Istri Kedua Mafia Kejam

Istri Kedua Mafia Kejam
BAB 17


__ADS_3

DOR....


satu tem***n dari Riana, Steven yg sempat menutup matanya kini membukanya saat tdk merasakan sakit sama sekali..


plak plak plak....


Anjani bertepuk tangan kegirangan melihat bahwa Steven tdk terluka sedikitpun bahkan peluru itu terpantul ke arah Riana tapi tentu saja Riana sudah tau jadi dia sudah menghindar lebih dulu,Krena sebelumnya Riana sudah mempelajari semuanya dari ayahnya yg ternyata juga mantan mafia yg paling terkenal bahkan lebih terkenal dari Steven akan tetapi ayah Riana memilih untuk hidup sederhana dan keluar dari dunia bawah tana demi menjalani hidup damai bersama keluarga kecilnya ..siapa yg tak mengenal nama KIM dia adalah mafia legenda yg paling di takuti oleh seluruh kalangan mafia ..


bahkan peluru dan benda tajam pun takut pada sosok KIM itulah mengapa tak ada yg berani dengannya dan demi keselamatan putra dan putrinya KIM merahasiakan identitas asli Riana dan Reno dia merubah nama Riana menjadi Seli dan Reno menjadi Sean saat ada pertemuan antara para mafia..itulah mengapa tak ada yg tau jika Riana dan Reno adalah anak dari KIM kecuali Riana dan Reno saja yg tau tentang identitasnya yg di palsukan oleh ayahnya..termasuk ibunya..



"wah...hebat"seru Vero dan Anjani bersamaan..



"sa....sayang"bahkan Steven merasa tercengang bicarapun dia gugup saking syoknya..



Riana kembali tersenyum pada steven yg masih menganga..



"aku akan jelaskan nanti pada kalian tentang siapa aku dan bang Reno nanti sekarang pergilah para pengawal kalian sedang menunggu kedatangan boss mereka..kalian simpan Kriss itu ke pinggang maka Kriss itu akan menghilang masuk menembus tubuh orang yang memakainya...dan setelah itu aku akan katakan cara untuk mengeluarkannya..."



"wah benar-benar gila,bahkan kami tdk akan terluka sedikitpun jika memakai ini RI"kagum Vero


"jangan salah tuan Vero,kalian akan terluka jika terkena dengan pukulan dan hantaman semacam kayu atau bom..benda itu hanya melindungi kalian dari senjata tajam dan sebuah pistol saja.."jelas Riana


Steven dan Vero mengangguk paham, sedangkan Reno sudah mengetahui itu walaupun dia tak pernah mencobanya tapi dia sudah pernah di ceritakan oleh ayahnya tentang Kriss itu...



"bawa pistol ini juga,pistol ini sekali tembak akan mengeluarkan peluru lima sekaligus itu akan sangat berguna jika di gunakan saat peperangan."



"apa kau tak keberatan jika kami memakainya? maksudku jika Reno saudaramu Steven calon suamimu beda denganku yg tdk akan menjadi dari bagian hidupmu"Vero merasa tak enak jika harus menerima benda yg di berikan oleh Riana.



"tuan Vero kemarilah,kau adalah sahabat bang Reno dan tuan Steven,maka kau juga akan ku anggap menjadi Abangku sama seperti bang Reno,apa tuan Vero tdk keberatan jika aku memanggil tuan Vero dengan sebutan Abang?"



Vero tersenyum lalu memeluk Riana"tentu saja aku tdk keberatan Riana justru aku sangat sangat senang krena sekarang memiliki adik sepertimu."Vero meneteskan air matanya Krena selama ini dia tdk tau dimana keluarganya dan tak memiliki siapa-siapa dan Riana justru ingin menganggapnya Sebagai abangnya...



"pergilah,dan kembali dalam keadaaan selamat aku akan tetap menanti kepulangan kalian.."ucap Riana pada ketiganya.



"kalau begitu Abang dan lainnya pergi dulu ya dek"Reno



"iya bang,"

__ADS_1



kini Riana menatap Steven dan meneteskan airmatanya..



"sayang kenapa menangis?"tanya Steven sembari mengusap air mata Riana



Riana memegang tangan Steven yg berada di pipinya"tuan kembalilah dengan selamat aku sudah sangat ingin menjadi istrimu aku sudah sangat nyaman dan mencintaimu tuan"



Steven mengecup kening Riana" tentu saja sayang"



Steven dan Reno kini berangkat lebih awal menuju ke markas sedangkan Vero mengantar Riana dan Anjani terlebih dulu ke apartemen milik Reno agar mereka bisa tetap aman..



dan setelahnya Vero menyusul Steven dan Reno menuju ke markas..



sesampainya Steven dan Reno mereka melihat banyak anak buahnya yg sudah babak belur meski tak ada korban jiwa dari anak buahnya.



"kalian sudah datang tuan?"seru salah satu anak buahnya .




"tapi tuan..."


"jangan membantahku,Reno dan Vero akan ikut membantu bawa saja orang-orang kita yg sedang terluka.."teriak Steven lagi..


"baik tuan"


"ahahhaah Steven Steven..menyerahlah dan berikan semua kekuasanmu yg ada di bawa tanah padaku kau tak akan mungkin bisa melawanku "tawa Thomas musuh sesama mafia Steven


"jangan mimpi cuiihhh"Steven


Thomas geram dan sangat marah saat Steven meludahi bajunya..


"bajingan beraninya kau,,,serang mereka"teriak Thomas..



Steven dan Reno sudah bersiap memegang sebua pist\*l yg sudah di berikan oleh riana dan tak lama Vero muncul dan ikut bergabung..


dor..


dor..


dor.


suara tem""n terus menerus terdengar dan benar saja saat Steven dan Vero mencoba men"""k menggunakan pis"ol yg di berikan Riana langsung menembus jantung lima musuh sekaligus yg berada di dekat sasaran.

__ADS_1



"benar-benar hebat bukan?"teriak Vero pada Steven..



"ya kau benar sangat menakjubkan"seru Steven dengan senyum Smirknya.



Reno membabi buta menembaki mereka semua sampai Thomas saja di buat syok saat ketiganya mampu meratakan seluruh anak buahnya tanpa ada yg terluka sedikitpun dari mereka...



"ahaha, Thomas Thomas sebaiknya kaulah yg menyerah bahkan kau sama sekali bukan tandingan ku"Steven tertawa puas dengan wajah psikopatnya..



"tidak akan"teriak Thomas



"wah tuan,bahkan saat dalam keadaan terdesak pun dia masih bisa berteriak padamu tuan haha"Vero ikut tertawa.



"Reno,bawa dia masuk ke markas,berani memasuki markas one punch itu berarti sudah siap untuk ma\*i."



"siapa tuan "ucap Reno



Reno dan pengawal lainnya memborgol tangan Thomas dan menyeretnya masuk ke dalam penjara ruang bawah tanah..



setelah selesai Steven memerintahkan pengawalnya untuk membereskan kekacauan yg sudah di buat oleh Thomas dan anggotanya..



"kita kembali ke apartemen sekarang "ucap steven pada kedua sahabatnya.



"bagiamana dengan Thomas?"tanya Reno


"biarkan dia menikmati dulu setiap makanan yg akan di berikan oleh anak buah kita."ucap Steven dengan senyum Smirknya


Reno dan Vero tentu saja mengerti maksud dari ucapan Steven,bukan makanan pada umumnya yg bisa di nikmati saat lapar tapi makanan seperti pukulan dan cam"uk Berjam-jam.



BERSAMBUNG...


(selamat membaca dan jangan lupa untuk memberikan semangat untuk author dengan cara like and komen agar author tetap semangat menulis dan merangkai cerita untuk kalian semua semoga kalian semua sehat selalu 😊)


\*\*\*\*HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN\*\*\*\*


__ADS_1


__ADS_2