Janda Cantik Ibu Dari Anak CEO

Janda Cantik Ibu Dari Anak CEO
Episode 43


__ADS_3

setelah mengganti rugi kepada pria yang ia tabrak mobil nya dari belakang , raka melihat ke arah sang istri yang hanya menggeleng gelengkan kepalanya


" hehe, maaf sayang" ucap raka cengengesan


" lain kali kalau lagi nyetir fokus sama nyetir nya mas, jangan melirik ke sini terus, bahaya" ucap ze mengingat kan


" ya sayang , abis nya di samping ada bidadari cantik banget " ucap raka yang menjalankan mobil nya lagi , karena lampu lalu lintas sudah berubah hijau


" hem , masih sempat menggombal lagi , fokus nyetir mas , nanti nabrak lagi"


" iya nabrak ke hati kamu" ucap raka yang terus menggoda ze


" mas , masih lama ya sampai nya" tanya ze mengalihkan pembicaraan


" bentar lagi sayang, kenapa , kamu capek ya?" tanya raka


" ya," jawab ze jujur , ya memnag dia merasa sangat lelah sekali hari ini


"sabar ya sayang , lima menit lagi kita sampai " ucap raka , ze hanya mengangguk kan kepalanya sambil menyenderkan kepalanya di kursi mobil


setelah lima menit berlalu akhirnya mereka sampai di rumah raka



" ayo turun sayang ,kita sudah sampai" kata raka yang langsung melepaskan sabuk pengaman nya ,ia langsung keluar dari dalam mobil nya


ze melongok saat melihat rumah bak istana itu, rumah raka yang lebih bagus dan lebih megah dari rumah riyan dulu


' ini rumah apa istana' batin ze yang memperhatikan setiap sudut rumah raka dari depan


" apa kau gak mau keluar sayang?" tanya raka yang telah membuka kan pintu mobil untuk ze


" ah, iya " ucap ze yang langsung melepaskan sabuk pengaman , lalu ia keluar dari mobil, ia melihat kemewahan rumah raka


" kamu masuk aja duluan sayang , aku mau memindah mindahin kan anak anak kita " ucap raka yang langsung membuka pintu mobil bagian belakang


" sini aku bantu mas" ucap ze yang ingin membangun memindahkan anak anak nya

__ADS_1


" tidak usah sayang, biar aku aja , kau masuk lah ke dalam rumah , nanti ada art yang akan menunjukkan kamar kita" tolak raka


" tapi mas-" ucap ze yang hendak protes


" gak ada tapi tapian , udah sana masuk aja , sebentar lagi juga bik surti , angga dan sus rini sampai " raka yang memotong ucapan ze


" masuk lah sayang" ucap raka lagi


" hem baik lah " ucap ze yang tidak mau membantah suaminya, ze langsung berjalan masuk ke dalam rumah raka di dalam dia sudah di sambut oleh para art


Tak lama mobil angga pun masuk ke pekarangan rumah raka , bik surti merasa kagum dengan kebesaran dan keindahan rumah raka


" sus rini , ajak bik surti masuk ke dalam" kata angga yang mengeluarkan barang barang milik bik surti dan sus rini


" baik pak" jawab sus rini


" ayo bik , kita masuk, mungkin ibu ze sudah ada di dalam" ajak sus rini kepada bik surti


bik surti hanya mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban , mereka pun masuk ke dalam rumah raka


Saat masuk ke kamar nya , mata nya langsung melotot saat melihat pemandangan indah di hadapan nya, ia melihat ze hanya menggunakan handuk saja terlihat sangat seksi ,tubuh putih bersih mulus tanpa ada cacat sedikit pun , , ze saat ini tengah mengeringkan rambut nya ia tak menyadari kalau raka telah masuk ke dalam kamar nya


raka mendekat ze yang tengah sibuk mengeringkan rambut nya , raka langsung memeluk ze dari belakang


" AAAA" teriak ze yang terkejut saat ada tangan besar yang melingkar di perut nya


" sutttt , jangan teriak sayang" bisik raka sambil memeluk ze


" mas, ini kamu?" tanya ze yang merasa canggung saat raka memeluk dirinya


" iya , kamu abis mandi?" tanya raka yang menenggelamkan wajah nya di leher sang istri


"emm mas lepasin dulu, aku mau pekek baju dulu " ucap ze yang merasa gugup


kenapa aku gugup sekali ya , seperti anak perawan aja, apa ini karena sudah terlalu lama tida di sentuh oleh laki laki ' batin ze


sebenar nya ze tau apa yang raka ingin kan saat ini, namun ia terlalu gugup dan merasa canggung

__ADS_1


raka langsung melepaskan pelukan nya dari ze, meski pun ia sudah ingin sekali melakukan hubungan suami istri , namun ia harus bisa mengerti ze, mungkin ze belum sepenuh nya menerima dirinya menjadi suami nya, pikir raka


" ya udah , sana pakek baju, nanti masuk angin, aku mau mandi dulu " ucap raka yang langsung berjalan menuju ke kamar mandi , ia haus menuntaskan harsad nya yang bangkit karena melihat ze hanya menggunakan handuk


setelah raka masuk ke kamar mandi ze langsung mengenakan pakaian nya dan menyiapkan pakaian untuk raka, setelah itu ia duduk di atas ranjang yang ada di kamar itu


' apa aku akan memberikan hak nya malam ini, tapi aku gugup sekali, tapi jika aku tak memberikan nya mak akau akan berdosa, baik lah , siap tidak siap aku harus memberikan hak nya malam ini" batin ze


tak lama raka pun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya , terlihat jelas tubuh kekar, dan deretan roti sobek milik raka , d tambah lagi dengan rambut basah raka yang membuat raka semakin seksi dan menawan


" kamu belum tidur ?" tanya raka sambil menggosok gosok rambut nya dengan handuk kecil


" belum mas" jawab ze gugup


" tidur lah , ini sudah malam " ucap raka yang langsung menuju ke arah lemari nya


" mas, aku sudah menyiapkan pakaian untuk mu" ucap ze yang menghentikan langkah raka


" oh , terimakasih" ucap raka yang langsung mengambil baju yang ze siap kan untuk nya, ia langsung, mengenakan baju itu , setelah itu ia langsung naik ke atas ranjang


" tidak papa kan kalau aku tidur di sini?" tanya raka , ia takut ze ,merasa tidak nyaman kalau raka tidur di samping nya


' kenapa dia bertanya seperti itu,?'tanya ze dalam hati , ia merasa heran saat mendengar pertanyaan raka


" hah iya mas , gak papa , "jawab ze dengan wajah bingung nya


" terimakasih , sekarang tidur lah , selamat malam " ucap raka yang lengsung merebahkan tubuh nya sambil memejamkan matanya


Ze di buat bingung dengan sikap raka , tadi pas raka memeluk nya terlihat jelas kalau raka sangat menginginkan nya, tapi sekarang , dia malah tidur duluan , padahal ze suah siap untuk memberikan hak Raka sebagai suami malam ini, namun melihat raka yang langsung tidur seperti itu , membuat nya sangat bingung


' mungkin dia kelelahan karena mengemudi tadi' pikir ze yang berpikir positif, ia pun ikut merebahkan tubuh nya di samping raka , tak lama keduanya telah masuk ke dalam mimpi indah mereka


.


.


Jangan lupa like , komen dan vote nya ya, terimakasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2