Isteri Yang Dikejar

Isteri Yang Dikejar
Episode 11


__ADS_3

Kediaman Sheng Lee


“Kak, sila diminum. Maaf udah buat kakak nunggu aku.” Riskinrina udah mengambil tempatnya disebelah pria itu.


Alexender Wijaya membalas senyuman itu. Ngak nyangka dia bisa menjumpai gadis itu secepat ini. Dalam kiraan detik bayangan teman rapatnya kini muncul dibayangannya.


- Amsterdam Lima tahun dahulu


“Bro, maafin ya. Apa kamu udah lama nunggu aku?” Kerusi dihadapan lelaki itu ditarik. Baim Ariyo hanya menggelengkan kepalanya. Salahnya dia juga kerna menyuruh temannya datang secara tiba-tiba


Baim Ariyo menatap wajah lelaki itu dengan wajah sayu. Alexender Wijaya yang sudah sangat memahami temannya itu turut melihat wajah temannya itu. Dari matanya kelihatan sayu. Udah kenapa wajah Baim Ariyo sesedih ini? Setahunya lelaki itu akan berkahwin beberapa hari lagi.


“Kamu kenapa,bro? Lagi galau ya?” Hembusan dilepaskan oleh temannya. Jelas lelaki itu menyembunyikan sesuatu


“Jika aku mau minta tolong sama kamu, kamu mau ngak tolong aku?”


“Apa? Ngomong aja, ngak perlu segan kok sama aku. Kitakan saudara, tenang aja.”


“Aku lagi khawatir sama Rina. Aku selalu mikir kalau andainya aku udah ngak ada didunia, apakah ia akan baik-baik sahaja. Kamu tahukan, aku sangat cinta sama dia? Aku sanggup lakukan apa saja demi dia. Kalau aku pergi dulu, siapa mau ada untuk jaga dia.”

__ADS_1


Alexender terdiam seperti terkunci oleh kata-kata. Kenapa temannya ngomong seperti itu?


“Alex, berjanji sama aku. Janjila kamu akan temaninnya dan menjaganya ketika aku udah ngak ada. Kalau kamu cinta sama dia, aku ngak kisah kok. Asal dia bahagia... Aku...”


“Apa kamu udah gila Baim! Apa kamu tega pergi tinggalkan dia bro? Udahla ngomong kayak itu. Ngak ada yang akan ganti cinta kamu sama dia. Kamu akan sentiasa ada disisinya.”


“Aku cuma khawatir sama dia. Kalau aku hidup aku bisa jagain dia. Kalau aku mati gimana? Selama aku disisinya, aku selalu menjaganya dari pria-pria mesum! Aku sering ada untuk dia luah rasa hatinya dan aku turut ada bila dia lagi memerlukan aku.”


Perlahan Baim menarik tangan temannya itu. Dipegang erat tangan Alexender. “Berjanjila pada ku Alex. Jagain dia buat aku. Aku sangat menyayanginya. Tolong aku, bro. Biar jiwa aku tenang...” permohonan itu begitu sayu. Alex jadi ngak tegar untuk menolak. Kenapa temannya begitu lemah seperti ini. Apa yang lagi disorok oleh temannya itu.


“Ya aku janji. Aku bakal jagain dia seperti kamu jagain dia. Kamu tenang aja.” Janji Alexender lalu menepuk tangan temannya itu.


Tapi wajah Baim Ariyo masih kelihatan khawatir



“Kak!” Jari tangannya diketik bunyi setelah beberapa kali dia memanggil lelaki itu.


Alexender Wijaya yang baru sedar dari dunia kelihatan terkejut. Wajah gadis itu ditatap lalu tersenyum. Kerna wanita itu, dia turut kembali ke Indonesia. Negara yang udah dia tinggalin selepas pemergian almarhum mama dan papanya.

__ADS_1


“Maafkan aku ya. Kamu lagi ngomong apa?” Tubuhnya di pusinh sedikit agar lebih memandang wajah gadis itu.


“Aku mau nanya, kapan kakak nyampai? Setahu aku beberapa lepas kita ketemu, kakak ngak bilang mau pulang.” Alexender lagi sekali tersenyum


“Ya kakak ngak terfikir mau pulang sih, tapi kakak ada urusan mendadak mengenai keluarga besar disini.” Bohong si Alexender. Gadis itu hanya mengangguk sahaja.


“Apa kakak udah nyelesai urusannya? Terus kapan kakak pulang?”


“Kok nanya kapan pulang sih! Apa kamu ngak suka kakak ada disini? Kakak jadi sedih gini kamu ngak hargai kakak dekat sama kamu. Kata kamu, kita saudara kandung. Masa saudara kandung ngak boleh dekat?” Wajah Alexender dibuat sedih. Riskinrina yang lagi khawatir terus memeluk tangan lelaki itu.


“Ngak begitu kak... aku nanya kerna mau luang masa sama kakak sebelum kakak berangkat pulang. Aku kangen sama kakak, aku kangen kakak masakkin aku beef steak. Bisa ngak kakak buatin aku itu? Please kak.” Rayu Riskinrina seperti anak kecil. Dia udah terbiasa begini kalau sama Alexender.


Dari dulu lagi dia rapat sama Alexender seperti saudara kandung. Baim Ariyo yang udah kenalin aku sama Alexender Wijaya. Katanya Alexender adalah teman rapat yang udah dianggap saudara. Alexender juga pria yang sentiasa ada selepas Baim Ariyo pergi. Pria ini sentiasa menghiburkan hatinya.


“Ya udah, nanti kakak buatin buat kamu. Ngomong-ngomong kenapa kamu tadi lari ke hutan? Kamu tahukan disana ngak ramai orang lalu. Untung aja rumah keluarga kakak disana.” Ya itu adalah kebetulan yang ngak dinyaka.


“Itu deh kak, tertanggaku yang mau bawa aku tah kemana. Mau bilang dia suka sama aku, aku sih kata gak suka deh. Lalu ia maksa terus, aku kaburla kak... aku takut sih.”


“Siapa dia? Biar kakak ajar itu budak! Berani ajar ganggu kamu begitu! Kalau aku dapat itu orang, aku ketuk kepalanya sampai ngak ingat yang dia pernah suka kamu!” Aksi Alexender yang lagi menunjukkan cara dia mau memukul orang itu lantas membuat Riskinrina tertawa.

__ADS_1


“Ngak perlula kak!” Katanya sambil ketawa


“Napa? Apa kamu ngak yakin?”


__ADS_2