
Fitri Noah memerhati hapenya yang merak apple itu. Sebuah pesanan yang dinantikan ngak kunjung datang. Hatinya entah mengapa rasa terseksa selagi ngak tahu keadaan disana.
“Bodoh! Apa mereka ngak becus ngambil gambarnya?!”
“Excuses me sir?”
“Gue ngak ngomong sama kamu!******!”
Wanita sebelahnya memandang tajam sebelum dia mengalihkan wajahnya. ‘Lo yang ******! Masa gue dibilang ******! Kenapa juga aku kerja sebabai translator! Dapat bos yang gila macam dia! Ngak guna tampan tapi gilakan?’
“Sorry, may i know that you are Mr Fitri Noah from Wijaya company?” Lelaki itu diam. Tanpa menunggu wanita itu menyambut dengan senyuman.
“Yes, I am Fitri Noah secretaries and this is Mr Fitri Noah from Wijaya Holding. Mr Noah...” Panggil wanita itu. Fitri Noah yang ngak nyadar namanya dipanggil sebelum wanita itu menepuk lengannya.
“Sorry... Have a seat.” Ucap Fitri Noah.
“Hello, Im William Lee and sorry for our late. Should we start now?” Fitri Noah mengangguk dan membalas senyuman itu.
__ADS_1
“Should we start now?”
Bermulalah perbincangan mereka. Noah menjauhkan hapenya buat seketika.
SL Hotel
“Kak!”
“Ya.” Minuman yang lagi berada ditangannya udah diletakkan diatas meja. Dua pasang matanya melihat Krisna yang lagi memanggilnya.
“Kak, gimana sih tempoh hari? Kak Noah ngak ngapapa kakak kan? Ayola kak, cerita dong sama aku! Aku pengen tahu gimana situasinya!” Hurmmm, aku melepaskan nafasku bila memikirkan kejadian tiga bulan lepas. Lepas sahaja kejadian itu aku kembali ke Amsterdam untuk menguruskan beberapa dokumen sebelum aku kembali ke sini beberapa hari yang lepas.
Aku ngak habis pikir, Fitri Noah tega melakukan hal begitu kepada aku. Padahalnya kami udah kenalan lama, udahku anggap saudara sendiri lagi. Masa, udahku anggap saudara malah jatuh cinta sama aku! Aku buntu, gimana kalau aku ketemunya lagi.
“Gak ada apa-apa. Kak Noah hantar kakak ke rumah kok, kamu usah pikir hal yang ngak-ngak ya! Anak kecil harus pikir bersih!”
Ha ha ha
__ADS_1
Ketawa si Krisna mengundang beberapa mata memerhati
“Na, perlahan sih suaranya. Malu orang lagi lihatin kamu.” Aduh ini budak ngak bisa control suaranya! Bikin malu deh aku.
‘One to test one two three. Sorry ladies and gentlement today we are here to celebrate our new COO SL Company. Mr Sheng Lee sama isterinya bisa kedepan untuk memberi ucapan terlebih dahulu’
Debaran dihatiku makin kencang bunyinya. Ayola Riskinrina, santai aja!
“Terima kasih semuannya udah datang ke pesta perayaan puteri tunggalku yang bakal menjadi COO SL Company. Hari ini aku bakal kenalin ke kalian Riskinrina Lee bakal COO SL Company. Buat puteriku sayang ayah, ayah sama bunda sentiasa mendoakan kamu. Ayah yakin kamu bisa menjadi anak kami yang berjaya dalam hidupmu. Jadikan ini sebagai permulaanmh sebelum kamu menjadi CEO SL Company dan ayah sama bunda akan sentiasa menunggu hari itu.” Microphone udah berganti pada bunda.
Waduh jangan bikin ayat sedih dong. Aku sedih ini.
“Buat anak bunda, bunda percaya sepenuhnya kepada kamu. Kamu satu-satunya puteri kami. Kami bersyukur Allah takdirkan kamu kepada kami. Bunda percaya kepada kamu, SL Company bakal bertambah bagus berada dikepimpinan kamu seperti mana kamu udah membangunkan perusahan turun-temurun keluarga bunda, Budiwara Legation. Terus sukses ya sayang.”
“Tanpa menunggu dipersilakan Riskinrina Lee untuk kehadapan bersama ayah dan bunda.” Perlahan-lahan aku melangkah kakikh. Kerlipan demi kerlipan cahaya dari kamera telah memantul kearahku sepanjang langkahku ke pentas
__ADS_1