Isteri Yang Dikejar

Isteri Yang Dikejar
Episode 19


__ADS_3

Sheng Lee yang udah tenang melihat puterinya tidur didalam tepukkannya. Kening yang begitu cantik terbentuk dicium sayang.


“Ayah sayang kamu.”


Perlahan dia bangun dari kasur itu. Sebelum menutup pintu dia kembali melihat puterinya itu, sebelum dia melangkah keluar dari kamar itu. Kakinya bukan terus melangkah ke kamarnya malah melangkah ke kamar kerjanya. Diduduki kerusi empuk miliknya.


Hatinya masih merasa sedih akan puterinya itu. Seumur kehidupan puterinya itu, seluruh cinta telah yang dia berikan. Apa sahaja kemahuan diberikan, kehidupan seperti seorang puteri kerajaan dinasti.


Tapi... takdir mengatakan lain. Apa yang diharapkan kebahagiaan berpanjangan ngak seperti yang dimahukan. Puterinya telah menderita, derita yang sendiri ngak bisa dipulih olehnya.


Ayah seperti apa aku ini?


“Apa dosaku yang sebelumnya membuat puteriku tidak bahagia? Oh god, please just give my susnshine back.”


“Sayanggg... apa kamu didalam” suara itu disekalikan bersama ketukan. Seketika wajah cantik terlihat pada pandangannya. Sheng Lee memajukan kedua-dua tangannya.


Wanita itu menyambutnya dengan penuh cinta. Tangan wanita itu sudah bergayut pada leher milik lelaki itu.


“I miss you.” Haruman pada leher wanita itu dihirup dalam bersama kucupan kecil.


“Its anything happens?”

__ADS_1


“Nothing. Im just miss you.”


“It not you sayang.” Wanita itu mengalihkan tangannya pada kedua pipi lelaki itu. Dikucup sayang sebelum memandang anak mata itu kembali.


“Sayang, kamu tahu kita bisa berkongsi apa saja yang kita ada. Katakanla.. aku sudi mendengar. Atau kamu udah ngak percaya sama wanita tua ini lagi?”


“Walaupun kamu selalu menganggap dirimu tua, kamu tetap muda cantik seperti dulu. Kamu wanitaku yang paling aku cinta. Apa kamu meragukannya?”



Hi hi hi hi.. wanita itu tertawa menyerlahkan lesung pipinya itu.


“Kamu ya masih saja bermanis kata. Playboy kamu masih ngak habis, sayang. Bagaimana ya aku bisa jatuh cinta sama playboy dari seberang ini. Apa dulu aku kehilangan udara ia?”


Hi hi hi hi lagi-lagi wanita itu tertawa.


“Aku ngak akan meragukan cinta kamu sayang. Kamu telah membuktikan semuannya sehingga aku buta. Sayang, kenapa dengan kamu? Katakanla sayang...” Dengan penuh menggoda dia menari-narikan jarinya pada dada bidang itu.


“Ris...”


Wajah lelaki itu kembali sedih.

__ADS_1


“Apa dosaku dulu sering mempermainkan wanita sehingga satu-satu puteriku ngak bisa bahagia sekarang? Setiap detik aku memikirkan masa depannya. Andai aku tiada, siapa pria yang mahu melindunginya?”


“Sayang... kita udah bicara hal ini bukan?”


“Ia aku tahu, tapi aku masih memikirkannya. Aku harus mencarikannya jodoh.”


“Gimana kalau Ris ngak suka? Sama saja sayang, ia ngak akan bahagia. Waktu sekarang mana ada orang mau dijodoh-jodohkan. Kita aja, kamu yang paksain aku nikah!”


“Sayang kamu nyesal ia aku menculik kamu kerna mahu menikah sama aku?”


“Ia lah! Aku itu puteri kerajaan gitu, tapinya nikah sama kamu cowboy. Sampai aku mikir aku dinikahkan sama orang gila, untung saja kamu ganteng.”


Kedua-duanya ketawa. Suara ketawa itu bergema dia ruang kamar itu


“Sayang, percayala. Suatu saat puteri kita akan ketemu bahagianya. Kalau kamu pengen mencarikannya dia pria yang mampu menjaganya, aku juga turut akan mencarikannya. Kita sama-sama usaha untuk membahagiakan dia. Kerna dia satu-satu yang kita punya.”


Kepala wanita itu direbahkan pada leher lelaki itu. Seketika air mata mengalir.


“Andai saja, kejadiaan itu tidak berlaku mungkin kita bisa ada anak lagi. Mungkin keluarga kita akan lebih besar. Maafkan aku kerna ngak mampu bisa melahirkan keturunan yang banyak buat kamu sayang. Maaf...”


“Udahla, bagi aku cukup aku ada kamu sama Riskinrina. Aku udah begitu bersyukur, tanpa kalian aku ngak bisa membayangkan hidup aku gimana.”

__ADS_1


“Thank you.” Mereka menatap satu sama lain. Seketika bibir mereka bertaut dan sehinggala mereka melepaskan kerinduaan di kamar kerja itu.


__ADS_2