
Vero sekarang berada di sebuah gedung mewah bersama dengan Reno mempersiapkan tempat dan mendekornya menjadi sangat indah banyak balon dan lampu-lampu yg berwarna kuning kegelapan dan juga bnyak lilin yg sudah di siapkan,mereka berdua sangat kompak untuk membantu Steven sahabatnya agar bisa semakin dekat dengan riana..
"Ver,aku penasaran dengan gadis yg bernama Riana itu.secantik apa sih dia sampai-sampai Steven jatuh hati padanya?"tanya Reno
"dia sangat cantik re,aku saja awal ketemu merasa takjub melihat kecantikannya yg alami,ada lesung pipi di sebelah kirinya yg membuat senyumnya bertambah manis berkali lipat,hidungnya mancung,kulitnya bening dan paling penting dia sopan,baik hati juga berbakat lagi.."*
"memangnya ada yah gadis seperti itu?"*
"adalah"*
"jadi GK sabar pengen melihatnya,aku jadi sangat penasaran "*
"udah kita lanjut aja nih,udah hampir selesai pokoknya kita harus bekerjasama agar Steven dan Riana bersatu..".*
"oke* "
flashback on
saat Vero dan Steven berbisik di dalam mobil saat ingin membawa Riana ke apartemen,Vero memberikan sebuah ide pada Steven dengan cara mengajak Riana berkencan ..
berhubung mereka sudah membuat janji akan makan malam bersama,di situlah Vero mendapatkan ide..Vero berencana akan memberikan waktu untuk mereka berdua untuk berkencan sedangkan nantinya Vero akan mengajak teman Riana yaitu Anjani di tempat berbeda,dan Vero yg seorang ajudan sang mafia pastinya tdk butuh waktu lama mencari tau tentang Anjani ,Vero mendapatkan nomor handphon Anjani dan dengan cepat Vero menghubungi Anjani dan mengatakan ide yg akan di rencanakan dan Anjani juga setuju dengan ide Vero..Anjani juga merasa bahagia jika temannya Riana akan berkencan dengan laki-laki yg mencintainya.. setelah mereka sepakat Vero pun meminta Anjani untuk datang di sebuah gedung tempat dimana Vero dan Reno sekarang berada...
drap ..drap.. langkah kaki terdengar seketika membuat Vero dan Reno menoleh ke arah langkah kaki tersebut dan dapat mereka lihat ada seorang wanita yg tak kalah cantik dari Riana..
mata Vero dan Reno berbinar menatap wanita itu..
"*Ver,siapa gadis itu? cantik banget!"Reno*
"aku juga GK tau,tapi kau benar dia juga tak kalah cantik dari Riana."*
"permisi tuan,"sapa Anjani*
"ehh iya,kamu siapa yah?"tanya Vero*
"saya Anjani "*
"ohh kamu yg namanya Anjani, perkenalkan saya Vero yg menghubungimu tdik siang"Vero menyodorkan tangannya pada Anjani*
Anjani tersenyum dan menerima jabat tangan Vero"saya Anjani tuan"*
"perkenalkan saya Reno"Reno menjabat tangan Anjani setelah Vero.*
"Anjani tuan"*
"kamu cantik,udah punya pacar belum?"tanya Reno..*
Anjani tersenyum tipis "belum tuan"*
"mau jadi pacarku GK?"reno*
"isshh..kau ini,udah jani jangan di dengarin,mending sama aku aja!"vero*
Anjani hanya tersenyum malu..*
"enak aja,biar aku aja Anjani terlalu cantik untukmu"Reno.
"ck ...kau ini dari segi manapun aku lebih tampan di banding kau"Vero.*
"hehehe ,sudah tuan-tuan "Anjani..*
__ADS_1
"duduk dulu Jani"Vero.*
"terimakasih tuan "Anjani*
"panggil Vero aja"*
"GK sopan tuan"
"GK apa-apa,panggil Vero aja biar lebih nyaman."*
"huh....dasar modus"Reno.*
"baik Vero"Anjani..*
Vero tersenyum manis pada Anjani...begitupun dengan Anjani yg tersenyum ramah pada Vero dan Reno*..
setelah berbincang beberapa menit merekapun kembali melanjutkan dekorasinya sempat Anjani di buat kagum pada tempat itu yg menurutnya sangat indah dan romantis..
"wah...indah sekali Ver"Anjani
Vero tersenyum "benarkah?"
Anjani mengangguk "benar tuan,ehh maksudku Vero"
"hehe siapa dulu dong yg mendekornya"Vero
Reno memutar bola mata malasnya "iya aku GK ikut andil mendekornya "ketus Reno
"hahaha ,iya iya kita bertiga"Vero.
"sekarang sudah jam enam sore saya mait dulu yah tuan Reno dan Vero"
"mau ku antar?"Reno
"GK perlu tuan Reno"
"yaudah biar aku saja yg antar kamu"Vero
"terimakasih sebelumnya tuan,tapi tak perlu Ver,saya sudah pesan taksi ."
"kalau begitu hati-hati"ucap keduanya .
"iya"
berpindah ke Steven dan Riana kini mereka sedang asyik menonton TV sambil memakan es krim,mereka menikmati waktu bersama,terlihat Riana sudah menghabiskan banyak es krim dan Steven hanya menggelengkan kepalanya melihat Riana begitu serius nonton tanpa sadar sudah menghabiskan banyak es krim..
"KAMU BEGITU MENGGEMASKAN RIANA,INGIN RASANYA AKU CUBIT PIPI TEMBEMMU ITU"BATIN STEVEN.
"Riana,kamu sudah menghabiskan banyak es krim apa tenggorokanmu itu tak sakit?"Steven
"tapi nanti tenggorokanmu bisa sakit "*
"satu lagi yah tuan"mohon Riana.*
Steven tersenyum" iya habis itu udah ya..!!"*
Riana mengangguk...*
"Riana, setelah ini kamu mandi dan di atas ranjang ada paper bag isinya adalah pakaian setelahnya kita berangkat ke suatu tempat."*
"kemana tuan?"*
"apa kamu lupa kalau kita akan makan malam "*
"astaga hampir saja aku lupa tuan,maaf tuan ponselku ada di mana yal tuan"*
"mau ngapain?"*
"mau hubungi Anjani teman aku tuan"*
"sudah,tdik Vero sudah menjemputnya jadi kita tinggal menyusulnya.."*
Riana mengangguk"tuan bolehkan aku bertanya sesuatu padamu?"*
"boleh"*
__ADS_1
"tuan dan nyonya udah lama nikahnya?"tanya Riana
Steven terkejut dengan pertanyaan Riana yg tiba-tiba membahas pernikahannya..*
"baru enam bulan"*
"pernikahan tuan masih dini itu artinya tuan dan nyonya masa sayang-sayangnya dong,tapi aku lihat tuan seperti tdk suka dengan nyonya"
"memang benar yg kau katakan,aku memang tdk menyukainya"*
"kenapa? ehh maaf tuan aku terlalu kepo hehe"*
Steven tersenyum "kenapa? kamu cemburu?"Steven menggoda Riana..*
"ehh..ce..mburu?? ahh tdk ."*
"yakin"*
"isshh tuan sudah deh kalau GK mau cerita ."pipi Riana memerah menahan malu Krena Steven terus menggodanya..*
"haha,iya deh sini lebih dekat biar ku ceritakan semuanya.."*
Riana pun menurut ,Riana duduk di samping Steven.."semuanya? apa tuan tdk keberatan?"*
"tdk"*
"dulu aku dan kakek sangat dekat bahkan aku dan kakek lebih dekat di banding dengan Daddy..dan enam bulan yg lalu kakek sakit dan akhirnya meninggal,aku sangat terpukul atas kepergian beliau ,aku sangat menyayanginya,dan dua hari setelah kakek meninggal aku di berikan surat oleh Daddy yg katanya surat wasiat dari kakek,isi surat itu mengatakan bahwa kakek menginginkan aku menikahi Sera,Sera adalah cucu dari teman kakek dia seorang janda yg tak beranak,dia mandul dan tak bisa memiliki anak ..Sera berpisah dengan suaminya Krena mertuanya tak mau jika memiliki menantu yg mandul....."*
"awalnya aku tdk mau tapi Daddy memaksaku katanya kakek akan merasa tak tenang di alam sana jika wasiatnya tdk di penuhi..jadi mau tdk mau aku harus menikahi Sera tetapi aku menikahinya dengan surat kontrak"*
"surat kontrak?"tanya Riana*
"hmm,iya..aku bersedia menikah dengannya dengan syarat selama setahun kami akan bercerai dan selama enam bulan aku tak pernah menyentuhnya ,dan kami tidur di ranjang terpisah..dan aku sama sekali tak memiliki perasaan padanya bahkan sebelumnya aku tak pernah merasakan jatuh cinta .."*
Riana mengangguk"jadi tuan selama ini tak pernah merasakan jatuh cinta?"*
"iya ,tapi saat ini aku perlahan-lahan merasakan yg namanya cinta"*
"ohhya? berarti tuan sudah mulai mencintai nyonya?"*
ada perasaan sedih yg di rasakan Riana saat Steven mengatakan bahwa Steven sudah perlahan-lahan merasakan cinta..*
"bukan,!!"*
"lalu?"Riana semakin penasaran.*
"aku memang sekarang sudah mulai merasakan cinta tapi bukan pada Sera"*
BERSAMBUNG....*
(selamat membaca dan jangan lupa untuk memberikan semangat untuk author dengan cara like and komen agar author tetap semangat menulis dan merangkai cerita untuk kalian semua semoga kalian semua sehat selalu 😊)*
********HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN*********
__ADS_1