
setelah perbincangan antara Steven dan Reno mereka kemudian kembali menemui Riana dan lainnya...
"adek"panggil Reno
"iya Abang?"
"apa masih sakit?"
"sediki"
"sayang mau ke rumah sakit aja?"Steven
"tidak perlu tuan"
"aku sudah bicara dengan Reno soal pernikahan kita,lusa kita akan menemui ibu di kampung"
"kenapa tiba-tiba tuan?"
"lebih cepat lebih baik dek"Reno
"tapi bang bagaimana dengan nyonya Sera?"
"itu bukan urusanmu,tapi urusan Steven"
Riana menatap ragu pada steven lalu kemudian Steven mengangguk kecil .
"aku akan menikahimu secara sah,aku tak peduli dengan Sera"Steven
"apa tuan yakin?"
"sangat yakin"
"itu jauh lebih bagus Riana,aku juga sudah muak dengan macan tutul itu"Vero
"macan tutul?"ucap anjani
"hehe,iya istrinya tuan Steven"Vero menggaruk tengkuknya yang tdk gatal.
"memgnya tuan Steven menikahi hewan?"tanya Anjani polos
"ahahahha,mereka semua tertawa termasuk Riana dan Steven.
"apa ada yg aneh dengan ucapanku?"tanyanya polos
"GK ada yg aneh kok"Vero.
"Abang"Riana
Reno mendekat lalu mengelus pipi Riana"ada adikku sayang?"
"soal barang yang di titipkan ayah pada Riana buat Abang"
"kenapa?"
"Riana sudah berjanji pada Ayah jika suatu alsaat Riana bertemu Abang Riana harus langsung memberikan pada Abang"
"kalau begitu ayo kita ambil".
"ada di kontrakan Riana bang"
"mulai sekarang kamu akan tinggal di sini bersama Abang,jadi kita akan mengambil barang-barang mu di sana sekarang"
"tapi bang,aku tdk map jauh dari Anjani,dia satu-satunya sahabat Riana"
"kamu bisa bawa Anjani juga tinggal breng kita"
mata Riana dan Anjani berbinar, sebenarnya Anjani juga
tdk mau jauh dari Riana Krena mereka selama dua tahun mereka selalu bersama.
"benarkah?"Riana
"tentu saja,Anjani apa kau tdk keberatan?"Reno
Anjani menggeleng "tidak tua,hanya saja
aku takut merepotkan tuan"
"jika menyangkut orang yg adikku sayangi maka aku tdk merasa di repotkan sama
sekali,agar Riana juga memiliki teman saat aku tak ada"
"Abang jarang pulang ke apartemen,jadi kau dan Anjani bisa tetap disini tanpa merasa kesepian"
__ADS_1
Riana
memeluk Reno "terimakasih bang,Riana sayang sama Abang"
Reno membalas pelukan Riana "Abang lebih menyayangimu dek"
"tuan terimakasih sudah mengijinkan saya tinggal disini"Anjani
"sama-sama, tolong jaga adikku jika aku tak berada di apartemen"
"dengan senang hati tuan,Riana sudah ku anggap sebagai adikku sendiri"
"hmm"
kruk....
"sayang kamu lapar?"tanya Steven saat mendengar bunyi perut Riana.
"hehe iya tuan"
"ayo kita cari restoran,kita makan bersama"
"yey...aku mau makan yg banyak dan juga makan es krim yg banyak"rengek Riana.
Steven tersenyum sembari mengacak-acak rambut Riana dengan pelan ..
"iya, kamu mau makan apapun boleh ,habis itu kita ke mall terus sekalian singgah ke butik Krena kamu sekarang kerja di sana, sekalian sahabatmu ini juga akan ku pekerjakan disana agar ada yg bisa menemanimu disana"
"ahh, terimakasih tuan"Riana memeluk Steven penuh sayang..
"Jani,mau yah kerja bareng aku?"harap Riana..
Anjani tersenyum manis "tentu saja aku akan selalu ada untukmu adikku yg manis"Anjani.
"tuan terimakasih Krena sudah mau mempekerjakan saya di butik anda"
"hmm,iya"
mereka semua kemudian berangkat ke sebuah restoran untuk makan bersama lalu menuju ke mall milik Steven.
"sayang kamu boleh pilih apa saja yg kamu mau"
"apa saja tuan?"tanya Riana
Steven mengangguk "iya apa saja,ajak Riana juga ,ambil ini walaupun mall ini milikku tapi kau harus tetap membayarnya.."Steven memberikan black card pada Riana.
"jadi mall ini milik tua?"
"iya"
Riana tertunduk lesu"ada apa sayang kenapa jadi sedih gitu?"Steven
"aku hanya berfikir apa aku pantas menikah dengan tuan yg kaya raya sedangkan aku hanya orang biasa"
"aku tak peduli tentang itu jadi kap tak perlu memikirkan hal itu"
"benar yg di katakan Steven dek,kau tak perlu memikirkan hal itu,tugasmu hanya untuk menghabiskan uang suamimu nanti hahah"ledek Reno
"betul yg di katakan Reno,Jia aku jadi kamu akan ku kuras semua hartanya untuk bersenang-senang haha"Vero ikut tertawa
Anjani dan Riana menatap kesal pada keduanya.."kalian pikir semua wanita itu mata duitan?"kesal keduanya .
__ADS_1
"hehe,bukannya gitu selagi bisa kenapa tidak,iyakan ren?"Vero
"iya dong apalagi kekayaan boss kita tdk akan habis sampai tujuh turunan tujuh tanjakan tujuh belokan,haha"Reno
"hmm,senang sekali kalian menggodaku hah?"bentak Steven.
"haha maaf"
merekapun sama-sama memasuki mall milik Steven Riana dan Anjani pergi ke toko tas sedangkan ke tiga pria itu berada di ruang pribadi Steven,tak mau menunggu para wanita berbelanja yg akan membuat mereka bosan, mereka lebih memilih membicarakan tentang bisnis dan markasnya...
"awwhhh,"ringis Riana saat seorang wanita menabraknya...
"ehh bukannya kau yg sempat ada di kantor suamiku?"tanya Sera
Anjani membantu Riana berdiri..lalu Anjani menatap Sera..
"benar nyonya "Riana
"lalu dimana suamiku?"
"ehh..anu.."
"anu apa?"
"suami anda tdk ada,bisa anda liat sendirikan kalau kami disini hanya berdua"Anjani
Sera menatap tak suka pada Anjani lalu kemudian kembali menatap Riana.
"kau sembunyikan di mana suamiku hah"bentak Sera sembari menarik rambut Riana..
"awwhhh, sakit nyonya"
"hey..lepaskan tanganmu"bentak Anjani..
"tidak akan,dia hanya perempuan murahan jangan kau coba-coba ikut campur "
"sudah ku bilang lepaskan"Anjani menendang perut Sera hingga terpental ke belakang."
"awwhhh,\*\*\*\* beraninya kau "geram Sera bangkit ..
"jika kau berani menyentuh sahabatku,maka aku juga bisa berani padamu ,dasar sapu ijuk"Anjani tak mau kalah dia lebih keras membentak Sera..
tangan Sera mengepal kuat mukanya memerah ingin sekali rasanya Sera membunuh gadis itu .
"apa kau bilang? kau mengataiku apa?"
"aku bilang kau sapu ijuk"
"bangsat.."Sera mengayungkan tangannya ingin menampar Anjani tapi di tepis oleh Riana..
"jangan menyakiti orang-orang yg aku sayangi nyonya,saya sudah cukup sabar dengan anda tapi anda semakin bertingkah"Riana menghempaskan tangan Sera dengan keras.
"awhhh..\*\*\*\* dasar \*\*\*\*\*\*"Sera meringis saat tangannya terlihat memerah akibat cengkeraman Riana yg begitu kuat....
"berani sekali kau padaku, bocah apa kau tidak tau siapa saya?"
"maaf saya tak pernah mau tau siapa anda nyonya"jawab Riana
BERSAMBUNG....
(selamat membaca dan jangan lupa untuk memberikan semangat untuk author dengan cara like and komen agar author tetap semangat menulis dan merangkai cerita untuk kalian semua semoga kalian semua sehat selalu 😊)
\*\*\*\*\*HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN\*\*\*\*\*
~~~~BYE BYE~~~~
__ADS_1