
" hah jangan ngimpi kamu " ucap hadi tak percaya dengan yang di katakan dokter dinda, mantan istri nya itu
" kamu tau siap dia, dia itu Riyan pratama, seorang CEO di perusahaan pratama, jadi mana mungkin dia mau sama kamu yang mandul ini" ucap hadi lagi dengan nda mengejek
" prusahaan pratama bukan nya tempat kamu bekerja sayang? " tanya istri dari mantan suami dokter dinda
" ya, aku bekerja di sana sebagai direktur pemasaran" ucap hadi sombong
" hay," sapa Riyan kepada dokter dinda, dokter dinda hanya tersenyum kaku
" selamat siang pak riyan " hadi menyapa Riyan bos nya
Riyan langsung mengalihkan pandangan nya ke arah hadi , ia terkejut kenapa direktur pemasaran nya ada di sini, bukan nya ini masih jam bekerja
" hadi, sedang apa anda di sini, bukan nya ini masih jam bekerja? " tanya Riyan dengan penuh selidik
" Maaf Pak tadi saya sadah izin sebentar, untuk mengantarkan istri saya USG" jawab hadi sambil mengelus perut buncit sang istri
Riyan hanya mengguk anggukkan kepalanya , Riyan melirik dokter dinda yang sedari tadi hanya diam saja
"kamu sakit?" tanya riyan dengan sedikit kahawatir kepada dokter dinda
Dokter dinda hanya tersenyum kaku dan mengelengkan kepalanya saja , dokter dinda tak kuasa untuk menjawab pertanyaan riyan
" pak riyan apa anda mengenal dia?" tanya hadi sambil menunjuk ke arah dokter dinda
" ya" jawab singkat Riyan sambil menganggukkan kepalanya
" apa benar anda calon suami nya dinda?" tanya istri hadi dengan penuh penasaran
__ADS_1
Riyan mengerutkan dahi nya, ia tak mengerti dengan pertanyaan istri hadi kepada nya, bagai mana bisa dia mnegatakan kalau dirinya itu calon suami dokter dinda , padahal dekat saja tidak, dekat nya hanya sebatas tentang pembahasan kesehatan sang mama , selebih nya tidak
" ya dia calon suami ku, ya kan mas?" tanya dokter dinda sambil melingkarkan tangan nya di lengan riyan dan menatap riyan dengan tatapan sendu
Riyan nambah di buat terkejut lagi dengan pengakuan dokter dinda yang mengakui dirinya sebagai calon suami nya
" sudah lah dinda , kau jangana mengaku ngaku, lihat pak riyan saja tidak menjawab kalau dia calon suami kamu, kamu itu suka sekali mengaku ngaku pak riyan calon suami kamu, sadar diri lah kamu dinda , kamu itu mandul , jadi mana ada laki laki yang mau sama kamu" ucap hadi sambil mengejek dokter dinda
Riyan merasa tidak suka dengan apa yang di katakan hadi kepada dokter dinda
" ya benar, kamu itu harus sadar diri, kalau semua laki laki itu menginginkan seorang anak, sedangkna kamu tidak bisa memberikan seorang anak " kata istri hadi yang ikut ikutan mengatai dokter dinda
Dokter dinda merasa sakit hati dengan apa yang di katakan pasangan suami istri itu, di tamba lagi seprtinya riyan tidak mau membantu dirinya dari pasangan suami istri ini yang terus terusan menghina dirinya
Dokter dinda mengendurkan tangan nya yang melingkar di lengan riyan dengan wajah lesunya , namun ia terkejut saat tangan riyan menahan nya kembali
Dinda terkejut dengan apa yang di katakan riyan barusan , ia tak menyangka kalau riyan akan membantu nya , dokter dinda pun tersenyum
" apa!!, tidak mungkin , bapak pasti bercanda kan , mana mau bapak sama dia yang mandul" ucap hadi yang terkejut
" ya pak , dia ini mandul tidak bisa memberikan bapak keturunan " ucap istri hadi yang ikut terkejut dengan pengakuan riyan , bos suami nya itu
" saya ingin menikahinya bukan karena saya ingin punya anak dari nya, tapi saya ingin menikahi nya untuk bisa hidup dengan saya dan mendampingi saya selama nya" ucap riyan dengan tegas
dokter dinda di buat kagum dengan apa yang di katakan riyan barusan, seandai nya ada laki laki yang berpikiran seperti itu, maka aku kan mengajak nya menikah, batin dokter dinda
" tapi pak , bapak ini kan baru bercerai dengan istri bapak , bagai mana bisa bapak langsung mau menikahi dia , apa jangan jangan , bapak ketahuan selingkuh dengan nya sehingga istri bapak yang meminta cerai" tuduh hadi yang menduga duga
riyan tersenyum sinis saat mendengar pertanyaan yang hadi lontarkan kepada nya
__ADS_1
" hadi admojo, dengarkan saya baik baik ya , perceraian saya dengan istri saya , tidak ada sangkut maut nya sama dinda , saya bertemu dinda setelah saya menggugat cerai istri saya , dinda adalah dokter yang menangani mama saya , dan kami sering bertemu , di sana lah tumbuk api cinta di antara kami, saya sama dinda memang tidak mau berpacar pacaran seperi anak muda jaman sekarang, megingat umur kami juga tak muda lagi, jadi kami memutuskan untuk segera menikah , secepat nya" jelas riyan yang menyakinkan hadi dan istri nya bahwa dinda adalah calon istri nya
" saya masih tidak percaya , kalau kalian tidak menikah di depan mata dan kepala saya " kata hadi yang tidak mau percaya begitu saja , bisa saja mereka bersandiwara di hadapan nya
" ya benar apa yang di katakan suami saya, kami tidak akan percaya kalau kami tidak melihat secara langsung kelian menikah" ucap istri hadi menimpali
dina langsung panik , bagai bisa mereka menikah di hadapan mereka , sedangkan dirinya dan riyn tidak memiliki hubungan apa pun
" baik lah , kalau kalian mau menghadiri acara pernikahan kami yang sederhana ,datang lah besok ke kediaman pratama , besok saya dan dinda akan menikah "
Dinda langsnu melotot ke arah riyan , bagia mana bisa mereka menikah besok, dan tanpa ada pembicaaan atau persiapan
" baik lah , kami besok akan hadir , kalau begitu kami permisi dulu, ayo sayang" ucap hadi yang lengaung pergi mengajak sang istri meninggalkan restoran itu
" pak ,riyan , kenapa anda mengatakan kalau kita mau menikah besok?" tanya dinda saat hadi dan istri nya sudah pergi
" lo, emang nya kenapa , bukan nya kamu yang mengatakan kalau saya ini calon suami kamu?" tanya riyan santai yang duduk di kursi, sambil mengirimkan pesan kepada sekertaris nya kalau dia tidak kembali lagi ke kantor
Dinda pun ikut duduk di samping riyan , dengan kesal, namun ia juga sadar kalau kesalaan awal nya memang ada di dirinya
" tapi pak , bagai mana bisa kita menikah besok, tanpa ada persiapan?, di tambah lagi pernikahan itu bukan mainan , yang sudah menikah beberapa hari atau beberapa bulan harus bercerai , saya gak mau itu pak, cukup pernikahan pertama saya yang gagal, saya tidak mau yang kedua saya gagal lagi" ucap dinda sambil menundukkan kepalanya dengan raut wajah sedih
" siapa yang bilang kalau pernikahan kita hanya main main, kita kan menikah beneran , dan tidak ada kata perceraian di antara kita nanti" tergas riyan sambil menatap dinda
.
.
Jangan lupa like , komen dan vote nya ya terimakasih 🥰🙏
__ADS_1