
“Aku harus kelihatan tampan!” Ucapan itu terus berputar. Fitri Noah seperti kerasukkan setan. Ngak pernah dia seperti ini. Gini ya jadinya kalau mau ngejar cewek!
Riskinrina Lee kamu beruntung kerna aku yang ngejar kamu. Bahkan diluar sana beratur yang ingin mendampingiku bisik hatinya. Sungguh dia ngak pernah merasa stress seperti ini. Hanya memilih baju sahaja dia sudah pusing!
Tut..tut
✉️ Fia:Kak kami pergi dulu ya, jumpa di Mall xx. Keburuan ini!! Tata kakak gantengku, aku sayang sama kakak😘😘😘
“Sial! Kamu tunggu sahaja Fia Krisna! Kamu lagi main sama aku, kakakmu!” Lava kemarahan Fitri Noah mendidih.
—-Mall
__ADS_1
Fia Krisna dan Riskinrina Lee berjalan dengan keadaan sulam tangan. Wajah kedua-dua gadis itu begitu ceria sesudah sampai di mall.
“Apa Kak Noah ngak bakalan marah sama kita?”
“Ngak kok! Tenang aja, kan ada aku kak.” Yakin! Sebegitu yakin Fia Krisna. Wajah Fia Krisna ngak bisa digambarkan dengan kata-kata. Ia begitu gembira ketika ini.
Tangan Riskinrina Lee ditarik menuju ke sebuah butik yang mempamerkan jenama terkemuka dunia Louis Vuitton. Begitu banyak koleksi terbaharu yang begitu menarik kedua mereka. Sehingga genggaman tangan mereka terlepas begitu sahaja. Seorang ke utara, seorang lagi ke selatan.
Tapi ketibaan mereka berdua telah menjadi pusat pemerhatian semua warga toko tersebut terutama Riskinrina Lee. Toko tersebut menjadi kecoh dengan kedatangan pewaris tunggal itu. Ada juga yang mengambil photo tetapi dihalangi oleh pegawai berjubah hitam. Riskinrina Lee yang lagi ngak menyedari keadaan tersebut begitu teruja dengan koleksi terbaru yang terpaper didalam rak kaca.
Aktiviti ini sudah lama bunda pratikkan sehingga aku turut mengikutinya. Terkadang barang lelongan menjadi lebih mahal dari harga belian. Ini kerna, setiap lelongan koleksi bunda ada peminat tersendiri. Mereka sanggup mengeluarkan sejumlah wang yang besar untuk mendapatkan koleksi bunda. Apa yang aku menyukai aktivitas ini, hasil lelongan akan disumbangkan kepada yayasan yang dibina bunda untuk para ibu tunggal di seluruh indonesia.
__ADS_1
“Kak! Aku mau yang itu dong! Warnanya bagus sekali.”
“Ia, kamu minta saja sama pegawainya. Kakak mau lihat-lihat lagi ini.” Aku terus berjalan menghampiri setiap koleksi yang ada.
“Give me this pattern also and other colour... hurmm.. okey this one.” Aku menunjukkan koleksi berwarna merah yang sama jenis warna hitam tapi berbeza warna. Aku ngak bakal lupa untuk membeli koleksi warna merah. Aku terlampau gila warna merah!
Pria yang bersama sarung tangan hitam sudah siap mengambil semua pesananku. Dengan teliti dia mengambilnya lalu diletakkan pada meja kaca yang beralas sama kain putih.
__ADS_1
“Fia, apa kamu cuma mau satu saja? Ngak mau yang lainnya. Ayola, pilih juga yang lainya. Ada banyak sekali pilihan yang kamu bisa ambil. Hargannya ngak papa, kakak ngak kisah kok. Pilih aja.”
“Ngak mau kak. Satu udah cukup, aku ngak suka kalau beli kebanyakkan. Ngak terpakai kok.” Dengan yakin Fia Krisna berkata.