Istri Kedua Mafia Kejam

Istri Kedua Mafia Kejam
BAB 5


__ADS_3

Sera terlihat sedang menyelusuri perusahaan MAHEZA Sera berjalan menuju ke ruangan Steven dengan membawa makanan yg di bungkus kotak untuk suaminya.



"*selamat pagi nyonya"sapa seluruh karyawan*



"dimana suami saya?"*



"ada di ruangannya nyonya,mari saya antar"


Sera pun berjalan di depan sedangkan karyawan yang mengantarnya ada di belakangnya menuntunnya ke ruangan Steven.


"*saya permisi dlu nyonya silahkan nyonya *masuk"**


"hmm".



ceklet*..



Sera masuk tanpa mengetuk pintu melihat Steven sedang berbincang dengan Vero dan Riana sembari Riana tertawa..


Sera menatap tajam pada Riana saat melihat Riana duduk di depan Stevan dengan meja yg menghalaunya di tengah sedangkan Vero duduk di samping Steven..



"*silahkan keluar dan ketuk pintu sebelum masuk"ketus Steven pada Sera.*




"sayang..aku kan istrimu kenapa harus mengetuk pintu terlebih dulu"*




"mau istri atau siapapun harus mengetuk pintu sebelum masuk"*




"ck...iya iya*.."


tok...tok...




"masuk"



"sudah,apa sekarang aku boleh duduk?"*



"duduk di sofa sana"ucap Steven menunjuk sofa yg ada di pinggir tembok.




"sayang aku maunya duduk di situ"Sera menunjuk kursi yg di duduki Riana..*




"silahkan nyonya"Riana berdiri mempersilahkan Sera duduk .*




"Riana kau tetap duduk di stu"cekal Steven*




"tdk apa-apa tuan,biar nyonya duduk di sini saja"*




"sekali tdk maka jawabannya tdk"*




"sayang ...kamu kok suruh aku duduk di sofa itu sendirian sedangkan gadis kampung itu duduk di depanmu"rengek Sera.*




Steven memutar bola mata malasnya "kalau tdk mau ,silahkan keluar pintu ada di sana*"


Sera semakin kesall lalu menghentakkan kakinya ke lantai lalu berjalan ke sofa yg ada di sudut dinding..


Vero terkekeh kecil melihat Sera yg sedang kesal...Vero memang tdk menyukai istri bossnya itu ,Sera begitu angkuh dan sombong walau pada Vero dan Reno orang kepercayaan Steven yg sudah lama bersahabat.


"AWAS KAU GADIS KAMPUNG!! SIAPA SIH DIA? KENAPA DIA BISA BERADA DI SINI?"BATIN SERA


Steven kembali berbincang dengan Riana tentang pekerjaannya ..

__ADS_1


"bagaimana Riana? apa kamu setuju dengan isi kontrak ini?"tanya Steven




Riana mengangguk "setuju tuan, terimakasih bnyak tuan sebelumnya"*




"kalau begitu silahkan tanda tangani isi kontrak ini*"


Riana kemudian menandatangani perjanjian kontrak itu dengan rasa bahagia.


"sekarang kamu sudah bisa mulai bekerja,ayo kita ke butik sekarang saya akan memperkenalkan kamu dengan seluruh karyawan di sana termasuk manager yg akan menjadi atasanmu"




"tapi... bagaimana dengan nyonya?"*




"jangan hiraukan dia,siapa suruh datang di Waktu jam kerja"




"iya RI ,jangan hiraukan macan tutul itu dan satu hal lagi jangan memasukkan ke hati jika ada setiap kata yg keluar dari mulut tajamnya"bisik Vero terkekeh..*




"isshh tuan ini,apa tuan tdk takut sama tuan Steven? dia kan istri tuan, bisa-bisan tuan Vero di pecat jadi gelandangan"Riana sedikit bercanda pada Vero.*




"ahaha,tuan tdk akan marah ,dia saja tak suka dengan istrinya"*




"kenapa kamu bisa berkata seperti itu?"*




"memang kenyataannya seperti itu"*




"ekhemmm...apa yg kalian bicarakan sampai berbisik seperti itu?"tanya Steven


"ahh ..tidak ada boss....ayo kita berangkat "elak Vero dengan menahan tawa..


"oke"...


Steven,Vero dan Riana berjalan bersama menuju pintu tanpa menghiraukan Sera yg ternyata sedang tertidur di sofa saat mereka bertiga berbincang..


tampak mereka bertiga menjadi pusat perhatian seluruh karyawan pasalnya Riana berjalan di dampingi oleh dua pria tampan di sebelah kiri dan kanannya...


"Coba kalian lihat,siapa gadis kampung itu?"




"iya,kok bisa dia berjalan bertiga seperti itu?"




"pasti gadis itu adalah simpanan mereka,lihat saja tampannya sok polos, kampungan tapi ternyata kegatelan."*




"tapi kalau di lihat-lihat gadis itu cantik juga"*




"cantik apanya,norak kek gtu di bilang cantik"


"alah bilang aja Lo sirik,Krena tuan Steven dan tuan vero jalan bersama gadis cantik itu"




"apa kau bilang?? sini kau akan ku cincang-cincang tubuhmu itu*"


tampak suasana di sana sedikit tegang pasalnya mereka ribut hanya Krena hal sepele ...


"heii !! ada apa ini ribut-ribut?"teriak Vero


"maaf tuan Dinda duluan yg mulai"ucap Riska


"enak aja !! Lo tuh yg duluan..."ucap Dinda


__ADS_1



"kamu ya..."suasana kembali tegang..


"sudah cukup!!!"bentak Steven


"kalian mau saya pecat sekarang juga?"


"ti...tidak tuan"serentak keduanya..


"sekali lagi saya melihat kalian membuat keributan maka kalian akan saya pecat dan akan ku pastikan kalian tdk akan di terima kerja di manapun!"ancam Steven.


"ja...jangan tuan,maafkan kami"ucap Dinda.


"iya tuan maafkan kami"ucap Riska.


"sekarang kembali bekerja"perintah Steven..



mereka membubarkan diri takut dengan ancaman Steven yg akan membuatnya lebih sulit lagi menjalani hidup.



Steven,Vero dan Riana juga melanjutkan langkahnya menuju mobil yg sudah di siapkan oleh pengawal.



Vero mempersilahkan Riana duduk dengan membukakan pintu mobil ..ADUH DO SWEET BANGET YA SI VERO INI!!AHAHA



OKE LANJUT..


Steven dan Riana duduk di belakanng sedangkan Vero duduk di depan bersama supir kali ini bukan Vero yg mengemudi tapi supirnya..


"RI,malam nanti ada janji GK?"tanya Vero


"GK ada tuan,memangnya ada apa?"


"kamu mau GK makan malam saka aku?"tanya Vero..


"maaf tuan sepertinya saya tdk bisa, soalnya teman saya yg dekat kontrakan saya akan datang."


"yahh jadi GK bisa


yah"Vero sedikit kecewa tapi berbeda dengan Steven yg tersenyum saat Riana menolak ajakan makan malam Vero


"maaf yah tuan"


"atau gini aja RI bagaimana kalau kamu ajak temanmu juga untuk ikut makan malam,nanti aku yg traktir dehh.."


"hmm,boleh aja sihh tapi saya bilang ke teman saya dulu tuan.."



seketika senyum Steven menghilang saat Riana menerima tawaran Vero..


"saya juga ikut!!"ucap Steven tiba-tiba..


"what??? apa aku tdk salah dengar?"syok Vero



"kenapa kamu syok gitu? emang aku GK boleh ikut?"ketus Steven.


"boss gak usah ikut,nanti macan tutul itu ngamuk..kan bisa berabe nantinya"


"saya akan tetap ikut."


"terserah kau sajalah di sini bossnya anda tuan Steven Gerry Mahesa,apalah dayaku yg hanya seorang ajudan "ketus Vero denga


bola mata malasnya


"ahaha"Riana kembali tertawa kecil dengan menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya.



"kalau mau tertawa ,tertawa saja GK usah di tahan"ucap Steven menatap wajah cantik Riana.



Riana hanya tersenyum kikuk dengan menggaruk kepalanya yang tdk gatal..



"*sepertinya ada yg mulai jatuh hati nih"ledek Vero* .



Steven dan Riana hanya tertunduk malu dengan kedua pipinya yg memerah ..


"ahaha liha muka kalian memerah"Vero kembali tertawa..



BERSAMBUNG*.....



......


(*selamat membaca dan jangan lupa untuk memberikan semangat untuk author dengan cara like and komen agar author tetap semangat menulis dan merangkai cerita untuk kalian semua semoga kalian semua sehat selalu 😊)*




*********HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN**********





__ADS_1



__ADS_2