Isteri Yang Dikejar

Isteri Yang Dikejar
Episode 23


__ADS_3

“Sayang... Rina..”


“Ya bunda”



“Udah siap? Ayo makan sama bunda dan ayah.”


“Baik bunda.”


Riskinrina menuruni langkahnya ke ruang makan. Ruang makan yang menempatkan bunda sama ayahnya yang sedang menunggunya. Dia mengambil tempat bersebelahan ayahnya dan berhadapan bundanya itu.


“Kok kamu ngak makai baju kantor sayang? Kamu mahu kemana?”


“Aku ada urusan dipanti ayah. Udah selesai baru aku langsung ke kantor. Udah lama aku ngak kesana. Ibu Nur bilang anak-anak kangen sama aku.”


Sheng Lee dan Riana Budiwara hanya tersenyum dengan ucapan anaknya. Panti asuhan yang ditubuhkan oleh anaknya. Panti asuhan itu adalah kerja pertama yang dilakukan oleh Rina setelah sembuh.


“Kirim salam bunda sama ibu Nur ya.”


“Baik bunda.”


Mereka makan dengan diam sebelum kedengaran bunyi lagaan besi sama meja kayu. Sheng Lee udah selesai makan. Dan memandang wajah anaknya seketika. Nafas ditarik dan dihembus dengan perlahan. Seperti mencari ketenangan

__ADS_1


“Rina...”


“Ya ayah...”


“Ayah udah mencarikan beberapa calon buat kamu. Ada kah kamu mau bertemu mereka? Mereka dari golongan yang terpandang, mempunyai pendidikan yang bagus dan paling penting mereka mempunyai keperibadian yang baik untuk kamu.”


Riskinrina menghela nafasnya. Dia ngak suka akan tajuk itu. Tapi dia ingin membahagiakan bunda dan ayahnya. Dia perlu merelakan perasaannya demi kebahagian itu.


“Ayah aturkan saja. Aku ngak kisah, aku percaya sama pilihan ayah.”


Riana memandang wajah anaknya yang udah berubah. Tangan anaknya dipegang lembut. Riana tersenyum.


“Kamu bisa menolak kalau kamu ngak suka. Ayah sama bunda ngak melarang.”


“Ngak apa bunda.” Tangan bundanya dipegang dan memberi keyakinan akan keputusannya.


“Ayah...” Riana memandang wajah si suami. Si suami turut memandang sayu seperti memahami keadaan anaknya kini. Tapi dia melakukan demi kebahagian puteri mereka. Mereka ngak sanggup melihat penderitaan anaknya itu. Andai saja suatu hari mereka tiada, siapa mahu menjaga anaknya itu? Dunia ini penuh kekejaman, dan Rina perlukan sosok perlindung


“Ayah sama bunda ngak perlu cemaskan Rina. Asalkan kalian bahagia, Rina turut bahagia. Rina hanya mahu melihat kalian bahagia. Rina akan lakukan apa pun demi kalian” Rina tersenyum dan menyembunyikan kesedihan yang ada.


“Terima kasih sayang. Bunda sayang sama kamu.”


“Rina juga bunda, sayang banget.” Lagi-lagi dua wanita itu tersenyum menyerlahkan lesung pipi mereka.

__ADS_1


Herm herm


Sheng Lee berdeham dan pura-pura memperbetulkan jam tangannya.


“Kami sayang kamu ayah.” Serentak suara itu kedengaran dan terus menghamburkan wajah mereka ke wajah Sheng Lee.


Sheng Lee mengusap lembut dua wajah itu lalu memberikan ciuman hangat pada wajah itu.


“Terima kasih. Ayah sayang kalian, berbahagiala. Jika kalian bahagia, ayah turut bahagia.”


Keluarga kecil itu sungguh bahagia. Kebahagiaan yang hanya mereka rasakan. Setelah apa mereka lalui, kebahagian ini sahaja yang mereka mahukan.


“Maaf Tuan...” Seseorang memanggil. Mereka merungkai satu sama lain lalu memandang ke arah suara itu.


“Ada yang datang. Dia mencari Tuan.”


“Silakan dia masuk.”


Riana dan Rina kembali duduk di tempat mereka. Riana dan Rina kembali menyambung makanan mereka yang belum habis.


Sheng Lee menunggu sambil membaca koran.


“Assalamualaikum ayah, bunda, mei mei.”

__ADS_1


Mereka bertiga berhenti dari perbuatan mereka. Kaku dan terdiam sebelum mengalihkan pandangan.


Seorang laki-laki.


__ADS_2