
Steven dan Verrel sekarang sedang berada di dalam kantor menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sempat tertunda karena beberapa hari ini Steven sedang dilanda kegalauan karena masalah pribadinya .
"*ada jadwal apa saja hari ini Ver?"Steven*
"hari ini ada jadwal pertemuan dengan klien untuk tanda tangan kontrak jam 03.00 sore "Vero*
"kalau begitu Cepat selesaikan berkas-berkas ini lalu kita berangkat menemui klien setelahnya kita lanjut ke Villa yang ingin kita bangun."*
"Oke siap laksanakan Bos* !!"
"kenapa aku jadi kepikiran sama gadis itu?"gumam steven
"ada apa denganku? tak biasanya aku kepikiran dengan seorang wanita,apalagi wanita hanya bisa merepotkan saja!!"
"*tuan, Laporan keuangan bulan ini sepertinya menurun bahkan pengeluaran lebih banyak di banding keuntungannya"Vero*..
Steven tak menggubris ucapan Vero dia masih terus saja melamun.
"**ada apa dengannya?? aku bicara panjang lebar tapi tak di dengarnya!!"gumam Vero**.
"hey,tuan"
"tuan apa yg sedang kau pikirkan?"Vero sedikit berteriak agar Steven tersadar dari lamunannya.
"kau mengagetkanku saja bangsat..!! apa kau sudah bosan bekerja di sini?"Steven sedikit geram.
"kau selalu saja mengancamku,lagian kenapa kau melamun? apa yg sedang kau pikirkan sehingga aku bicara panjang lebar pun kau tak mendengarkan."
"tidak ada... Memangnya apa yg kau katakan tdik?"
"Laporan keuangan bulan ini sepertinya menurun bahkan pengeluaran lebih banyak di banding keuntungannya"Vero..
"kenapa bisa? coba sini biar ku periksa sepertinya ada yg sedang mencoba bermain denganku."tangan Steven mengepal
"cek seluruh cctv yg ada di kantor ini,dan ingat jangan sampai Siapa pun yg tau tentang ini,kita harus menyelidikinya diam-diam."titah Steven lagi.
Vero hanya mengangguk lalu mulai mengecek seluruh cctv yg ada di kantor Steven.
"*coba kau lihat rekaman cctv ini "Vero memperlihatkan isi rekaman itu pada Steven*.
seketika Steven tersenyum menyeringai melihat isi cctv itu,Vero yg melihat senyuman itu sudah tau pasti apa yg ada di pikiran Steven,yg pastinya akan ada sesuatu yg mengerikan yg akan Steven lakukan.
"*kirim rekaman CCTV itu padaku setelahnya kita berangkat menemui klien dan Ingat jangan sampai ada orang lain yang mengetahui rekaman itu,akan kita jadikan kejutan padanya nanti"dengan senyum Smirk Steven dan Vero bergegas menuju ke sebuah restoran*.
seluruh karyawan menunduk menyapa Steven dan vero Saat berjalan keluar menuju meninggalkan perusahaan untuk menemui klien yang akan ia ajak bekerja sama dengan perusahaannya.
Butuh waktu lama sekitar 15 menit Steven dan vero sampai di sebuah ruangan VIP di sana sudah ada klien yang akan diajak bekerja sama.
"*selamat siang tuang Steven Gerry Mahesa ,Mari Silakan duduk tuan* "*dengan menjabat tangan Steven mempersilahkan duduk Bersama sang ajudan yaitu vero.*
__ADS_1
"selamat siang tuan Adi Nugroho"Steven membalas jabatan tangan Adi Nugroho lalu duduk di kursi depan Adi.*
"Saya tidak punya banyak waktu Tuan Jadi silakan kita memulai pembahasan isi kontrak yang akan kita jalani ,saya akan menanam saham 70% pada perusahaan anda."Steven*
"Terima kasih Tuan Stevan senang berbisnis dengan anda."Adi*
"Maaf saya tidak punya banyak waktu Jadi silakan Anda menandatangani isi kontrak yang ada di berkas ini"Steven.*
"Baik tuan saya sangat mengerti jika anda adalah orang yang sibuk tidak ragu lagi Mengapa anda digelar orang yang sangat sukses dan terpengaruh.anda benar-benar hebat Tuan Steven "Adi *
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu Tuan Adi."Steven pun pamit undur diri bersama Vero meninggalkan ruangan itu*.
Steven bersama Vero berjalan keluar menuju mobil mewahnya di dalam restoran itu Steven dan Vero menjadi pusat perhatian para pengunjung di sana termasuk kaum wanita yg kagum akan ketampanan mereka .
"*apa rencanamu saat ini tuan?"tanya Vero*
"bawa pengkhianat itu ke markas sekarang juga ,akan aku beri perhitungan dengannya karena sudah berani mengusikku dan mencoba berkhianat padaku."Steven*
"Baiklah akan ku kabari Reno agar segera membawa penghianat itu ke markas"*
mereka pun melanjutkan perjalanannya menyelusuri jalan yang Sedikit macet dan tanpa sengaja Vero yang saat ini mengemudi melihat ada orang yang sedang berkerumun dapat dilihat bahwa sedang terjadi kecelakaan saat itu yang mengakibatkan macet berkepanjangan.
"sepertinya sedang terjadi kecelakaan tuan"Vero.
"cari saja jalan lain,aku paling malas dengan keadaan macet seperti ini."Steven.*
"tunggu tuan.. seperti aku mengenali orang itu"Vero pun turun melihat korban itu yg sedang pingsan*.
dan benar saja korban itu ternyata adalah Riana yang sempat diajak berkenalan di sebuah restoran saat Riana sedang bekerja menjadi pelayan di sana.
Steven yang menunggu vero terlalu lama kini menghampirinya Steven pun dapat melihat Riana saat di angkat ke pinggir jalan agar tak mengakibatkan macet.
"bukankah itu adalah gadis yg di restoran tdik pagi boss?"tanya Vero pada steven..
"sepertinya iya..kita bawa saja dia kerumah sakit Krena ambulans belum saja sampai ."Steven*
"bukankah tuan akan menuju ke markas,lalu bagaimana
dengan penghianat itu?"*
"kita bisa ke markas setelah mengantar gadis itu kerumah sakit,"*
__ADS_1
"baiklah"*
"permisi ...bisa tolong bantu angkat kedalam mobil"Vero*
"apa dia keluarga tuan?"tanya seorang warga*
"bukan,tapi kebetulan saya mengenalnya.."*
"sebaiknya tuan bawa langsung ke rumah sakit "
"maka dari itu tolong bantu angkat ke dalam mobil saya tuan tuan*.."
wargapun membantu mengangkat Riana ke dalam mobil Steven...Riana dan Steven di kursi belakang sedangkan Vero mengemudikan mobilnya.
Steven menatap Riana yg sedang tdk sadarkan diri yg kini kepalanya sedang berbaring di paha Steven..
ada luka lebam di kening kiri Riana,entah apa yg sedang terjadi hingga Riana bisa mengalami kecelakaan tunggal..
"cantik,jadi teringat dengan almarhum mama dia juga cantik seperti gadis ini."batin Steven
"apa tdk ada yg keluarganya yg bisa kita hubungi ver?"
"kita tunggu saja sampai gadis eh maksudnya Riana siuman kita tdk tau siapa keluarganya."Vero
"butuh waktu berapa lama lagi kita sampai?"
"sebentar lagi tuh di depan udah keliatan rumah sakitnya "
merekapun sampai kerumah sakit dengan cepat Vero memanggil dokter agar membawa brangkar dan Steven membantu menggendong Riana ala bridal style .
setelah itu Steven dan Vero mengikuti perawat yg mendorong brankar memasuki ruang IGD agar mendapatkan pertolongan pertama.
"tuan tuan mohon tunggu di depan"perawat
"hmm"*
bersambung....
............
(selamat membaca dan jangan lupa untuk memberikan semangat untuk author dengan cara like and komen agar author tetap semangat menulis dan merangkai cerita yg menarik untuk kalian😊)*
******* HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN********
__ADS_1