
tring..tring..
"[HALO]"reno
"[TUAN MARKAS DI SERANG]"pengawal
"[SAYA SEGERA KESANA]"
tit..tit..
Reno sedang berada di mobil bersama Vero dan Anjani sedangkan Steven dan Riana berada dengan satu mobil lainnya..
"ada apa re?"Vero
"markas di serang"Reno
"gawat,hubungi Steven sekarang"Vero
"tolong kau yg hubungi saja"Reno
"baiklah."
tring ...tring...
"\[HALO VER)"
"[MARKAS SEDANG DISERANG]"
"\[OKE KITA KESANA SEKARANG\]"
tit...tit..
"sayang markas di serang aku akan mengantarmu kembali ke apartemen Reno"Steven
"apa kau Vero dan bang Reno akan berperang?"
"sepertinya"
"kalau begitu aku ikut"
"tidak sayang,kau di apartemen saja"
"please...aku tidak mungkin bisa berdiam diri saat orang-orang yg ku sayangi dalam bahaya."
"tidak sayang,tdk boleh"
"baiklah kalau kau tak mengizinkan,tapi setidaknya kita ke kontrakan terlebih dulu ada sesuatu yg akan ku tunjukkan pada tuan dan bang Reno"
"apa sayang?".
"tuan akan tau setelah sampai, sekarang aku akan menghubungi bang Reno dulu"
"terserah kau saja sayang"
tring...tring...
"[YA DEK?]"
"\[BANG KE KONTRAK RIANA SEKARANG JUGA\]"
"[NANTI YA DEK, SEKARANG KEADAAN SEDANG MENDESAK]"
"\[ TIDAK ABANG,ADA YG HARUS KU BERIKAN PADAMU DAN ITU AKAN BERGUNA UNTUK ABANG,VERO DAN TUAN STEVEN\]"
"\[BAIKLAH DEK\]"
"aku sudah menghubungi bang Reno kita ke kontrakan sekarang"Riana
Steven hanya mengangguk dia masih fokus memikirkan keadaan markas yg saat ini telah di serang oleh musuhnya dan Reno yg biasanya berjaga di sana kini juga sedang tak berada di markas...
dalam rasa khawatir, terlintas rasa penasaran tentang Riana saat berada di mall tdik...
"sayang?"Steven
__ADS_1
"hmm,ada apa tuan?"
"aku boleh nanya sesuatu?"
"boleh"
"sebenarnya kamu itu siapa dan mengapa kau bisa tau tentang Sera dan juga bukti-bukti itu dan cctv bagaimana bisa kau mengetahuinya?"
Riana hanya tersenyum tipis"nanti yah tuan akan aku jelaskan tapi tdk sekarang "
"lalu kapan?"
"tunggu kau memenangkan peperangan nanti,aku akan selalu menunggumu dan menanti kepulanganmu"jawab Riana sambil mengelus lembut pipi Steven.
Steven meraih tangan Riana yg menyentuh pipinya lalu menciumnya...
"kau tak perlu khawatir akan hal itu sayang aku akan pulang dan berjanji akan menikahimu setelahnya,kau tau aku sudah tdk sabar ingin menjadikanmu istriku"Steven
"aku tau itu tuan,maka berjanjilah padaku kau akan kembali dalam keadaaan baik-baik saja"Riana
"pasti sayang "
Steven dan Riana turun dari mobil begitu juga dengan Reno,Vero dan Anjani yg kini berada di belakang mobilnya..
"Abang,sini "panggil Riana
Reno berlari kecil"iya dek "
Riana masuk ke dalam kontrakannya mengambil sebuah kotak kayu yg lumayan besar lalu membawanya keluar dimana Steven dan lainnya sedang duduk menunggu.
Reno menghampiri" sudah sini biar Abang aja yg angkat"
"terimakasih Abang tampan ku"Riana mencium pipi Reno dengan penuh sayang..
"sama-sama adik kecilku"Reno membalas Riana dengan mencium keningnya "
"letakkan di lantai aja bang"
"hmm"
Riana membuka kotak kayu itu mata Reno Vero dan Steven melotot kagum tak percaya apa yg sedang Riana perlihatkan.. bahkan saking terkejutnya mereka kompak berdiri dari kursi lalu ikut berjongkok dengan Riana..
"sayang"Steven dengan tatapan heran..
Riana hanya tersenyum lalu mengeluarkan tiga buah Kriss ..tapi sebelumnya Riana memberikan sebuah surat pada bang Reno.
"bang"lirih Riana sembari menyodorkan sebuah surat.
Reno hanya menatap Riana lalu meraih surat itu saat melihat Riana mengangguk pelan...
"apa ini dek?"
"bacalah bang "
Reno perlahan membukanya...isi surat..
*anakku Reno maafkan ayah karena telah mengusirmu dari rumah,ayah hanya tak mau kau sama seperti ayah dulu,kau tau bukan seperti apa masalalu ayah? ayah meninggalkan semua dunia bawah tanah Krena ayah ingin hidup damai bersama keluarga kecil ayah...tapi perlu kau tau Abang,ayah mengusirmu bukan Krena ayah membencimu melainkan untuk keselamatan dirimu,waktu itu ada musuh dari masa lalu ayah yg ingin mengambilmu dari ayah mereka tau kau pandai dalam merakit senjata*
dan berbagai bom dan roket,itu membuat para musuh ayah di masa lalu menargetkan mu,selain kau Riana juga sama denganmu bahkan kau tau bahwa adikmu sudah lebih lama di targetkan oleh berbagai musuh Krena
__ADS_1
kecerdasannya dalam ilmu meretas..saat kau membaca surat ini mungkin ayah sudah tiada...ayah menitipkan barang yg bisa berguna untuk keselamatan mu dan juga adikmu ...maafkan ayah bang..ayah mencintai kalian bertiga,tolong jaga adik dan ibumu ..
sekian*..
Reno menangis sejadi-jadinya saat membaca surat dari ayahnya,bahkan tubuhnya gemetar Krena Isak tangisnya..
"ayah....hiksss....maafkan Reno ayah...."tangis pilu Reno sambil memeluk surat dari ayahnya...
Riana pun ikut menangis lalu memeluk abangnya dengan erat..
"Abang,jangan menangis hikss..."
Reno membalas pelukan adiknya yg sangat ia sayangi..
"kau akan selalu ku lindungi Riana,tidak akan ku biarkan siapapun menyakimu"ucap Reno mencium kening adiknya ..
"aku percaya Abang akan melakukan yg terbaik buat adek"
kemudian Riana melepaskan pelukannya lalu mengeluarkan tiga buah Kriss dari kotak itu...bentuknya sama dan tak ada yg beda..
Riana memberikan satu pada Reno, Steven dan Vero
"apa ini RI?,ini sangat indah"ucap Vero saat menerima Kriss yg di berikan Riana
"ini adalah benda-benda peninggalan kakek buyut kami dulu,jika yg lain memberikan pada anaknya harta sebagai warisan berbeda dengan keluarga kami,semua yg ada di kotak ini akan di jadikan warisan pada anak-anaknya kelak..."
"lalu apa fungsi dari Kriss ini"Vero masih penasaran sedangkan Reno dan Steven hanya mendengarkan setiap penjelasan Riana..
"itu bisa berguna jika kalian sedang berada dalam bahaya,Ver itu adalah Kriss yg di berikan ayah untukku yg satunya untuk bang Reno dan yg satunya lagi untuk suamiku kelak..jika kalian sedang dalam bahaya itu bisa sedikit membantu kekebalan tubuhmu.."
"maksudnya?"
Riana tersenyum lalu mengeluarkan sebuah pisau tajam dari kotak itu,tanpa aba-aba Riana langsung mengiris tangan Vero dengan keras..dan betapa terkejutnya mereka
saat melihat tangan Vero tak terluka sedikitpun...
"Riana?aku sedang tdk bermimpi kan?"ucap Vero dengan mata melotot
"tentu saja tidak,apa kau mau meliha yg lebih dari ini?"tanya Riana pada Vero yg di jawab anggukan oleh Vero Krena sudah tak bisa lagi berkata-kata
kemudian Riana mengeluarkan sebuah pistol..ke arah kepala Steven dengan jarak dekat yg membuat mereka semua seketika tegang..
"dek apa yg akan kau lakukan pada calon suamimu?"tanya Reno panik..
"kalian minnggirlah"ucap Riana santai
Vero dan Reno menurut menjauh dari Riana dan Steven..
Steven tetap tenang walau Riana mengarahkan pistol di kepalanya...dan...
DOR....
satu tem***n dari Riana, Steven yg sempat menutup matanya kini membukanya saat tdk merasakan sakit sama sekali..
BERSAMBUNG..
( selamat membaca dan jangan lupa untuk memberikan semangat untuk author dengan cara like and komen agar author tetap semangat menulis dan merangkai cerita untuk kalian semua semoga kalian semua sehat selalu 😊)
\*\*\*\*\*\*HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN\*\*\*\*\*\*\*
~~~~~BYE BYE~~~~~
__ADS_1