
Reno yg mengetahui bahwa Vero begitu sangat penasaran memilih untuk mengerjainya sesekali..
"aku mau tidur dululah,rasanya tubuhku sangat lelah akibat pertempuran tadik"Vero berpura-pura bangkit dari duduknya mau menuju ke kamarnya..
"Reno bangsatttt!!!!"teriak Vero
"ahahahha"Reno tertawa terbahak-bahak melihat muka kesal Vero yg sangat menggemaskan..
"katakan dlu semuanya bangsat baru kau tidur selamanya juga tdk apa-apa"maki Vero
"ihh dasar teman laknat,mana keponya melebihi ibu-ibu komplek lagi๐"ledek Reno
"duduk atau ku pisahkan kepalamu dari tubuhmu yg tak berguna itu"teriak Vero yg semakin kesal
sedangkan yg lainnya hanya tertawa kecil melihat keduanya..
"iya iya sensitif amat sih kayak gadis yg lagi PMS aja"
"oke gue lanjut...Riana memiliki keahlian ilmu meretas....."
kembali Reno menjeda ucapannya melihat reaksi mereka .
Steven dan Vero bersamaan menatap ke arah Riana sedangkan Riana hanya tersenyum kikuk...
"Riana bahkan mampu meretas apa yg orang lain tdk bisa, seperti meretas data perusahaan,cctv jalanan dan ...."
"dan apa?"tanya Steven
"bang,GK usah di lanjut"ucap Riana
"kenapa sayang aku juga ingin tau semua tentang calon istriku "bujuk Steven
"hmm,iya deh.."
"Riana juga bahkan mampu membuat hidup kalian berdua jatuh miskin dan menjadi gelandangan dalam hitungan menit ahahahha"Reno sangat senang jika menggoda kedua sahabatnya..
"sialan..katakan dengan jelas bangsat jika tidak akan ku perintahkan Vero untuk menghajar mu melihat dia dari tdik menahan diri untuk menghajarmu"kesal Steven.
"wahh,kau benar dari tdik aku mencoba menahan diri agar tak menghajarnya saat ini."geram Vero
"haha iya iya lanjut deh ...tapi memang benar yg ku katakan tdik bahwa Riana bahkan mampu membuat hidup kalian berdua menjadi gelandangan dalam hitungan menit "
"kenapa bisa?"tanya Vero
"Krena Riana mampu meretas isi rekeningmu dan semua aset-aset yg kau miliki hanya berada di depan laptop selama beberapa menit semua bisa dengan mudah menjadi milik Riana jika dia mau,dan soal Sera itu hanyalah hal kecil bagi seorang hacker profesional seperti Riana.
"what...sungguh kemampuan di luar batas"puji Vero
"Sayang apakah semua yg di katakan Reno itu benar?"tanya Steven mencari kebenaran pada Riana.
Riana hanya mengangguk kecil"ii..ya tuan"
"jika memang kau memiliki kemampuan seperti itu mengapa kau lebih memilih menjalani hidup yg sederhana dan capek-capek bekerja keras dengan gaji yg tak seberapa sedangkan uang triliunan saja bisa kau dapatkan dalam sekejap "
"tuan itu semua tdk akan halal,aku tdk mau makan uang yg bukan hak aku.aku masih bisa bekerja keras untuk mencari sesuap nasi bagaimana mungkin aku bersantai menikmati hasil keringat orang lain."
"kau memang the best Riana aku bangga padamu"ucap Steven dan Vero.
"aku juga bangga padamu Riana"ucap Anjani
__ADS_1
"aku juga bangga pada kalian semua"Riana
"Riana,bolehkah aku melihatmu melakukan peretasan Secara langsung,mau yah aku sangat penasaran "rengek Vero
"tapi aku tdk bisa asal meretas milik orang lain apalagi orang itu mencari nafkah dengan cara yg halal dan bersusah payah."
Vero menatap Steven lalu tersenyum smirk.
"ada apa kau menatapku seperti itu?"tanya Steven
"kau tau kan Thomas sekarang sudah ada di tangan kita dan itu berarti kita bisa saja melakukan uji coba pada perusahaan miliknya dan jika berhasil kita bisa menyumbangkannya pada panti asuhan dan orang yg lebih membutuhkannya,lagian juga hasil yg dia dapat hasil dari memperdagangkan manusia, narkoba dan hal yg melanggar lainnya."jelas Vero panjang lebar.
"aku setuju"ucap Reno
"kalau aku sih terserah Riana aja,dia mau atau tdk"ucap Steven
"apa Thomas itu adalah orang yg menyerang markas kalian?"tanya Riana
"iya RI"ucap Vero
"tunggu sebentar "Riana bangkit lalu kembali membawa laptop Miliknya yg selama ini selalu ia bawa kemanapun dia berada..
"nah sekarang katakan siapa nama lengkapnya dan apa nama perusahaannya "ucap Riana.
"Thomas sekto Sanjaya nama perusahaannya Sanjaya "ucap Steven
"tunggu akan ku cari"
Riana mengotak-atik laptopnya dengan lincah membuat orang yg melihatnya terkagum-kagum termasuk Steven,ada senyuman yg terbentuk di bibir mafia itu.
"dapat"tak butuh waktu lama hanya butuh dua menit Riana sudah mendapatkan informasi tentang Thomas dan perusahaan Sanjaya.
"hah?? secepat itu RI?"ucap Vero
"memangnya sebanyak apa kekayaan yg di miliki Thomas?"tanya Vero
"lumayan banyak bang Vero,sebanyak 378 triliun"
prak...
Vero menggebrak meja membuat semua ada di sana tersentak kaget..
"woii bangsat kau mau membunuhku apa ? membuatku jantungan saja"terian Reno.
"tidak bisakah kau diam dengan tenang?"teriak Steven juga.
"heheh,maaf sahabat-sahabat baikku"Vero cengengesan lalu kembali duduk.
"jujur gue hanya kaget uanga sebanyak itu Riana bisa dapatkan dalam hitungan detik"Vero
"kau hebat sayang,aku bangga memilikimu"Steven mencium kening Riana yg di balas senyuman manis oleh Riana.
"lalu akan ku kirim kemana uang sebanyak ini?"tanya Riana
"kirim rekeningku saja sayang nanti kita akan sumbang kan pada orang-orang yg membutuhkan"ucap steven
"bagi ke gue juga yah"rengek Vero
"boleh deh,50 triliun cukup tidak?"ucap riana
__ADS_1
"kau membuat jantungku hampir copot Riana jngankan 50 triliun bahkan 10 triliun pun aku belum pernah punya."
"kalau begitu nanti ku kirim ke Abang Vero 50 triliun,kak Anjani juga mau?"tanya Riana
"hehehe,siapa sih yg GK mau jika di beri lumayan untuk lanjut S3"Anjani
"baik kak Anjani aku kirim 15 triliun yah"
"jangan terlalu banyak "tolak Anjani
"kak itu tdk terlalu bnyak di banding kejahatan Thomas bahkan informasi yg ku dapat dia juga memperjual organ manusia sungguh manusia biadab bukan,bahkan gadis-gadis di jadikan pelacur dan bayi-bayi akan di jual pada orang-orang kaya yg tdk memiliki anak"
"kau bisa tau se detail itu sayang?"tanya Steven heran
"tentu saja saya tau bahkan saya juga bisa tau informasi sekecil apapun tentangmu tuan๐"ucap Riana menggoda Steven dengan kedipan mata.
Steven mengacak-acak rambut Riana"kau memang pandai segala bidang termasuk pandai menggodaku haha"Steven.
Riana kemudian melanjutkan proses pemindahan aset Thomas pada rekening Steven,Vero dan Anjani.
selama kurang lebih lima menit dan ..
"selesai"
tring..
tring..
tring ..
notif handphone ke tiganya yg membuat bola mata mereka menyala kegirangan..
"wahh..Riana ini bahkan belum sampai lima menit tapi kau sudah berhasil, terimakasih adik kecilku 50 triliunnya"ucap Vero mengacak-acak rambut Riana.
"sama-sama bang Vero"
"Riana kau beneran memberikan kak Anjani 15 triliun?"ucap Anjani tak percaya..
"tentu saja,buat sahabat terbaikku apa yg tdk mungkin"
"ahhh,jadi makin sayang deh"Anjani memeluk sayang pada Riana..
berbeda dengan Steven yg melihat banyaknya yg masuk di rekeningnya dia hanya tersenyum tipis
"sayang kau mengirim semuanya ke rekening ku 313 triliun,apa kau tak mau mengambil untuk keperluanmu?"tanya Steven
"tdk perlu tuan aku akan mencari uang dengan cara bekerja keras di butik tuan"Riana
"butik kita"ucap steven
"kita?"Riana
"iya,Kitakan akan segera menikah jadi apa yg menjadi milikku akan menjadi milikmu juga "jelas Steven.
BERSAMBUNG...
(selamat membaca dan jangan lupa untuk memberikan semangat untuk author dengan cara like and komen agar author tetap semangat menulis dan merangkai cerita untuk kalian semua semoga kalian semua sehat selalu ๐)
\*\*\*\*\*\*\*HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
~~~~BYE BYE~~~~