Istri Kedua Mafia Kejam

Istri Kedua Mafia Kejam
BAB 8


__ADS_3



*tak terasa Steven sudah tertidur selama dua jam sekarang waktu menunjukkan pukul 03.00 Steven bergegas mencuci muka lalu melapnya menggunakan handuk kecilnya..




"lama banget sih Steven tidurnya"Vero *




"sabar,orang sabar di sayang tuhan"Reno meledek Vero *




"ck..bisanya hanya meledekku saja,sana beri makan pada mochy"ketus Vero.*




"nanti saja setelah kau sudah menjadi almarhum dengan senang hati aku akan memberikan mayatmu untuk menjadi santapan mochy hahah"*




"sialan lu..!!"*




"ahahha*"


tak lama Steven menghampiri mereka berdua ..


"akhirnya bangun juga kamu.."lega Vero.


"ada apa, cemberut gitu mukanya"tanya Steven.


"bagaimana GK cemberut,liat tuh sahabat kesayanganmu ,masa iya mayat gue katanya mau di jadikan santapan mochy"Vero mengadu kepada Steven seperti seorang anak mengadu pada ibunya...


"ahahha..tapi ada benarnya juga yg di katakan Reno Ver..!! setidaknya kan mayatmu nanti bisa berguna untuk mochy jadi kami tak perlu repot-repot untuk menguburkanmu"Steven tertawa terbahak-bahak.


"ck..boss dan ajudan sama saja, sama-sama kejam..ya tuhan sabatkanlah hati hambamu ini untuk menghadapi kedua sahabat hamba yg tak punya akhlak ini.."Vero membuat drama seakan-akan dia adalah orang yg ter dzolimi..


menepuk pundak Vero" kami hanya bercanda Ver,mana mungkin kami akan tega kita bertiga adalah sahabat dan kita semua harus saling melindungi ."ucap Reno


"iya ..sorry deh tadi hanya bercanda kok,"ucap Steven yg menahan tawa.


merekapun akhirnya berpelukan seperti seorang wanita jika bertemu satu sama lain akan melakukan cipika-cipiki ahhahah...mafia kok alay..



Riana kini baru menyelesaikan gambarnya lalu memperlihatkan pada Andre.


"Andre ..."Riana


"iya ada apa?"




"nih sudah selesai,tinggal kamu periksa saja ada yg kurang menarik atau tdk.."


memperhatikan kelima gambar dengan mata berbinar" wahh RI ini mah sudah benar-benar bagus,bahkan seorang desainer terkenalpun tak mampu membuat gambar sebagus ini ."



"benarkah?"Riana tersenyum.



"benar ..buat apa aku berbohong,aku takut berbohong nanti hidungku panjang seperti Pinokio ahaahaha" Andre sambil mengacak-acak rambut Riana pelan .



"hahahha"mereka berdua kembali tertawa dengan lelucon Andre .



Steven yg berencana ingin pulang kemansion terpaksa menundanya saat melihat kemesraan Riana dan Andre di layar ponselnya,ada rasa tak terima jika Riana tertawa bahagia seperti itu Krena Andre,tangannya seketika mengepal kuat..



"*Ver..putar arah kita ke butik sekarang.."perintah Steven.*



"butik? untuk apa?"*



"sudah jangan banyak tanya lakukan saja"


"baiklah tuan Steven Gerry Mahesa"


veropun terpaksa memutar arah menuju mall lalu memasuki mall tersebut menghampiri butik dimana Riana bekerja.



tok..tok..


"masuk"




"tuan Steven?"Andre.*




"Riana ikut aku"Steven menarik sedikit kasar tangan Riana dan Steven menatap tajam pada Andre..*



__ADS_1


"ADUH SEPERTINYA AKAN ADA PERANG KE TIGA HARI INI"BATIN VERO*




"tuan, pelan-pelan tuan,tanganku sakit"Riana melepaskan cengkeraman Steven saat sudah berada di depan mobilnya..*




"tuan apa saya membuat kesalahan?"tanya Riana lagi*..


Steven tak menjawab dia masih sibuk mengatur nafasnya yg sudah memburu..


"masuk"perintah Steven pada Riana membuka pintu mobil .




Riana tak berkata dia hanya menurut apa yg di katakan Steven*..


suasana hening di dalam mobil Vero sesekali melirik ke belakang melihat keduanya duduk tanpa ada perbincangan..mereka masih sibuk dengan pemikiran masing-masing..


"APA YG SUDAH KU LAKUKAN? MENGAPA AKU TERLIHAT BEGITU MARAH PADA RIANA ,PADAHAL RIANA TAK BERSALAH"BATIN STEVEN.


"ADA APA DENGANNYA? APA AKU BERBUAT SALAH ? HIKSS...SETIDAKNYA KALAU AKU BERBUAT SALAH MAKA KATAKAN SAJA JANGAN MENYAKITI SEPERTI INI HIKSS.."BATIN RIANA.


Riana meneteskan air matanya melihat ke arah luar jendela agar tak ada yg melihat dia sedang menangis tapi Idak tangisnya yg terdengar pelan tak bisa di sembunyikan, Steven dapat mendengarnya.


"YA AMPUN STEVEN BODOH BARU JUGA MAU DI BUAT DEKAT MALAH MEMBUAT RIANA MENANGIS ..AISSHH ..GK BISA DI BIARIN..!"BATIN VERO.


baru saja Vero ingin memulai membuka suara Vero di dahului oleh Steven.


"Riana"panggil Steven lembut.




Riana tak menoleh dan tak menjawab.*




"Riana aku minta maaf yah?"ucap Steven*..


hampir saja Vero ngerem mendadak saat mendengar Steven meminta maaf, bagaimana tidak? ini pertama kalinya ia mendengar Steven meminta maaf pada seseorang kecuali padanya dan Reno.tetapi Vero kemudian tersenyum tipis..


"RI,tolong lihat aku"ucap steven sembari meraih wajah Riana dengan pelan..




mata merekapun saling bertemu ada rasa sesak di dada Steven melihat air mata Riana jatuh akibat perlakuannya...*




"maafkan aku"bisik Steven pada Riana..*




merinding..*




merasa tak mendapatkan respon dari Riana Steven semakin merasa bersalah..*




tanpa aba-aba Steven langsung menyosor bibir Riana .Riana kerkejut dengan apa yg di lakukan Steven..dengan spontan Riana mendorong tubuh Steven agar sedikit menjauh ..*




"tu... tuan?? "ucap Riana terbata..*




Steven kembali menggerutuki dirinya mengapa bisa dia melakukan ini pikirnya..*




"maaf Riana aku khilaf"ucapnya polos.*




Vero semakin tersenyum puas menyaksikan apa yg di lakukan Steven pada Riana barusan..*




"khilaf kata tuan? hikss...ini ciuman pertamaku hiks ...kau jahat tuan"*




"maaf Kan aku Riana,saya tdk bermaksud.."*




"hikss...tetap saja kau jahat , sebelumnya aku tdk pernah berciuman sama siapapun dan sekarang tuan mengambil ciuman pertamaku..hikss.."*



__ADS_1


"sekali lagi aku minta maaf yah.."*




"pokoknya tuan harus tanggung jawab "




Vero dan Steven saling tatap sebenarnya mereka senang dengan apa yg di katakan Riana , Steven berfikir Riana minta di nikahi akan tetapi.....hahhahah author pengen ketawa dulu yah...*




"tanggung jawab?"ulang Steven.*




"iya tuan harus tanggung jawab hikss.."*




"baiklah aku akan tanggung jawab,aku akan menikahimu.."*




mata Riana melotot mendengar Steven akan menikahinya..*




"iiihh...buka itu maksudku tuan,"Riana memukul-mukul pelan dada Steven..*




"lalu apa?"tanya Steven.*




"pokoknya tuan harus membelikan aku bnyak es krim krena sudah berani mencuri ciuman pertamaku "Riana seperti anak kecil yg sedang ngambek..*




Steven tersenyum tipis,merasa gemas pada tingkah Riana."baiklah aku akan membelikanmu es krim sampai kau benar-benar puas memakannya.."*




mata Riana berbinar"benarkah?"*




Steven mengangguk lalu tersenyum,Riana pun memeluk Steven dengan erat ..*




"YA AMPUN JANTUNGKU .."BATIN STEVEN.*




Steven membalas pelukan Riana, seketika Steven melirik ke arah Vero lalu bersama-sama tersenyum sembari mengedipkan atu mata mereka masing-masing.*




"Terimakasih tuan, pokoknya aku mau es krim yg banyak rasa coklat,vanila, strawberry,anggur dll,bolehkah?"*




"tentu saja boleh "*




entah mengapa Riana masih belum sadar bahwa mereka masih dalam keadaan berpelukan,dan tanpa sadar ternyata Riana tertidur dalam pelukan Steven yg membuat Steven tersenyum tipis,ada rasa bahagia yg kini sedang Steven rasakan,hal yg tak pernah dia rasakan di seumur hidupnya.*




BERSAMBUNG...*




(selamat membaca dan jangan lupa untuk memberikan semangat untuk author dengan cara like and komen agar author tetap semangat menulis dan merangkai cerita untuk kalian semua semoga kalian semua sehat selalu 😊)*




*******HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN*******





__ADS_1



__ADS_2