
Steven menatap dalam Riana yg duduk di sampingnya Steven merasakan debaran jantung saat berdekatan dengan Riana, Steven tak pernah merasakan debaran itu pada siapapun termasuk istrinya, debaran itu pertama kali ia rasakan saat bersama Riana,apalagi saat melihat senyum Riana yg manis di tambah dengan lesung pipi di bagian pipi kirinya..
Vero juga memperhatikan tatapan Steven pada Riana melalui kaca mobil melihat tatapan Steven yg begitu tulus membuat Vero merasa senang ,Vero tersenyum tipis memang rencana Vero ingin mendekatkan mereka berdua itulah mengapa Vero mengajak Riana untuk makan malam ,Vero dapat menebak bahwa Steven pasti akan kekeh untuk ikut,apalagi waktu Riana menolaknya Vero dapat melihat ada senyum di balik bibir Steven dan tiba-tiba menghilang saat Riana kembali menyetujuinya..
"SEMOGA SAJA MEREKA BISA KU PERSATUKAN DAN STEVAN AKAN MEMBUANG MACAN TUTUL ITU,AKU HANYA TAK RELA JIKA SAHABATKU HIDUP BERSAMA JANDA TAK BERANAK ITU,MELIHAT SIKAPNYA SAJA RASANYA INGIN SEKALI AKU MEMBUNUHNYA."BATIN VERO.
Riana menyadari bahwa kini Steven sedang menatapnya yg membuat Riana malu tapi Riana menatap balik Steven yg ternyata sedang melamun menatap wajah Riana dan Tampa sadar Steven tersenyum manis melihat wajah Riana..
"tuan.."Riana melambaikan tangannya di depan muka Steven yg sedang melamun..
"tuan.."kembali Riana memanggilnya tapi dengan cara mencolek hidung mancung Steven yg membuat Steven seketika tersadar dari lamunannya.
"ehhh...iya ada apa?"tanya Steven salah tingkah apalagi telunjuk Riana masih menempel di hidungnya.
"kenapa tuan melamun ?"tanya Riana
"tidak saya tdk melamun"elaknya .
Steven meraih tangan Riana yg menempel di hidungnya Lal memegangnya erat tanpa sadar di menciumnya.
sontak hal itu membuat Riana terkejut dan tiba-tiba saja jantung Riana berdetak kencang sama seperti apa yg Steven rasakan..
Riana hanya melotot diam tak bisa berkata-kata hingga tiba-tiba...
"ekhemmm...awas nanti jatuh cinta,cinta kepada dirinya nanananannan"Vero berdehem sambil bersenandung menatap keduanya dengan senyum tercetak di bibirnya..
Steven baru sadar sedang menggenggam tangan Riana dan menciumnya..dengan cepat keduanya melepas tangan keduanya...
Steven dan Riana jadi salah tingkah satu sama lain..
"ahahahha...lanjut aja anggap saja aku dan Joe nyamuk yg sedang beterbangan"tawa Vero semakin terbahak-bahak dan Joe hanya tersenyum tipis
keadaan langsung hening tak ada yg bersuara Steven dan Riana masih salah tingkah dengan debaran jantung yg mereka rasakan bersamaan.
Joe menghentikan mobil saat sampai mereka semua pun turun dari mobil memasuki mall milik Steven menuju butiknya ..
"selamat datang tuan"sapa seluruh karyawan.
"Hem.."Steven dan Vero berdehem sedangkan Riana hanya tersenyum membungkuk..
"perkenalkan dia adalah Riana dia akan bekerja disini menjadi sekretaris pak Andre ."
"selamat datang nona"sapa seluruh karyawan.
"terimakasih.panghil saja Riana "ucap Riana dengan senyuman.
"di mana pak Andre?"tanya Vero
"ada di ruangannya tuan"
"oke"
"ayo kita ke ruangan pak Andre"ajak Steven pada Riana,dan Riana hanya mengangguk.
__ADS_1
tok tok..
"masuk"
"selamat pagi pak Andre"sapa Steven
"selamat pagi tuan Steven,silahkan duduk tuan."
Steven duduk bersama Vero dan Riana.
Andre menatap ke arah Riana yg tersenyum padanya..
"*maaf tuan ada apa yah tuan tiba-tiba datang tanpa memberi kabar lebih dulu"ucap Andre *
"perkenalkan dia Riana ,Riana yg akan menjadi sekretarismu juga akan menjadi desainer untuk butik ini"*
"hai nona Riana,saya andre"sapa Andre tersenyum sambil menjabat tangan Riana.*
"hai pak Andre,saya Riana"*
"Riana kamu akan bekerja disini bersama pak Andre dan itu adalah meja dan kursi tempat mu bekerja..kalian akan kerja di ruangan yg sama agar pekerjaan kalian lebih mudah"jelas Steven..*
"pak Andre mulai sekarang Riana yg akan membantu anda dan masalah rancangan desain butik sekarang Riana yg akan melakukannya jadi kalian tak perlu lagi mencari orang lain untuk merancang gambar-gambar yg akan kalian buat ,dan kamu Riana setiap harinya kamu harus membuat gambarnya sehari minimal 5 gambar "jelas Steven.*
"baik tuan,saya paham"*
"oke kalau begitu saya permisi dulu, selamat bekerja dan bergabung dengan butik kami"ucap Steven mengakhiri perbincangan..
Steven dan Vero pun pamit dan berencana Akan menemui Reno di markas Krena kemarin Steven dan Vero tdk sempat datang ke markas ..
"apa kau yakin Andre dan Riana berada satu ruangan?"tanya Vero.
"hemm"
"bagaimana pun Riana adalah perempuan dan Andre seorang lelaki bagaimana jika terjadi sesuatu......"ucapan Vero terputus.
"jauhkan pikiran burukmu itu,lagian di ruangan Andre ada cctv tersembunyi yg sudah ku pasang ,jadi aku bisa mengeceknya melalu ponselku"
"syukurlah "
"tuan?"panggil Vero
"hmm,ada apa?"
__ADS_1
"apa tuan memiliki perasaan pada Riana?"
"pertanyaan macam apa itu? tentu saja tidak"
"apa tuan yakin? maksudku melihat tatapan tuan padanya aku merasa tuan memiliki perasaan berbeda padanya.."
Steven terdiam sejenak "MEMANG BENAR APA YG DI KATAKAN VERO,AKU PUN JUGA TAK TAU MENGAPA SAAT BERADA DI DEKATNYA MEMBUATKU NYAMAN DAN DAMAI"BATIN STEVEN.
"kau tak perlu membohongiku stev ...kita bersahabat sudah lama aku tak pernah melihatmu memperlakukan seorang wanita seperti kau memperlakukan Riana tdik.."Vero sekarang berbicara seperti seorang sahabat bukan seperti boss dan bawahan..
"aku pun juga tak tau Ver ,saat aku dekat dengannya aku merasa ada yg aneh dengan diriku,aku merasa ada perasaan nyaman dan damai saat di sisinya.."Steven tak lagi menyembunyikan perasaannya..
"aku sebagai sahabatmu dan juga sekretarismu akan selalu mendukungmu,riana
juga gadis yg baik,sopan dan cantik selain itu dia juga berbakat.."*
"tapi tdk mungkin Riana akan mau dengan laki-laki yg sudah beristri sepertiku"*
"kau menikahi macan tutul itu dalam keadaan terpaksa hanya ingin mengabulkan wasiat kakek dan terlebih lagi di juga seorang janda dan tak bisa memberikanmu keturunan...coba kau pikirkan itu baik-baik"*
"kau benar Ver,,tapi aku tdk yakin jika Riana akan mau menerimaku...dia gadis yg cantik,lembut dan periang pasti di luaran sana banyak yg menginginkannya menjadi istrinya di bandingkan aku ,aku hanyalah seorang mafia yg sudah beristri"*
"mengapa kau tak mencobanya dulu,aku yakin sepertinya Riana juga memiliki rasa sedikit padamu "*
"nanti akan ku pikirkan, sebaiknya kita fokus dulu pada si penghianat itu ,toh nanti malam kita akan bertemu kembali dengan Riana saat makan malam nanti"*
"semangat stev...aku mendukungmu,aku juga akan ikut membantu agar kau bisa lebih dekat dengan Riana"
BERSAMBUNG....*
.......
(selamat membaca dan jangan lupa untuk memberikan semangat untuk author dengan cara like and komen agar author tetap semangat menulis dan merangkai cerita untuk kalian semua semoga kalian semua sehat selalu 😊)*
**********HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN********
__ADS_1