Janda Cantik Ibu Dari Anak CEO

Janda Cantik Ibu Dari Anak CEO
Episode 49


__ADS_3

setelah melihat vidio itu raka langsung pulang dari kantor nya , meski pekerjaan nya masih banyak namun ia tinggalkan begitu saja , tak lama ia sampai di rumah nya


" assalamualaikum" salam raka saat memasuki rumah nya


" wallaikumsalam" jawab kania dan klara yang kebetulan mereka sedang bermain di ruang tamu


" lagi apa sayang?" tanya raka keada anak anak nya


" kami lagi main boneka boneka pa" jawab klara


" ya pa , apa papa mau ikut kita bermain?" tanya kania


" maaf ya lain kalian aja , papa masih ada urusan , oh ya mama kemana?" tanya raka yang tak melihat ze


" mama ada di kamar pa " jawab kania


" ya udah papa mau menemui mama dulu ya , kalian lanjut lagi aja main nya" ujar raka yang mengusap kepala kedua anak nya


Raka langsung pergi meninggalkan kania dan klara , ia langsung menuju ke arah kamar nya dan ze, setelah sampai di depan kamar nya, ia langsung membuka pintu kamar nya , terlihat ze sedang tidur di atas ranjang


Dengan perlahan Raka mendekati sang istri yang sedang tertidur , ia melihat wajah cantik sang istri


Raka membelai pipi ze dengan lembut ,ia berharap ze bisa bangun dari tidur nya, sebab ia sudah sangat penasaran mendengar cerita ze


" mas" ucap ze saat membuka matanya , ia merasa terusik saat pipinya di belai oleh seseorang


" hem" jawab raka sambil tersenyum


Ze langsung beranjak dari tidur nya, ia segera duduk di hadapan raka


" emang nya ini sudah jam berapa ?" tanya ze


Raka langsung melihat arloji yang melingkar di tangan nya


" jam empat sore" jawab raka


" kok kamu udah pulang ?" tanya ze yang sedikit heran , kan biasanya kalau orang orang kantor pulang itu kan sekitar jam lima atau jam enam sore , ini kok baru jam empat sudah pulang, pikir nya


"apa aku tidak boleh pulang cepat sayang" tanya Raka dengan intens

__ADS_1


" ah bukan seperti itu, kan biasa nya kalau orang kantoran itu pulang nya jam lima atau jam enam begitu" jelas ze dengan gugup saat mendapatkan tatapan intens dari suaminya


raka hanya mengangguk kan kepalanya paham


" tadi di mall ngapain aja sayang?" tanya raka yang sengaja memancing ze untuk cerita


" kami cuma beli tas dan juga bermain di sana" jawab ze


" terus?" tanya Raka lagi


" gak ada terusan nya mas , kita hanya belanja keperluan twins sekolah setelah itu bermain , setalah bermain kami pulang" jelas ze yang mengatakan kegiatannya dan anak anak ,ia tak mengatakan kalau dirinya tadi bertemu dengan Ranti, sonya dan Riyan mantan suami nya


' kenapa dia tak memberi tahu aku jika tadi ia habis di caci maki oleh Ranti dan sonya' batin raka yang heran kenapa ze tak mau menceritakan tentang ke jadian di mall tadi


" benar kah, apa kebutuhan sekolah twins sudah terpenuhi sayang?" tanya raka


" sudah mas , jadi kapan mereka akan di daftarkan seolah nya?" tanya balik ze


" mereka sudah di daftarkan oleh angga di sekolah terbaik di kota ini, oh ya sayang , aku mau tanya sama kamu boleh?" ucap raka dengan hati hai


" mau tanya apa mas?" tanta ze balik


" apa kamu sudah bisa menganggap aku sebagai suami mu?" tanya raka dengan hati hati , ia takut kau ze akan marah dengan pertanyaan nya


" aku sudah menganggap kamu sebagai suami ku sejak mas telah selesai mengucapkan ijab kabul " jawab ze dengan jujur


Raka melihat mata manik ze uang indah itu, ia mencari kebohongan di sana , namun nihil


" kalau kamu sudah menganggap aku sebagai suami mu, mulai sekarang jangan ada yang di tutup tutupi di antara kita ya" ucap raka sambil tersenyum


Deg


hati ze merasa tercubit mendengar ucapan dari suami nya, pasal nya ia telah menyembunyikan tentang kejadian tadi siang dengan ranti dan sonya , di tambah lagi tadi bertemu dengan Riyan


" kamu mau kan sayang" ucap raka lagi , ia masih memperhatikan raut terkejut ze


" eh iya" jawab ze dengan senyum getir nya


raka langsung memeluk ze dan membelai rambut ze dengan sayang , hal itu membuat ze semakin tidak nyaman , katena ia tak menceritakan tentang kejadian tadi siang

__ADS_1


' kamu kenapa , sepertinya gugu[ sekali, ada hal yang kamu sembunyikan sayang?" tanya raka yang memancing ze untuk bercerita lagi


Raka melepaskan pelukna nya, ia melihat raut wajah ze yang semakin gugup, terlihat beberapa kali ze menghela nafas panjang nya agar mengurangi rasa gugup nya


" kenapa?" tanya raka lagi


" maaf" ucap ze sambil menundukkan kepalanya


"maaf kenapa?" tanya raka pura pura tidak tahu


" maaf kerena aku tidak mau terbuka dengan mu mas" ucap ze yang merasa menyesal karena atidak memberi tahu raka suami nya


" ceritakan lah semuanya, meski aku sudah tau apa yang terjadi" kata raka sambil tersenyum ke arah ze


" mas sudah tau, tentang kejadia tadi siang/" tanya ze dengan terkejut


Raka hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya


" bagai mana bisa?" tanya ze bingung


"apa pun tentang kamu , aku akan tau semuanya sayang" jawab raka sambil mencubit pipi ze dengan gemas


" maaf , bukan nya aku tidak mau bercerita tentang kejadian tadi siang, tapi aku rasa itu tidak lah penting, aku juga tidak ma menambah beban pikiran mu mas" jawab ze yang merasa bersalah


" ya aku mengerti sayang, sekarang coba ceritakann kejadian sesungguh nya kepasda ku' kata raka yang meminta ze untuk menceritakan kejadian tadi siang


Ze pun mulai menceritakan semuanya , saat awal mula ia berteu dengan Ranti dan akirnya ribut , dia juga mengatakan kalai bertemu dengan sonya dan akhornya ribut juga , rak amendengar cerita ze pun mengepalkan tangan nya dengan kuat , ia berusaha menahan amarah nya


setelah menceritakan kejadian bertemu dengan ranti dan sinya , ze juga menceritakan kalau dirinya bertemu dengan raka saat di pinti mall


" kamu bertemu dengan Riyan?" tanya raka yng tak menyangka kalau ze akan bertemu dengan Riyan mantan suami nya


" ya mas , tapi aku tak menghiraukan nya, aku langsung masuk kedalam mobil saat mobil nya telah sampai di hadapan ku" ucap ze dengan jujur


' ini tidak bisa di biarkan , aku tidak mau nanti riyan merebut ze dari ku setelah tau kebenaran nya' batin raka salam hati


" sayang , apa kamu masih mencintai riyan?" tanya raka dengan berat hati sebenar nya ia tiak mau bertanya seperti itu, namun hal itu sangat mengganjal di hati nya


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like . Komen dan vote nya terimakasih🙏🥰


__ADS_2