Isteri Yang Dikejar

Isteri Yang Dikejar
Episode 16


__ADS_3

Dengan langkah kaki yang perlahan, jantungku berdegup kencang! Untuk pertama kalinya aku naik ke pentas menunjukkan wajahku dan juga yang pertama kalinya sebagai Riskinrina Lee, puteri Sheng Lee sama Riana Budiwara sekaligus pewaris tunggal kedua pengusaha terkemuka di Asia.


“Hai, thank you for coming at this night. I’m so thankful to god, my parents and you guys for accepting me in this world. My name is Riskinrina Lee and start from tomorrow i’ll be COO in SL Company. And i hope i can doing my best as COO SL Company and Budiwara Legation. Thank you.”



Nafasku dilepaskan terus melangkah menghampiri bunda sama ayah. Memeluk mereka dengan penuh sayang.


“Selamat sayang, bunda percaya sama kamu.”


“Ayah pun sama sayang. Ayah doakan kamu berjaya dengan apa yang kamu pengen lakukan. Take this as a challenge, dont be scares if anything happen.”


“Terima kasih bunda, ayah.” Mataku kini melihat semua mata-mata lagi memerhatikan aku. Ada juga yang mengambil foto kami dipentas.


“Halloo, hallooooo.” Suara pengacara majlis yang muncul telah mengalih perhatian mereka kembali.


“Lagi terpukau ya? Ia dong, nona Riskinrina Lee sungguh cantik gaya bidadari. Barang kali ini ya punca Tuan Sheng Lee sangat menjaga puterinya sehingga malam ini baru ditontonkan anaknya pada umum. Sungguh luar biasa cantiknya! Apa nona Riskinrina Lee sudah ada yang punya?”


Apaan sih! Sibuk bangat ini orang.

__ADS_1


Aku mengiyakan dengan mengangguk kepalaku.


“Bertuah banget calon suaminya nona Riskinrina! Udah cantik, bijak, kelulusan luar negara, kaya.. uishh banyak deh! Betul ngak?”


“Betul!!!!” Teriakan itu bergema membuatkan aku malu. Terus aku melangkah ke belakang menutupi wajah sama tubuhku dibelakang ayah.


“Ayah... Rina malu ayah.”


“Tidak apa-apa. Anggap ini sebagai hiburan sayang.”


“Udah-udah. Nona Riskinrina udah malu tu. Mari kita lanjutin acara yang seterusnya ia. Bapak-bapak sama ibu-ibu bisa menjamu seleranya.”


Udah lama ngak berjalan seperti ini. Aku jadi kangen waktu kecilku. Indahnya waktu itu, ketika kami masih di Malaysia.


“Selamat ya Rina.”


“Terima kasih Om, Tante.” Aku tersenyum memandang wajah kedua orang tua Krisna.


“Kalian ngak mau makan? Mari bersama kami, lagian aku udah lama ngak ngobrol sama kalian.” Ajaknya Sheng Lee diterima terus oleh mereka.

__ADS_1


“Kakak!” Tanganku ditarik okeh Krisna. Nasib aku ngak tersungkur kerna tarikan itu. Sakit kakiku!


“Apa? Kamu kenapa sih? Sakit tau! Kalau patah heels nya gimana?”


“Sorry deh kak. Aku mau ngomong, kalau Kak Noah ngak suka kakak makai gaun ini! Katanya seksi, ngak cocok sama kakak. Dia mau kakak tukar. Maaf ya kak, aku pun ngak ngerti. Kenapa juga Kak Noah negur pakaian kakak. Lagian kakak ngak ada hubungan sama Kak Noah.”


Ada apa sama gaunku. Seksi? Masa sih! Biasa aja sih, ngak ada yg colok!


“Dimana dia?”


“Singapore.”


“Kok dia tahu kalau kakak lagi makai apa?”


“Ada orang ngambil foto kakak ditunjukkin sama Kak Noah disana.”


Gila ini orang. Apa dia lagi ikutin aku?!


“Kata pada kakak kamu, ngak usah sok perhati sama kakak. Kakak ngak suka! Ingatin dia, hubungan aku sama dia hanya tertangga, ngak lebih. Kalau dia macam-macam lagi, kakak akan ngomong sama Om apa yang dia lakukan ke kakak, tempoh hari.”

__ADS_1


Tanpa pamitan aku terus meninggalkan Krisna yang udah terpaku


__ADS_2