
Dua tahun sebelumnya...
“Kamu kenapa Riana.” Fatri Gunawan mendekati wanita yang udah menjadi sebahagian hidupnya. Mereka berteman dengan cukup lama. Keluarga mereka telah bersatu sejak turun temurun.
Kata mamanya, keluarga Wijaya telah mengabadikan hidup mereka bersama keluarga Budiwara yang banyak berjasa pada mereka. Keluarga mereka bisa hidup mewah begini kerna jasa keluarga Budiwara.
Keluarga Budiwara adalah antara keturunan besar kerajaan yang tinggal. Pemilikan harta turun temurun begitu banyak dan dikatakan keluarga Budiwara antara keluarga diraja yang paling kaya.
Tapi ada juga mengatakan bahawa Keturunan Budiwara bukanla keturunan sah kerajaan kerna itu mereka ngak punya nama diraja seperti keluarga lain. Ini kerna Keturnan Budiwara yang terlalu banyak perkahwinan campuran bersama rakyat biasa.
Itu hanya salasilah yang dia tahu. Tapi baginya, Keturunan Budiwara ngak perlu nama diraja aja, dia udah berjaya diseluruh Asia. Namanya udah terkenal dengan perusahan ‘alam’ seperti teh, kayu kayan, emas permata dan banyak lagi hasil hutan. Kerna sumber kekayaan mereka adala tanah.
“Kak, aku sedih kak. Kenapa nasib puteriku sungguh menyedihkan. Aku ngak sanggup melihat dia diikat tangannya.”
Fatri terdiam. Terkejut. Terikat? Sama siapa?!
“Doktor bilang anak aku ada gangguan jiwa kak! Anak aku gila!” Lagi lagi wanita itu menangis.
Fatri makin menghampiri. Dia duduk disebelah wanita itu. Kepala wanita itu diletakkan pada bahunya dan tangannya menepuk lembut pada lengan wanita itu. Menyalurkan ketenangan.
__ADS_1
“Anak kamu ngak gila Riana. Dia lagi kemurungan. Kamu yang sabar, kamu harus kuat untuknya. Berikan dia waktu untuk bertenang. Sebagai bondanya, kamu jangan sesekali menunjukkan kesedihan mu. Bantu dia untuk kuat kembali.”
“Apa aku bisa kak?”
“Lihat aku.” Muka wanita itu ditarik memandang wajahnya.
“Kamu adikku yang kuat dan aku percaya kamu bisa melaluinya. Riana Budiwara wanita yang selalu berkeyakinan diri. Apa kamu lupa siapa Budiwara?”
Wanita itu menggelengkan kepala
“Darah yang mengalir keturunan budiwara ngak ada yang lemah.” Kata mereka berdua.
Kedua-dua tersenyum.
Kini
Apa Rina udah sembuh? Apa Noah mencintai Rina? Gimana kalau sebenarnya Noah hanya suka bukan cinta? Aku ngak bisa membayangkan kalau hubungan mereka ngak berjalan lancar. Ia bisa memalukan keluarga besar wijaya yang lain sekali.
“Apa yang harus aku lakukan?”
__ADS_1
“Noah... Apa yang perlu papih lakukan? Papih ngak mahu kamu mempermainkan Rina. Dia udah cukup menderita dahulu.”
Fatri berjalan kembali ke ruangan dan menduduki sofa yang berada disitu.
“Apa aku putusin saja agar Noah bisa pulang dan pertemukan mereka? Kalau ngak jodoh ngak apa-apa asalkan nama yang dijaga masih rapih.”
“Apa aku papih yang kejam?” Dia menanyakan pada dirinya sendiri.
“Ngak aku ngak kejam! Aku lebih banyak dikatakan berjaga-jaga. Aku akan menjalani perlahan-lahan.”
“Tapi gimana?!” Lagi lagi dia memikirkan. Aku ngak bisa tersilap langkah.
Sedang dia sibuk memikirkan sayu pesanan di telefonnya masuk.
📩Sheng Lee
Aku berikan kamu 3 hari untuk membuat keputusan mengenai anak anak kita. Jika telat akan aku calon yang lain.👊🏻 aku percaya kamu bisa melakukannya.
Dasar Tuan Besar !
__ADS_1
Hallo readers 😘 jangan lupa tekan tombol like sama favourite ya❤️❤️❤️ kalian bisa comment apa sahaja, baik mahupun buruk agar aku biasa memperbaiki karya pertamaku ini.
Love u all❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️