Istri Kedua Mafia Kejam

Istri Kedua Mafia Kejam
BAB 9


__ADS_3

* * mereka telah sampai di toko es krim tapi Riana belum juga terbangun dari pelukan Steven,Krena tdk tega membangunkan Riana terpaksa Vero turun membelikan banyak es krim buat Riana lalu berencana membawa Riana ke apartemen milik Steven Krena tdk mungkin jika Steven membawa Riana ke mansion.





"kita bawa Riana ke apartemen,tapi sebelumnya kamu turun membelikan Riana es krim yg banyak kalau perlu beli sama tokonya juga"Steven





"iya iya..."Vero*


veropun turun meninggalkan Steven dan Riana,Vero membelikan Riana banyak es krim sesuai perintah Steven...


"Riana kamu cantik,apa mungkin kau bisa menerima ku ?"batin Steven.




"aku terlanjur nyaman bila di dekatmu Riana,tak tau mengapa ada rasa tak rela jika kau tertawa bahagia bersama pria lain,apakah ini yg namanya jatuh cinta*?"


Steven mengusap halus pipi Riana lalu mencium keningnya,tak lama veropun datang dengan membawa banyak es krim lalu melanjutkan perjalanan ke apartemen milik Steven..


di sepanjang perjalanan Steven terus menatap tulus pada Riana dia benar-benar merasa nyaman apalagi posisi mereka sedang berpelukan,Riana tertidur di dada kekar Steven.


"stev,kamu yakin akan membawa Riana ke apartemen?"tanya Vero




"iya"*




"bagaimana kalau tiba-tiba macan tutul itu datang?"




"tidak akan,dia tdk tau sandi pintunya jadi dia tdk akan bisa lolos memasuki apartemen."*




"stev,bukannya kau dan macan tutul itu hanya menikah kontrak?"*




"iya "*




"kenapa tdk kau ceraikan saja dia"




"masih sisa enam Bulan lagi, perjanjian kontrak selama setahun,dan sekarang sudah enam bulan berlalu.."*




"tapi kamu menikahinya bukan berdasarkan cinta"*




"iya aku tau,tapi kami sudah menandatangani surat kontrak jadi aku tdk bisa melanggarnya.."*




"kalau begitu bagaimana jika kamu nyatakan perasaanmu pada Riana saja ,buat dia mengerti kalau kau dan istrimu itu hanya terpaksa menikah dan sebentar lagi kalian akan bercerai*.."


"aku takut Riana Akan menolakku"




"melihat tingkat Riana padamu ,aku merasa dia juga merasa nyaman denganmu"*




"kamu tinggal meyakinkan dia saja"sambung Vero lagi..*




"akan ku pikirkan, hanya saja aku tak tau bagaimana caranya menyatakan perasaanku padanya"*




"gampang itu mah,kamu tinggal memberikan dia suasana romantis seperti makan malam gitu terus kau buat kejutan dengan mendekor tempatnya menjadi suasana yg sangat romantis,aku punya ide tapi aku GK yakin kamu mau atau tdk"*




"ide apa?"*




"sini ku bisikin"


Steven mengangguk-anggukan kepalanya kemudian tersenyum tipis..



setelah melakukan perjalan selama dua puluh menit mereka sampai ke apartemen milik Steven.



Steven menggendong Riana ala bridal style menuju ke lantai atas menggunakan lift sedangkan Vero langsung pamit setelah mengantar mereka,entah kemana


Vero pergi sepertinya akan ada sesuatu yg di lakukan Vero..


Steven sampai ke dalam kamarnya meletakkan Riana ke atas ranjang dengan pelan agar tdk mengganggu tidur Riana..



Steven bergegas mandi setelah menidurkan Riana ke atas ranjangnya,setelah beberapa menit Steven keluar menggunakan handuk di lilit di pinggangnya,rambutnya masih basah hingga membuat ketampanannya menjadi berkali lipat apalagi dengan tubuhnya yg berotot denga


perut kotak-kotaknya....


"*arkkhh...."teriak riana saat terbangun tiba-tiba melihat Steven keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya.*


__ADS_1



Steven terkejut saking terkejutnya dia tdk sadar bahwa handuknya ternyata terjatuh kelantai membuat juniornya terpampang jelas,sontak hal itu semakin membuat Riana semakin berteriak..*




"tuan... handuknya"teriak riana*




Steven baru tersadar saat Riana menunjuk handuknya yg jatuh,dengan cepat Steven menarik handuknya lalu bergegas masuk ke kamar mandi...*




"astaga....ni handuk pake jatuh segala lagi,mana Riana sempat liat lagii,kan jadi malu...."Steven*




"ya ampun hampir saja jantungku copot lagian kenapa tuan Steven pake jatuhin handuknya segala"Riana..*




Steven keluar dari kamar mandi berusaha tenang meski masih merasa malu pada Riana , Steven sudah memakai pakaiannya lalu menghampiri Riana yg masih terduduk bersandar di atas ranjang.*




"maaf"Steven*




"tuan kenapa saya ada di sini? ini rumah tuan?"*




"ini apartemenku,tadik kamu tertidur di dalam mobil makanya aku bawa


kamu ke sini aku tdk tega jika harus membangunkanmu sepertinya kau sangat lelah .."*




"hmm,harusnya tuan bangunkan saja aku kan aku jadi ngerepotin tuan.."*




"aku GK merasa di repotkan,kamu mau makan?"*




Riana mengangguk"iya tuan aku sangat lapar ".. *




"yaudah yuk kita makan,aku sudah siapkan makanan di meja makan ."*






"sama sekali tdk"*




merekapun turun ke bawah untuk makan bersama di sana sudah ada banyak makanan yg tersedia.*




"wahh makanannya banyak banget tuan"*




"sengaja aku masak banyak Krena tau pasti kamu akan merasa lapar saat bangun nanti.."*




"jadi masakan ini tuan sendiri yg memasaknya?"*




"hehehe iya,tapi GK tau rasanya enak apa tdk "*




"keliatannya enak tuan,boleh aku coba?"*




"boleh dong, makanan ini memang khusus ku buat untukmu,"*




"wahh terimakasih tuan yg baik hati".*




Steven tersenyum manis pada Riana, kemudian Riana mulai mengambil piring dan memasukkan nasi dan lauk pada piringnya ..saat Riana memasukkan makanan pada mulutnya Steven menatap Riana penasaran dengan penilaian Riana tentang masakannya...*




"astaga tuan....."Riana menjeda ucapannya.*




"kenapa? tdk enak yah?? kalau tdk enak GK usah di makan,nanti kita pesan aja"*


__ADS_1



"bukan begitu tuann,aku kan belum selesai ngomongnya.."*




"lalu?"*




"masakan tuan benar-benar enak aku suka tuan ... terimakasih sudah memasak makanan seenak ini"*




Steven tersenyum puas saat Riana memuji masakannya..*




"tuan GK makan?"*




"GK,nanti aja"..*




"isshh..masa alu makan tuan tdk ."




"aaa..."Riana menyuapi Steven makanan yg ada di piringnya..*




dengan senang hati Steven menerimanya....*




detak jantung Riana tiba-tiba berdebar saat tatapan mata keduanya bertemu...*




"please, jangan berdebar begini jantung,ingat tuan Steven udah punya istri..."batin Riana.*




"terimakasih"ucap steven menerima suapan..*




Riana tak menjawab dia masih melamun hingga saat Steven meniup matanya barulah dia tersadar...*




"huhhh..,Riana ada apa?"*




"ahh. ehh tdk apa-apa tuan"*




"ayo lanjut makannya habis ini kita makan es krim,aku sudah membeli banyak es krim untukmu"*




"benarkah tuan?"*




"tentu saja"*




"yeyy...tuan memang baik"Riana langsung memeluk Steven dan saking senangnya dia tak sadar langsung mencium pipi Steven..*




"ehh maaf tuan"Riana tertunduk malu *




Steven tersenyum"tdk masalah"*




merekapun sama-sama salah tingkah dengan pipi yg sudah memerah menahan malu..*




BERSAMBUNG...




(selamat membaca dan jangan lupa untuk memberikan semangat untuk author dengan cara like and komen agar author tetap semangat menulis dan merangkai cerita untuk kalian semua semoga kalian semua sehat selalu 😊)*




*******HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN********





__ADS_1



__ADS_2