Istri Pembayar Hutang

Istri Pembayar Hutang
29. Makan malam berdua


__ADS_3

"Sayang, kamu ingin makan malam di sini apa di luar?" tanya Calvin saat mereka selesai shalat Maghrib.


"Di luar saja, ya, Mas. Aku sudah tidak sabar ingin jalan-jalan, ingin lihat suasana di luar," jawab Zakira dengan wajah berbinar, membuat Calvin terkikis geli melihat sang istri tang bersikap seperti anak kecil yang mendapatkan mainan.


Pria itu mengacak rambut sang istri yang ada di sampingnya. Dia berharap sikap Zakira seperti ini akan selalu sama sampai kapan pun. Calvin memang bukan orang yang bisa berkata-kata manis, setidaknya sang istri sudah sangat mengerti dan tidak mempermasalahkannya.


"Ya sudah, ayo sekarang kamu siap-siap cari makanan yang kamu mau."


Zakira mengangguk dan lekas berdiri. Begitu juga dengan Calvin yang segera mengganti baju kokonya dengan kaos lengan pendek. Tidak lupa juga dia memakai jaket serta membawakan jaket sang istri. Awalnya wanita itu menolak karena menurutnya udara tidak dingin. Namun, suaminya tetap memaksa.


Jika tidak mau, maka makan malam di luar terpaksa harus Calvin batalkan. Mau tidak mau akhirnya Zakira pun menerimanya. Pria itu bertanya pada sang istri, Kira-kira mau makan apa. Wanita itu pun menyerahkan keputusan pada suaminya karena makanan apa pun tidak masalah baginya, asalkan masih halal. Selama ini Zakira juga bukan orang yang tipe pemilih soal makanan.

__ADS_1


Calvin memilih makanan Nusantara, dia ingin sang istri menikmati makanan khas Indonesia lainnya. Biasanya Zakira hanya memilih makanan Jawa kalau tidak Padang. pria itu akhirnya memesankan bebek betutu, makanan khas Bali. Zakira juga tidak keberatan dengan apa pun yang dipesankan sang suami.


"Kamu pernah ke sini, Mas?" tanya Zakira pada sang suami sambil melihat ke sekelilingnya.


Tampak restoran begitu ramai dengan banyak pengunjung, baik yang muda maupun yang sudah berumur. Tempatnya juga sangat nyaman, tidak heran banyak yang datang.


"Pernah waktu itu aku sedang perjalanan bisnis."


"Kamu ini bicara apa, sih, Sayang? Kamu memang bukan yang pertama, tapi kamu adalah yang pertama pergi denganku untuk urusan pribadi. Lainnya hanya untuk urusan bisnis. Kamu yang berbeda dan yang paling spesial."


Zakira merasa tersanjung dengan apa yang dikatakan sang suami. Dia hanya bisa tersenyum dengan menundukkan kepala, malu rasanya saat disanjung oleh pria yang sudah mengisi seluruh hatinya. Calvin hanya bisa tersenyum dengan menggenggam telapak tangan sang istri.

__ADS_1


Tidak berapa lama, makanan pesanan mereka akhirnya datang juga. Zakira tampak begitu tergiur dengan makanan yang ada di depannya. Tanpa membuang banyak waktu keduanya menikmati makanan dengan tenang. Namun, tiba-tiba ada seseorang yang datang dan mengganggu ketenangan mereka. Siapa lagi kalau bukan Fiona.


Gadis itu tersenyum lembut ke arah Calvin, tanpa menghiraukan keberadaan Zakira di sana seolah-olah istri dari pria itu tidak ada. Zakira juga tidak mau ambil pusing, terserah dia mau apa yang jelas tidak mengusik kehidupannya.


"Selamat malam, Tuan Calvin. Ternyata Anda makan malam di sini juga? Restoran ini memang tidak diragukan lagi kelezatannya. Saya juga suka makan di sini," ucap Fiona yang kemudian duduk di meja mereka tanpa bertanya lebih dulu.


Hal itu membuat Calvin dan Zakira merasa tidak nyaman. Mereka hanya ingin menikmati makan malam berdua saja, tetapi kini malah kedatangan orang lain yang tidak diharapkan. Biasanya kalau sudah seperti ini Zakira melarang sang suami untuk mengusirnya. Namun, kini istrinya diam saja, seolah memberi tanda jika dirinya bisa melakukan apa pun pada Fiona.


"Maaf, Nona, bisakah Anda pergi dari meja kami? Kami tidak nyaman dengan kehadiran Anda, kami hanya ingin makan berdua. Di sebelah sana masih banyak kursi yang kosong, jadi tolong hargai saya sebelum saya melakukan sesuatu yang kasar pada Anda."


Fiona mengepalkan tangannya, ingin sekali dia membantah apa yang dikatakan oleh Calvin. Namun, melihat sorot mata pria itu yang begitu tajam, dirinya tidak berani membantah. Akhirnya Fiona mengalah dan segera pergi dari meja itu.

__ADS_1


__ADS_2