
pagi-pagi sekali Riana berangkat dari kontrakan menuju perusahaan MAHEZA milik Steven.
"*permisi pak,Apa benar ini perusahaan Mahesa milik tuan Steven?"tanya Riana pada satpam penjaga*
"betul Nona ada yang bisa saya bantu ?"*
"Iya Pak Saya mau menemui pemilik perusahaan ini "
"maaf Nona tidak sembarang orang yang bisa menemui Tuan Stefan Apa Anda sudah membuat janji dengan tuan Steven?"*
"sudah Pak tuan Steven memberikan kartu nama ini pada saya katanya jika saya datang ke sini saya tinggal memperlihatkan kartu ini pada bapak "*
"kalau begitu Tunggu sebentar ya nona biar saya hubungi dulu Tuan Stevan "*
"iya pak"
tring... tring..
"(halo tuan,ada yang mau bertemu dengan Anda tuan Katanya dia sudah membuat janji dengan tuan,Dia seorang wanita dan memperlihatkan kartu nama pada saya tuan)"
"(biarkan dia masuk )"
"(baik Tuan )"
satpam membukakan pintu gerbang untuk Riana setelah di beri ijin pada steven.
"silahkan masuk nona"
"Terima kasih Pak "
Riana memasuki pintu gerbang menatap sekeliling menatap takjub pada gedung perusahaan Steven yg ada nama MAHEZA yg tercantum di atas gedung itu..
"**wah... besar sekali perusahaan milik tuan Steven seperti yg ada di film-film**"
perlahan Riana memasuki pintu masuk ke dalam perusahaan milik Steven banyak karyawan yang menetapnya aneh mungkin karena Pakaiannya yang terlihat kampungan dan sederhana tak lama seseorang menghampirinya.
"*maaf sedang cari siapa ?"tanya seorang wanita*
"*sedang cari tuan Steven Mbak* "
dengan tatapan sinis wanita itu seakan menatap rendah pada Riana..
"tuan Steven tidak bisa di temui oleh sembarang orang,jadi sebaiknya anda pulang saja"
"tapi saya sudah membuat janji dengan tuan Steven"*
"ahhaa kamu jangan ngarang cerita,mana mungkin tuan Steven mau bertemu dengan orang kampungan seperti kamu"wanita itu tertawa terbahak-bahak.*
"ada apa ini?"tanya Vero yg baru saja sampai*
"ini tuan,gadis kampungan ini katanya mau bertemu tuan Steven mana pake ngarang cerita segala lagi kalau sudah buat janji pada tuan Steven,mana mungkin tuan Steven mau buat janji dengan gadis kampungan sepertinya"*
"tutup mulutmu Anggi,dia memang sudah membuat janji dengan tuan Steven."Vero membentak Anggi, seorang sekretaris di kantor Steven.*
"Ayo Riana ikut saya menemui tuan Steven"*
__ADS_1
"Baik tuan*"
Vero dan Riana kemudian melangkah pergi meninggalkan Anggi yg sedang kesal menatap tajam pada Riana .
"awas aja kau gadis kampung"gumam Anggi
tok..tok..
"masuk".
"tuan,ini Riana sudah datang"
"suruh dia masuk"*
"Riana ayo silahkan masuk"ucap Vero
"terimakasih tuan".*
"permisi tuan"sapa Riana pada Steven..*
"duduk Riana"Steven.
"terimakasih tuan*"
Steven memberikan surat kontrak pada Riana dimana di sana tercatat .
NAMA
ALAMAT
DAN LAINNYA.
ISI KONTRAK ADALAH DIMANA RIANA AKAN BEKERJA SEBAGAI SEKRETARIS MANAGER TEMPAT DIMANA RIANA AKAN BEKERJA,GAJI PERBULAN SEBANYAK 5 JUTA AKAN DI POTONG 2 JUTA PERBULANNYA SELAMA LIMA BULAN KERJA UNTUK MELUNASI UTANGNYA JADI SELAMA LIMA BULAN RIANA HANYA AKAN MENERIMA GAJI SEBANYAK 3 JUTA PERBULANNYA SELAMA LIMA BULAN KERJA SETELAHMYA AKAN MENERIMA GAJI UTUH DI BULAN BERIKUTNYA YAITU 5 JUTA PERBULAN,RIANA DI KONTRAK SELAMA FUA TAHUN KERJA.
Riana selesai membacanya sempat Riana di buat syok melihat isi kontraknya dimana posisinya langsung menjadi sekretaris manager dan gaji yg cukup besar bagi Riana , bagaimana tidak bahkan di tempat Riana bekerja sekarang hanya di gaji sebanyak satu juta setengah.
"apa tuan tidak salah dengan isi kontraknya?"
"salahnya ada di mana?"*
"maaf tuan, maksud saya ini terlalu berlebihan tuan bahkan saya langsung di posisikan menjadi sekretaris manager dan di gaji sebanyak 5 juta perbulannya,"*
"itu tdk berlebihan,kau juga harus menjadi desainer dan menggambar beberapa gaun dan yg lainnya,di bawah surat itu ada yg tercatat,kamu baca lebih teliti."*
SELAIN MENJADI SEKRETARIS MANAGER RIANA HARUS MEMBUAT DESAI GAUN SERTA DESAI LAINNYA APABILA DESAIN YG DI BUAT BISA TERPILIH AKAN ADA BONUS SETIAP DESAIN YG RIANA BUAT DALAM SATU DESAI AKAN DI HARGAI 10 JUTA RUPIAH .SEKIAN*.
mata Riana semakin membulat saat melihat harga yg akan di berikan sebanyak 10 juta rupiah per desain.
"apa tuan yakin? ini bukanlah uang sedikit tuan,bagaimana bisa tuan menghargainya sebanyak ini?"
"memang seperti itu"*
"terimakasih banyak tuan"*
__ADS_1
"apa kamu bisa menggambar desain gaun sekarang saya ingin melihatnya langsung"
"boleh tuan."*
"Ver berikan padanya kertas dan pensil"*
"siap boss"
Vero memberikan kertas dan pensil pada Riana agar bisa menggambar gaun yg akan di tunjukkan pada steven.perlahan Riana menggaris menggunakan pensilnya hanya butuh lima menit Riana menyelesaikan gambarnya..
"*sudah tuan"*
"apa?? selama lima menit kamu sudah menggambarnya?"tanya Vero..
Riana tersenyum "iya tuan,silahkan di lihat maaf jika masih banyak yg harus dibperbaiki*."
Steven mengambil gambar yg di berikan oleh Riana ,Steven tersenyum tipis saat melihat gambar Riana yg sangat bagus dengan menggambarkan gaun bermotif bunga mawar berwarna merah menyala bentuk melingkar di bagian bawah dengan kain bertingkat tiga dan atasannya menggunakan kain renda dan di bagian lengannya terdapat kain pendek sebelah kiri dan sebelah kanannya menggunakan selendang panjang.
"Bagus, saya suka dengan modelnya sangat sempurna."
"coba kulihat"ucap Vero
mata Vero membulat mulutnya menganga melihat begitu indahnya gambar yg di buat oleh Riana..
"*fixs...ini benar-benar indah Riana,kau memang berbakat..tuan kau tdk salah memilih Riana untuk bekerja di butik milik tuan..sudah pasti akan menjadi lebih terkenal lagi dengan adanya rancangan desain dari Riana."*
"kau betul,Riana memang berbakat."*
"ahh,biasa aja tuan"Riana tertunduk malu dengan muka memerah Krena pujian..*
"kau tau Riana? tuan Steven tak pernah memuji ,jika tuan sudah memuji itu berarti kau benar-benar berbakat di matanya,atau*......"
mata Steven melotot menatap tajam pada Vero hampir saja Vero berkata yg tidak-tidak bisa saja Riana akan salah tanggap pada Steven.
Vero hanya cengengesan dengan menggaruk kepalanya yang tdk gatal..
"hehe..maaf ..pechh"
Riana terkekeh melihat Vero yg salah tingkah Krena tatapan tajam dari Steven.
"Riana kamu kalau tersenyum makin cantik..pacaran yuk!!"seru Vero.
"sana pacaran sama OB tuh si Riska selalu menantimu"ucap Steven kesal.*
"yg benar aja boss,masa iya pria setampan aku pacaran sama Riska mana dia seperti orang yg tak waras lagi "*
"ahahhah "Riana semakin tak bisa menahan tawanya saat melihat Vero ngambek*.
diam-diam Steven tersenyum menatap Riana sekana terhibur oleh lelucon Steven dan Vero..
entah mengapa Steven merasa ada yg berbeda dengan dirinya saat mulai pertama kali bertemu Riana..senyum Riana selalu terngiang-ngiang di pikiran seorang mafia kejam seperti Steven.
.......
(selamat membaca dan jangan lupa untuk memberikan semangat untuk author dengan cara like and komen agar author tetap semangat menulis dan merangkai cerita untuk kalian semua 😊)
********HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN******
__ADS_1