Isteri Yang Dikejar

Isteri Yang Dikejar
Episod 3


__ADS_3

“Lama sekali aku ngak ke taman belakang. Lagi bosan ni, apa aku jalan ke taman aja?” Berfikir-fikir untuk mampir ke taman.


“Ah bodoh amat! Pergi aja kali!”


Riskinrina Lee terus menapak kakinya menuju ke taman yang dibina oleh ayahnya untuk bunda. Di taman belakang dipenuhi dengan variasi bunga-bunga indah



Nyaman sekali!


Seketika aku begitu menikmati dunia ciptaan ini sendiri. Udah lama aku tidak merasa begini. Sejak Baim tiada, aku selalu menyendiri. Hidupku hanya sering mengingati kenangan bersamanya. Ketika aku di Amsterdam aku lebih banyak melakukan kerja amal dengan untuk Baim. Seluruh aset Baim aku jadikan Yayasan Baim Ariyo.


Yayasan Baim Ariyo kini bukan sahaja membantu melakukan amal, malah yayasan ini juga aku tubuhkan untuk menjalankan perniagaan. Untungnya yayasan aku sumbangkan pada yayasan. Aku melakukan ini agar, Yayasan Baim Ariyo sentiasa ada dan sentiasa mempunyai dana.


Aku syukur sekali, aku mampu membina Yayasan Baim Ariyo. Dulu, Baim sering bilang yang dia mau membantu anak-anak yatim piatu sama sepertinya. Dia mau anak-anak yatim piatu bisa berjaya sama sepertinya walaupun ngak punya kedua orang tua mereka.

__ADS_1


“Sayang... aku udah laksanakan apa yang kau mau. Apa kamu bahagia dia syurga sana? Kamu orangnya baik, kerna kamu baik Allah mengambilmu secepat ini.”Hikss.


Lantas dia mengeluarkan hpnya itu.


“Sayang , i love you!!” Video seminggu kecelakaan dibuka.


“Aku juga sayang, aku cinta sama kamu.”


“Sayang... kalau aku mati duluan gimana?” Jelas video itu menunjukkan aku begitu kaget dengan pertanyaan Baim.


“Kok kamu ngitu! Aku ngak suka kamu ngomong gitu, sayang! Stop deh aku ngak mau dengar lagi” Lantas wajahku tunduk sedih. Aku ngak suka dengar kematiaan seperti itu.


“Kalau kamu pengen tahu, kalau kamu mati aku ngak akan nikah sama siapapun di dunia ini. Hatiku hanya buat kamu dan ngak akan aku berikan pada sesiapa pun. Aku mau kita bersama disyurga. Kamu harus tunggu aku dan ngak milih mana-mana bidadari sekalipun! Janji pada aku?!”


“Waduh! Itu susah amat sayang! Bidadarinya cantik deh! Gimana mau nolak?” Satu cubitan terkena pada tangan Baim.

__ADS_1


“Sayang!” Jeritan kecil Riskinrina Lee kedengaran


“Ha ha ha. Ia sayang, aku mau kamu tahu. Aku ngak mau kamu sedih kalau aku mati duluan. Kamu harus kuat, kamu harus cari pria yang bisa menjaga kamu seperti aku menjaga kamu. Aku pengen kamu ada perlindung yang bisa ada disisi kamu susah dan senang kamu.”


“Aku ngak butuh perlindung. Bodyguard aja aku punya banyak.”


“Bodyguard itu lain sayang. Sayang... berjanjila padaku, kamu akan mencari pria yang mampu melindungimu dunia dan akhirat mu jika aku yang pergi duluan. Bahagiakan orang tuamu, jangan pernah buat mereka bersedih. Berjanjila padaku yang kamu akan sentiasa tersenyum sama seperti kamu berada disisi aku.”


“Kamu ni kenapa sih! Udahla ngomong gituan. Aku ngak suka!”


“Berjanjila sayang...” Baim menatapnya dengan penuh pengharapan


“Ia aku janji sama kamu. Tapi aku ngak janji melupakan kamu.”


“Ia sayang. Kenangan antara kita itu begitu indah. Aku udah ngak tahan mahu nikah sama kamu! Mau cium kamu!!!”

__ADS_1


“Mesum kamu udah datang deh! Apa kamu ngak takut sama Allah?”


“Astarfirullahalazim” sama-sama mereka ketawa. Video itu turut berakhir. Begitu banyak kenangan indah mereka yang masih tersimpan.


__ADS_2