Isteri Yang Dikejar

Isteri Yang Dikejar
Episode 20


__ADS_3

Pagi yang indah untuk memulai sesuatu yang baik. Cahaya yang langsung menebusi kaca begitu cantik untuk dilihat.


Dengan penuh teratur aku bangun dari kasur. Sebelum melangkah keluar aku mengemas kasurku. Rambut yang udah panjang diikat tinggi.


Perlahan aku melangkah keluar dari kamar tapi baru sahaja kakiku melangkah kedengaran suara deringan ponsel milikku. Terus aku melangkah masuk kembali ke kamar.


“Siapa yang menelepon dipagi hari ini? Apa ngak ada kerja ya? Private lagi!”


Ponselnya diangkat


“........” Aku mendiamkan diri untuk mendengar suara yang sudah menelopon ponsel milikku.


“Sayang! Are you there?”


Siapa ya sok panggil sayang. Siapa juga sayang sama kamu.


“Rina... jawap dong. Masa aku call kamu malah diam terus. Kamu ngak kangen ya sama aku? Udah satu bulan ini aku ngak nelepon sama kamu.”


Satu bulan?


Fitri Noah?!


“Kamu mau apa?!”


“Mau kamu.” Suara ketawa yang begitu kuat didengari.


“Ngak ada dijual.”


“Siapa juga mau beli kamu.” Eh!!!!!! Siapa juga mau dibeli kamu. Kamu kamu yang membeli aku, pasti aku dijadikan mangsa seksnya pria mesum itu!

__ADS_1


“Terus? Kenapa kamu hubungi aku? Katakan, aku lagi sibuk sekarang. Masa kamu ada 1minit sahaja.”


Ha ha ha.. kedengaran lagi


“60, 59, 58,57,56.”


“Jangan gitu dong sayang. Aku kangen ni.”


“50,49,48...”


“Ya aku mau ngomong aku bentar lagi pulang! Kamu siapkan diri kamu buat nikah sama aku. Awas saja kalau kamu nolak atau kabur. Akan aku ikat kamu dipohon!”


“26,25,24,23...”


“Kamu dengar ya kata aku itu. Mulai detik ini kamu milikku. Kamu jangan macam-macam. Kali ini kamu bebas melakukan apa saja, tapi udah kita nikah, siap-siap deh kamu. Bakal ku hu...”


Tut tur tut


Tok tok...


“Ya ya.. bentar” Terus ponsel itu ku lemparkan dikasur. Wajah Bik Tuti yang tersenyum dilihat olehku.


“Nona muda, tuan sama nyonya lagi tungguin noda di meja makan. Jemput turun ya nona muda.”


Dengan anggukkan aku berlalu pergi


Di tempat lain


“Pa.. oh papihh..”

__ADS_1


Sahutan kedengaran tapi pria itu masih tidak berkutip menghadap kerjanya.


“Pihhhhh... kamu dengar ngak sih pih?”


“Ada apa sih maa? Papih lagi sibuk ni. Kalau mau bermanja malam karang ya mih.” Kini pandangannya menatap pada wajah cantik isterinya sambil memberi satu kerlipan mata yang menggoda.


“Mesum terus!”


Kakinya terus melangkah ke meja kerja si suami. Seawai pagi Krislia Triwat menyiapkan diri untuk bertemu sama sang suami yang udah ngak balik ke rumah selama tiga hari kerana kesibukkan kerja.


Untung ruang kerja itu menempatkan sebuah kamar yanh cukup fasilitas.


“Kapan Noah pulang ? Aku udah kangen sama Noah! Papih janji satu bulan, ini udah kelamaan!”


“Apa yang lama sayang? Baru aja satu bulan satu hari. Kalau sama papih ngak mamih kangen-kangen.”


Kini laki-laki itu sudah menyandarkan tubuhnya. Wajah cemburunya jelas kelihatan.


“Sama anak saja cemburu. Udah deh pih, ngak perlu sinetron di pagi hari. Kapan Noah pulang?”


“Bila tiba waktunya.”


“Pihhhhhhhh!!!!”


Terus kaki wanita itu melangkah laju ke laki-laki itu. Telinga si suami ditarik keatas!


“Kok ditarik sayangggg, sakitttt”


“Ia kalau dijewer kan kamu takut tulangnya patah, ini aku tarik pasti ngak patah. Walaupun aku tahu cuping ngak ada tulang!”

__ADS_1


Ahhhhhhh


Jeritan kedengaran. Makin tinggi tarikan itu!


__ADS_2