
“Kerna dia tertangga sebelahku kak. Aku ngak mau bermusuhan sama dia.” Wajah Riskinrina ditundukkan. Memandang ke lantai dan mengenang segala kebaikan keluarga itu.
Alexender terdiam. Berfikir.
Apa yang dingomong itu anaknya Om Fatri Gunawan Wijaya? Kakak almarhum papa? Kalau gitu Fitri Noah dong yang lagi suka sama Riskinrina? Tapi kenapa ia aku merasa Fitri Noah sudah punya pacar? Apa dia mau mempermainkan Riskinrina doang? Ini ngak bisa terjadi, aku harus selidiki apa tujuannya.
“Kak kok kamu malah diam?”
“Ngak ada apa-apa. Kakak lagi mikir tertangga kamu tu jelik ya? Kok kamu malah nolak dia, ia kalau jodoh mau gimana. Tertangga ngak apa-apa kok. Kalau kamu ngak suka, kamu ngak bisa kabur dari dia. Kamu harus ngomong baik-baik sama dia agar ngak jadi pertengkaran.” Kepala wanita itu disentuh lembut.
“Baik kak, kalau aku ketemu sama dia aku bilang baik-baik yang aku ngak suka sama dia.”
“Ya... gitu dong adik aku!”
“Udah la kak! Rambutku berantakkan kerna kakak! Aku bukan budak kecil kak, aku udah tua kali mau diusap!” Bentak Riskinrina yang terus mendirikan tuduhnya.
“Kamu masih adik kecilku, Rina. Sampai kapan pun, kasi ingat di kepalamu.” Sebaris gigi dipamerkan.
__ADS_1
“Ya... ya. Malas ribut sama kakak! Kakak tunggu bentar aku mau nyiapkan makan malam buat kakak. Kalau kakak mau tidur atau mau apa kek, Akak naik tangga dua, belok ke kanan ada banyak kamar. Kakak pilih aja yang mana.”
“Waaa, asyik deh tinggal dirumah orang kaya. Tetamu aja bisa milih bilik.” Alexender turut membangunkan diri. Baru sahaja dia membangunkan dirinya, tangannya terus dicubit kecil. Waduh ketam udab sampai.
“Apa menurut kakak itu lawak ia kak? Ngak!!!! Pergi sana! Udah siap aku panggil!” Riskinrina yang lagi sebal sama Alexender Wijaya terus membawa diri ke ruang masak. Dipintu ruang masak kelihatan dua koki yang menyambut kehadiran Riskinrina dengan salah seorangnya menghulurkan apron.
Kini aku melangkah kehadapan kukas. Mataku begitu teliti dalam mengenal pasti disetiap barangan yang bakal aku ambilin.
“Ngak perlu, aku bisa berehat sana. Aku lagi mau masak sendirian.” Terus aku mengambil beberapa barang yang aku ingin ambilin.
Aku pengen masakin Kak Alex, aglio olia seafood. Pasti kakak bakal suka. Itukan makanan kesukaanya apa lagi ada rasa pedasnya!
Spaghetti
Bawang putih
__ADS_1
Parsley
Chili flakes
Olive oil
Udang
“Mula-mula harus merebuk satu paket spaghetti bersama garam 3sudu kecil dan olive oil 1 sudu kecil. Sementara itu kita siapkan bahan untuk acara seterusnya iaitu tumisan. Bawang putih 1 biji besar dikupas kulitnya lalu dicincang kecil-kecil.
Terus, buang kulit sama kotoran yang ada pada udang lalu basuh. Udah siap, ambil pancinya dan panaskan seketika. Lalu masukkan udang digoreng sebentar dalam kiraan 20saat sambil diaduk. Ini bagi memastikan kesegaran pada udang masih ada ketika wadah udah siap. Terus buang air yang udah keluar dari udang .
Selepas itu masukkan olive oil kedalam panci dan terus masukkan bawang putih. Masak sehingga kekuningan. Udah kuning masukkan chili flakes. Ketika proses ini tangan harus sentiasa mengacau bahan-bahan yang udah dipanci. Ketika semuannya udah siap, masukkan sedikit air rebusan spaghetti setelah itu perlahankan api. Kasi resapan semua terasa ketika ini aku juga memasukkan bambu seperti garam.
Seketika menunggu semua tercampur baik, spaggeti yang udah direbus terus dibuang airnya dibilas sama air sejuk. Udah siap membasuh, masukkan kedalam panci dan aduk kembali. Potong tipis-tipis fresh parsley dan aduk lagi seketika.
Tutup api dapur dan masukkan udangnya dan terus menutup panci bersama penutupnya.
Siap deh!!!
__ADS_1