
“Kamu sama seperti dulu. Masih cantik” Dari jendela kamarnya, Fitri Noah melihat ke arah Riskinrina Lee yang lagi berada di taman bunga. Wajah itu sungguh cantik, aku bisa gila kerana wajah itu. Tapi kenapa ya, dia seperti lagi menangis? Hatinya turut bersedih melihat wajah itu.
“Suatu hari aku akan pastikan, air matamu hanya untukku. Tunggu aku!” Kamera DSRL yang kemampuan jauh zooming. Beberapa keping foto diambil olehnya. Hanya senyuman yang kelihatan dibibir Fitri Noah.
Saat Fitri Noah mengambil fotonya Riskinrina Lee, Fia Krisna asyik melihat kakaknya yang seperti jurufoto professional.
“Kakak lagi ngapain? Amik foto apa sih? Sini aku lihat!” Lantas kamera yang berada di tangan Fitri Noah ingin diambil. Fitri Noah yang lagi terkejut akan kedatangan adiknya pantas menaikkan tangan agar adiknya ngak nyampai mengambilnya.
“Kak! Kasi dong! Aku mau lihat!” Terjengket kakinya Fia Krisna.
“Fia udah deh! Ngak perlu nyampur urusan kakak! Keluar sana!”
“Pelit!” Jeritan itu membuat kuping Fitri Noah bergema dan terus kameranya terjatuh angkara terkejut.
Fitri Noah yang lagi syok terus menjatuhkan tubuhnya untuk melihat kondisi kameranya.
Hancur! Kaca kameranya udah pecah! Sial! Kamera baru plus mahal lagi! Ini budak memang mau kena pukul sama aku ni!
Baru sahaja Fitri Noah bangun, Fia Krisna sudah membuka kaca tingkap bilik itu.
“Kak Rina!!!!!!!!!!!!!!!” Lagi sekali Fia Krisna teriak.
__ADS_1
“Kamu ngapain Fia!!!” Ucap Fitri Noah yang kembali menjatuhkan tubuhnya. Aku ngak mau Riskinrina lihatin aku! Bisik hatinya.
“Kakak aku kangen sama kakak! Tunggu aku disana ia!!!” Sepantas kilat Fia Krisna melarikan diri
“Kamu mau kemana Fia!”
“Bodoh amat sih! Tadi mau lihatin kamera kakak, dimarahi. Deh aku mau ke Kak Rina, marah jugak!” Kedua-dua tangan Fia Krisna sudah berada dipinggangnya.
“Kamera kakak udah rusak kamu kerjain! Tiga bulan kedepan ngak ada wang jajan buat kamu! Kartu kamu kakak blok!”
“Ngak penting! Aku minta aja sama mama sama papi! Bye kakak, aku mau jumpa Kak Rina. Werkkk” Jeliran lindah udah keluar dari Fia Krisna membuat Fitri Noah lagi sakit hati.
———
“Udah lama kakak ngak lihatin kamu. Kakak kangen sama kamu, Fia” Rambut panjang gadis itu diacak-acak
“Udahla kakak! Ngak cantik aku!”
“Kamu imut banget sih!”
“Kakak kenapa udah lama ngak pulang sih? Aku kangen sama kakak.” Gadis itu kembali memeluk eratnya. Ia gadis ini udah dianggap adik olehnya. Dia ngak punya adik mau saudara kandung lainya, hanya Fia Krisna sahaja adiknya dan....
“Kak Noah ngak ada?” Fitri Noah, kakaknya Fia Krisna. Umur aku sama Fitri Noah sama tapi Fitri Noah dari dulu mau aku panggilnya kakak. Katanya, dia lahir duluan. Ia aku ikutkan sih!
__ADS_1
“Ada sih, sono tu kak! Lagi lihatin kita, dia”
Buset! Takut amat sih wajahnya! Ngapa juga lihatin gitu!
“Kak usah lihatin dia sih, dia lagi marah sama aku kak. Aku udah rusakin kamera limited editionnya!”
“Napa kamu lakukan itu. Kamu tahu sendiri yang kakak kamu kalau lagi marah gimana. Kamu ngak minta maaf sama dia?” Fia Krisna mengigit bibir bawahnya.
“Dia sih, ngak ngasi aku. Aku mau lihat foto yang diambil.”
“Kakak udah bilang sama kamu sayang... kamu ngak boleh ngambil barangnya tanpa izin. Kamu mau malaikat catat dosa kamu? Nanti masuk neraka. Kamu mau?”
“Ngakla!!!!” Sementara itu aku masih melihat ke arah Fitri Noah. Lelaki itu masih saja sama.
“Udah, lepas ni kamu harus minta maaf sama kakak kamu. Pasal kameranya, kita ganti yang baru ya. Kita cuba cari yang sama di toko.”
“Mana Fia ada wangnya. Kak Noah barusan motong kartu aku sama wang jajan.” Wajah sedih lagi.
“Ia sudah kakak yang beliin buat nganti. Asal kamu janji ngak lakuin lagi ya. Promise?”
“Promise!”
__ADS_1