
Steven dan Vero masuk ke dalam ruang VIP di mana Riana dirawat,setelah Riana tadi sempat mendapatkan pertolongan Dia kemudian dipindahkan ke dalam ruangan VIP oleh dokter atas perintah Stevan.
Event menatap wajah Riana yang saat ini masih belum sadarkan diri dan tak lama Riana pun tersadar.
"*ada Di mana aku ?"lirih Riana pelan.*
"kau sudah sadar ?Sekarang kamu sedang berada di rumah sakit ."ucap Steven.*
"Terima kasih Tuan telah membantu saya,saya mau pulang saja Tuan Saya tidak akan sanggup untuk membayar ruang VIP ini"*
"semua sudah saya bayar jadi kamu tidak perlu memikirkan tentang biaya administrasi ."*
"tapi Tuan ini sangat mahal Saya tidak akan sanggup untuk mengganti uang tuan."*
"tak perlu kau pikirkan itu Saya tidak menganggapnya sebagai hutang ."*
"tidak Tuan Saya tidak bisa menerimanya Izinkan saya membayarnya dengan cara mencicilnya "*
"Terserah kamu saja maunya gimana "*
"Terima kasih Tuan sekali lagi !!"
"hmm."*
"Riana Bagaimana kamu bisa mengalami kecelakaan tunggal "tanya Vero
"Saya juga tidak tahu Tuan tapi tadi tiba-tiba rem motor saya blong jadi saat ada yang menyeberang dengan cepat saya menghindari orang itu agar tidak ketabrak "jelas Riana..*
"Oh seperti itu tapi kamu tidak apa-apa kan ?"*
"tidak apa-apa Tuan Terima kasih karena ikut membantu saya "*
"tidak masalah sekarang istirahatlah kata dokter kamu bisa langsung pulang,"*
"iya tuan,"
"Tuan Apakah saya boleh meminta nomor ponsel Anda jika nanti saya sudah memiliki uang saya akan membayarnya sedikit demi sedikit "ucap Riana pada Steven.*
"boleh !! Ver Tolong kamu berikan nomor ponsel saya padanya* "
Vero kemudian memberikan nomor ponsel Steven pada Riana..
"Kamu tinggal di mana ?biar kami antar kamu pulang !"ucap Steven
"tidak perlu tuan saya bisa pulang sendiri "*
"tidak apa-apa kamu berikan saja alamatnya nanti kami akan mengantarmu pulang "
__ADS_1
"Baiklah Tuhan Sekali lagi saya berterima kasih padamu Tuan*."
tring ..tring ..ponsel Vero berbunyi.
"(halo tuan saya sudah membawa pengkhianat itu sedalam penjara di bawah tanah,Kapan Tuan akan ke markas ?)"tanya seberang telvon.
"(sebentar lagi saya akan ke sana bersama Tuan Steven )"
"(baik Tuan kalau begitu saya tutup dulu )
"(ya)."
veropun mengakhiri panggilan itu lalu menyimpan ponselnya ke dalam saku jas miliknya.
"siapa?"tanya Steven
"Reno katanya penghianat itu sudah ada di markas "ucapnya berbisik dan Steven hanya mengangguk.
tring .tring .. ponsel Steven berdering.
"itu nomor saya tuan,Tuan bisa menghubungi saya melalui nomor itu nanti jika saya sudah memilikin uang Saya akan menghubungi Tuan kembali "
"oke "
berpindah ke markas Steven disana Reno sudah menangkap penghianat yg bekerja di perusahaan milik Steven dia bekerja sebagai pengatur keuangan dia sudah bekerja selama 5 tahun di perusahaan MAHEZA milik Steven.
"*lepaskan aku bang\*\*t mengapa kau membawaku kemari?" siapa kau?"teriak bekhno.*
"pelankan suaramu breng**k atau kau akan ku tem**k saat ini juga"bentak Reno*
bekhno terdiam ketakutan saat Reno mengacungkan Pis**l ke arah kepalanya.dia lebih memilih diam daripada harus mati sia-sia.
"bawa dia ke penjara"perintah Remo pada kedua pengawalnya.
"siap boss*"
Reno kemudian keluar dari ruang bawah tana ke ruangannya sambil menunggu kedatangan boss besarnya dia menyempatkan diri untuk merakit sebuah senjata roket kecil yg pastinya bisa di manfaatkan saat adanya pertempuran.
Reno memang adalah orang kepercayaan Steven untuk menjaga keamanan markas dia yg menjadi kepala pengawal di sana berbeda dengan Vero yg menjadi orang kepercayaannya jika sedang di kantor dan juga menjadi sekretaris pribadi steven.mereka bertiga sudah seperti sahabat.
berlanjut ke cerita Steven,Riana dan juga Vero kini mereka sedang dalam perjalanan menuju kontrakan milik Riana.
"kamu tinggal di kontrakan ini Riana?"tanya Vero
"iya tuan,mari silahkan duduk..maaf jika tidak luas dan hanya ada kursi plastik ini yg bisa tuan duduki."*
"tidak masalah."*
"tunggu sebentar tuan biar saya buatkan minum untuk tuan Steven dan tuan vero"
"iya."
Riana beranjak menuju ke dapur untuk membuatkan minum untuk mereka berdua.
" apa tuan tdk keberatan duduk di kursi plastik seperti ini?"tanya Vero.
"tidak masalah"*
"wahh... seorang mafia yg kejam dan angkuh sepertimu ternyata juga mau duduk di kursi plastik seperti ini haha"
Steven menatap tajam pada Vero"diam jangan meledekku atau kursi ini akan melayang di wajahmu yg jelek itu"*
"yg bener aja !! muka setampan ini kamu bilang jelek? sungguh kau benar-benar kejam tuan*"
drap...drap..langkah kaki Riana terdengar dengan membawa mapan berisi dua cangkir teh hangat .
"maaf tuan hanya ada ini saja"
"tdk masalah"ucap Steven datar
"Riana kamu tinggal di sini sama siapa?"tanya Vero*
__ADS_1
"sendiri tuan"*
"memangnya orang tua kamu dimana?"
"ayah saya sudah tiada tuan,dan ibu saya ada di kampung"*
"lalu mengapa kamu tinggal di kontrakan ini ? maksudku kenapa tdk tinggal dengan ibumu?"*
"saya sudah tinggal di sini selama dua tahun tuan Krena saya kuliahnya di sini dengan bantuan beasiswa, kebetulan saya baru lulus makanya untuk sementara saya bekerja sebagai pelayan di restoran untuk menabung agar bisa mencapai cita-cita yg sudah lama saya impikan."*
"memangnya apa yg kamu impikan?"kini Steven yg bertanya..*
Riana tersenyum"saya sudah lama bercita-cita ingin memiliki butik dengan desain rancangan saya sendiri kebetulan saya hobby melukis tuan"*
Steven mengangguk-anggukan kepalanya"kebetulan saya memiliki butik jika kau berkenan kamu bisa bekerja disana,itupun jika kamu mau dengan begitu kamu bisa mencicil biaya rumah sakit padaku"tawar Steven*
mata Riana berbinar"tuan serius?"*
"iya "*
"saya mau tuan"
"kalau begitu besok kamu datang ke kantorku besok pagi jam 8 disana saya akan memberikan surat kontrak yg harus kamu tanda tangani sebelum masuk bekerja "*
"baik tuan,terima kasih tuan."*
"kalau begitu saya tunggu,jangan terlambat Krena saya tdk suka menunggu dan tidak suka dengan orang yg tdk profesional dalam bekerja"
"siap tuan,akan ku pastikan saya datang tepat waktu "*
"oke!! saya permisi dulu dan ini kartu nama saya kamu datangi tempat yg ada di sini dan katakan pada penjaga kalau kau sudah membuat janji padaku,Krena tdk sembarang orang bisa masuk ke dalam kantorku...ayo Ver kita balik"*
"Riana saya pamit dulu yah"pamit Vero..*
"hati-hati tuan.."*
........
(selamat membaca dan jangan lupa untuk memberikan semangat untuk author dengan cara like and komen agar author tetap semangat menulis dan merangkai cerita untuk kalian semua semoga kalian sehat selalu 😊)*
******HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN********
~~BYE BYE ~~~
__ADS_1