
"Maaf, Mas. Apa tidak sebaiknya tadi membiarkan saja dia duduk? Walaupun aku tidak nyaman, tapi 'kan nggak enak juga kalau mengusir dia begitu saja," ucap Zakira sambil memandangi kepergian Fiona.
"Sudahlah, Sayang. Kamu jangan pakai nggak enakan segala. Wanita seperti dia itu juga sekali-kali perlu ditegur agar mereka tidak semakin ngelunjak. Aku sudah sangat mengerti bagaimana wanita seperti dia," sahut Calvin yang akhirnya diangguki oleh Zakira.
Keduanya pun menikmati makan malam dengan tenang, sementara dari kejauhan Fiona menatap keduanya dengan kesal. Dia memikirkan cara bagaimana agar bisa dekat dengan mereka dan bisa mengambil hati Calvin. Jika dilihat dengan baik-baik, Zakira juga tidak memiliki kelebihan yang terlalu mencolok. Bagaimana bisa seorang pengusaha seperti Calvin bisa tertarik dengan wanita seperti itu.
"Apa kamu mau jalan-jalan sebentar sebelum tidur?" tanya Calvin saat mereka akan pergi.
"Memang boleh, Mas?" tanya Zakira dengan wajah berbinar.
"Kenapa tidak boleh? Kita ke sini memang mau jalan-jalan. Itupun kalau kamu tidak lelah setelah perjalanan tadi."
"Tidak, aku mau banget jalan-jalan. Memang kamu mau ngajak aku ke mana?"
"Menang kamu mau ke mana? Ke mana pun kamu inginkan, aku akan menurutinya. Aku ke sini kan memang untuk membuat kamu senang."
__ADS_1
Zakira pun mau buka ponselnya, dia ingin mencari tempat wisata malam hari di sekitar tempat istirahatnya. Wanita itu tidak ingin pergi terlalu jauh, sang suami juga pasti sudah lelah. Hingga akhirnya pilihannya jatuh pada sebuah taman yang begitu besar dengan pemandangan yang begitu cantik. Di sana juga terbuka untuk umum, asalkan para pengunjung sadar diri akan kebersihan.
Zakira semakin penasaran dengan tempat itu, dia pun mengajak sang suami ke sana. Memang benar tempatnya begitu sangat ramai dan bersih tentunya. Kebanyakan dari mereka adalah sepasang laki-laki dan perempuan. Entah mereka sudah menikah atau tidak, mereka juga terlihat begitu romantis. Hal itu semakin membuat Zakira iri meskipun sang suami sudah menerima dirinya, tetap saja terkadang Calvin cuek. Hingga harus dirinya dulu yang memberi kode agar sang suami mengerti.
"Mas, aku mau itu!" pinta Zakira sambil menunjuk seorang penjual arum manis di pinggir jalan.
Calvin awalnya menolak, dia tidak suka jajanan seperti itu, tetapi melihat wajah sang istri yang terlihat begitu menginginkannya, akhirnya pria itu pun membelikan. Bahkan Calvin juga membeli banyak untuk beberapa anak yang ada di sana. Zakira sangat bahagia saat melihat sang suaminya begitu baik pada anak-anak. Dia berharap agar keinginannya untuk segera hamil bisa terwujud.
"Kamu mau, Mas?" tawar Zakira sambil menyodorkan arum manis yang ada di tangannya ke depan mulut sang suami.
"Ya sudah, aku habiskan sendiri." Zakira asyik memakan arum manis sambil duduk di kursi yang ada di sana.
Bintang-bintang malam ini terlihat begitu bersinar, seakan mengerti bahwa suasana hati keduanya saat ini sedang bahagia. Bulan yang hanya tinggal separuh pun tampak menghiasi langit malam ini.
"Besok setelah Subuh aku akan mengajakmu ke pantai, kita lihat matahari terbit bersama-sama dan bersenang-senang," ujar Calvin dengan menatap wajah sang istri yang tidak melihatnya.
__ADS_1
"Bener, Mas?"
"Iya, tentu saja. Bukankah memang sebelumnya aku sudah berjanji akan mengajak kamu ke pantai?"
"Aku kira hanya untuk menyenangkanku saja."
"Memang untuk menyenangkan kamu, tapi bukan berarti aku harus berbohong. Aku akan mengajak kamu pergi ke mana pun yang kamu suka. Kalau kamu ada tempat yang ingin kamu kunjungi katakan saja. Sebisa mungkin aku akan mengajakmu ke tempat itu."
Beberapa kali Zakira menguap, dia benar-benar sangat mengantuk. Tadinya wanita itu masih ingin bersenang-senang, tetapi sepertinya keadaan tidak mengizinkannya. Hingga dia merasa benar-benar sangat mengantuk. Calvin pun memutuskan untuk mengajak sang istri pulang dan benar saja belum juga sampai di villa tempat mereka tinggal, Zakira sudah tertidur di dalam mobil.
Calvin hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala. Istrinya benar-benar terlihat begitu menggemaskan. Begitu sampai di vila, Calvin merasa kasihan pada Zakira, hingga dia pun memilih untuk mengangkat tubuh sang istri dan membawanya masuk ke kamar daripada harus membangunkannya. Pasti wanita itu sudah kelelahan. Namun, mencoba untuk menahan agar bisa pergi jalan-jalan.
***
Keesokan paginya Zakira terkejut saat mendapati dirinya sudah berada di kamar. Dia sangat ingat jika semalam dirinya tertidur di dalam mobil. Sekarang saat bangun tidur justru dirinya berada di dalam kamar. Pasti sang suami juga sudah sangat lelah, seketika wanita itu jadi merasa bersalah.
__ADS_1
Pasti Zakira semalam sangat merepotkan sang suami. Seperti biasa, dia bersikap seperti tidak terjadi sesuatu dan menganggap jadinya semalam tidak ada. Pintu kamar mandi terbuka, tampak Calvin sudah memakai pakaian santainya, dia pun mendekat dan memulai pembicaraan.