
Maaf yaaaaa lama udah ngak update!!!!! Lanjut yukkk
.
.
.
.
.
.
.
Satu bulan kemudian….
Selepas satu bulan kali terakhir aku ke panti asuhan, aku kembali disibukkan dengan kerja yang menantiku. Aku telah diterbangkan ke Malaysia atas urusan kerja perusahaan ayah Sheng.
Di sini aku bukan saja mengurus perusahaan, aku juga harus melancarkan bahasa mandarin sama bahasa malaysia. Walaupun bahasanya ngak jauh sama bahasa indonesia, ia lumayanla pusing juga. Hihihihihi.
Aku sendiri juga ngak dapat membaca fikiran si ayah yang mengarahkan aku melancarkan bahasa-bahasa ini semua. Cuma dia bilang bahasa itu penting, ayah juga bilang aku harus mempelajari beberapa bahasa asing sepertinya ketika muda. Ia mahu aku ngak mudah dibohong sama orang.
Ia aku ikuti ajala.
Tuk!!! Tuk!!!
__ADS_1
Satu tubuh wanita yang berhijab memasuki ruangan.
“Ia, Kak Mila? Kenapa?”
“Hari ini Puan akan ada pertemuan dengan syarikat besar dari Indonesia mengenai usahasama bersama?”
“Usahasama?”
“Join venture? Partnership?”
“Ohhh, wokey Kak Mila. Ada apa lagi yang harus saya ingat?” Kak Mila mula melihag kembali catatannya. “Oh ya Kak Mila, sebelum aku lupa. Maaf… saya lupa, boleh tidak akak menempah satu tiket penerbangan ke Jakarta pada hari Senin. Maaf Isnin.” Ya aku selalu aku terbalik-balik! Pusing aku.
“Boleh puan. Ada apa- apa lagi?”
“Tidak.”
“Baikla, jangan lupa ya Puan. Jam 1 petang harus berada di Hotel Shenliton.”
“Iya.” Kok waktu lunch sih!!!! Aku ngak suka waktu rehatku diambil!
“Apa Kak Mila lupa?”
“Maaf Puan, Tan Sri Sheng yang mengatakan seperti itu, saya hanya mengikut arahan.” Ayah yang menguruskan perjumpaan ini? Siapa sih yang ingin berurusan ini?
“Baikla, terima kasih ya kak”
“Sama-sama. Saya keluar dahulu, oh ya ini ada beberapa novel bahasa melayu dan bahasa cina yang puan minta.”
__ADS_1
Kak Mila meletakkan novel tersebut diatas meja kerja dan terus keluar dari ruanganku
Disatu tempat yang lain
Fitri Noah baru sahaja berendam dikamar mandi selepas menerbangannya dari Rusia ke Malaysia. Hari ini adalah hari yang dinantikan.
Setelah hampir satu purnama dia mencuba memberi kepercayaan penuh kepada mami sama papinya untuk berurusan sama orang tua Riskinrina. Dia ngak nyangka mereka menyetujui hasratnya.
Dan kini, inila saatnya. Ia akan memastikan wanitanya ikut kembali ke Indonesia. Dia harus membawa pulang wanita itu dan dijadikan isteri! Harus! Gimana caranya mesti harus ngak harus ngak bisa!!! Jika cara murni ngak berhasil, cara kotor ia akan lakukan!
“Aku akan membuatkan kau menjadi isteriku!”
Calling📲📲📲
“Assalamualaikum, udah nyampai?”
“Udah om. Hotelnya nyaman sekali, aku suka.” Sambil itu Fitri Noah melabuhkan punggungnya ke kasur.
“Syukurla. Om udah nganturkan perjumpaan kamu atas urusan kerja. Semoga kamu berhasil meyakinkannya.”
“Om usah khawatir, pasti ditanggung beres!” Beberapa ketawa kedengaran jelas
“Ingat Noah, dia satu-satunya puteri om! Kalau kamu sampai berani membuat dia menangis, akan om kasi tongkat sakti mu ke buaya! Ingat itu!”
“Om apa sih! Masa dikasi sama buaya, kalau dikasi sama buaya gimana om mau dapat cucunya? Om tenang aja, aku janji sama om aku akan menjaga dan mencintainua seperti nyawaku!”
__ADS_1
“Baikla, om percaya sama kamu. Baikla, om tutup dulu. Apa-apa kamu bisa call om nantinya!”
“Baik om.” Seketika Fitri Noah menghembus nafas kasarnya. Maaf om aku ngak bisa janji kalau dia ngak menangis, tapi aku janji yang akan mencintainya seumur hidupku.