Noah kedengaran. Kepalanya udah dipundak mamanya. “Mama bisa ngak lamar Rina buat Noah? Noah mahu Rina jadi isteriku.”
“Apa?!!” Terus tubuh wanita itu dibanguin. Wajah anak lelakinya ditenum dalam. “Kamu serious? Apa kamu pasti? Kamu tahu yang Rina itu udah ngak ada hati sama mana-mana cowok sekalipun selepas suaminya meninggal? Apa kamu mahu pinangan kamu ditolak? Mau letak mana muka mama sama papi? Kamu tahukan, bunda Rina selalu ngomong yang dia sering sedih melihat Rina yang masih saja ingatin suaminya? Rina itu hampir gila, Noah. Gimana kamu mau buat dia jatuh cinta sama kamu?!”
“Tapi aku cinta sama Rina udah lama ma...”
__ADS_1
“Cinta kamu ngak bakal berhasil kalau kamu saja cinta sama dia. Dia juga harus cinta kamu, Noah! Mama ngak mau lihatin kamu sedih. Cariin yang lain aja... Masih banyak wanita yang suka sama kamu. Single, perawan lagi!”
“Ma!!! Aku ngak kisah kok perawan apa ngak! Aku cuma maunya Rina! Please deh ma...”