
mata ze langsung melotot tak percaya dengan apa yang fi katakan suaminya
" benarkah?" tanya ze memastikan
" ya sayang, kalau kamu gak percaya kamu cari aja artikel tentang aku , pasti ada yang memberitakan kalau aku itu gay" jawab raka
" tapi kamu gak beneran gay kan mas?" tanya ze yang langsung gelidik ngeri kalau suaminya benar benar benar gay
mata raka langsung melotot saat mendengar pertanyaan sang istri , kalau dia gay mana mungkin dia mau menikah dan ia mencari sampai menunggu ze selama lima tahun pikir
" gak lah sayang , kalau aku gay , mana mungkin aku menikah dengan mu " ucap raka gemas sambil mencubit kedua pipi ze
" aw, sakit , kan siapa tau nikah sama aku buat jadi tutup kamu yang gay" jawab ze asal sambil memegangi kedua pipi nya yang habis di cubit raka
" mau aku buktikan , kalau aku itu tidak gay?" tanya raka sambil tersenyum penuh maksud
" boleh" jawab ze
raka langsung menarik tubuh ze mendekat ke arah nya , lalu ia mencium bibir seksi ze, ze pun membalas ciuman suami nya, mendapat balasan dari ze raka pun tersenyum ia langsung menahan leher ze untuk memperdalam ciuman nya , tak lupa tangan sebelah raka yang bergerak aktif masuk ke dalam baju ze, ia meremas bukit kembar milik ze , hal itu membuat ze mendesah pelan
raka langsung merebahkan tubuh istri nya di atas kasur , setelah itu ia melepaskan ciuman nya , ia menatap wajah cantik ze yang masih mengatur nafas nya
" boleh aku meminta hak ku sayang?" tanya raka dengan suara berat nya
ze hanya tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya, raka tersenyum saat ze menyetujui keinginan nya
raka langsung membuka jas nya dan membuka dasi nya , tak lupa ia juga membuka baju kemeja milik nya dan membuang nya dengan asal
mata ze melotot saat melihat deretan roti sobek yang ada di tubuh raka , seketika pipinya langsung memerah
raka langsung mengungkung ze ,dan langsung mencium bibir ze kembali tak lupa tangan raka yang mulai aktif membelai tubuh ze ,hal itu membuat ze
tok.... tok....
ketukan pintu menghentikan aksi mereka berdua
__ADS_1
" mama, papa" teriak klara dari luar pintu kamar ze dan raka
"mas, anak anak" ucap ze dengan nafas tersengah sengah
" tapi dia udah berdiri sayang" kata raka sambil menunjuk ke arah dalam celananya
" mama... papa..." kali ini kania yang berteriak
" nanti malam aja ya mas , tunggu anak anak tidur ,biar gak ada yang mengganggu kita" bujuk ze , sebenar nya ze merasa kasihan dengan suami nya namun bagai mana lagi tidak mungkin kan kalau mereka tetap melanjutkan kegiatan mereka , sedangkan anak anak mereka tengah berteriak di depan pintu kamar
" tapi ini sudah tanggung sayang" ujar raka masih dengan suara yang berat ,karena hasrat nya yang meningkat menuntut nya untuk segera di salurkan
" tapi ada anak anak mas , nanti malam aja ya , aku janji akan memuaskan hasrat mu" ze masih berusaha membujuk sang suami
raka menghembuskan nafas nya dengan kasar ,terlihat raut wajah kecewa di sana , namun lagi lagi ia tak boleh egois , begini lah kalau sudah punya anak , anak yang akan mengganggu kegiatan mereka
raka langsung bangkit dari atas tubuh ze , lalu raka langsung berjalan menuju ke kamar mandi ,ia akan menuntaskan hasrat nya yang sudah meningkat dan minta segera di lepaskan
ze merasa bersalah kala melihat suaminya kecewa karena belum bisa menuntaskan hasrat nya
" kok lama banget sih ma buka pintu nya?" tanya klara dengan kesal
" iya ma kita dari tadi berdiri di sini " kata kania yang juga ikut kesal
" maaf ya sayang , tadi mama ada di kamar mandi jadi mama gak dengar " ucap ze beralasan
" terus papa mana , kenapa bukan papa aja yang buka pintu nya?" tanya klara sambil melihat ke arah dalam kamar sang mama
pertanyaan klara membuat ze kebingungan harus menjawab apa, ze mulai berpikir untuk menjawab pertanyaan anak nya
" oh papa tadi tidur sayang" jawab ze sedikit gugup
" oh ya kalian ke kamar mama ada apa?"ze mengalihkan pembicaraan
" kami mau tanya di mana tas sekolah kami ma, nenek ingin melihat nya" jawab kania
__ADS_1
" tas kalian ada di lemari kalian , di bagian bawah " kata ze memberi tahu letak dirinya menyimpan tas sekolah anak anak nya
" terimakasih mama , kami akan mencari nya , ayo klara kita cari" ucap kania yang langsung menarik tangan kania untuk menuju ke kamar milik mereka
ze hanya tersenyum melihat kepergian kania dan klara yang mulai menjauh dari kamar nya
" kalian cuma mau tanya di mana tas sekolah , ahh kalian ini telah membuat papa kalian kecewa" gumam ze
ze kembali menutup pintu kamar nya , bersamaan dengan itu raka juga baru keluar dati kamar mandi dengan mengenakan handuk yang melilit nya di pinggang nya
terlihat jelas tubuh besar berotot ,dengan susunan roti sobek di bagian perut nya , di tambah lagi tetesan air dari rambut suaminya terlihat sangat seksi di mata ze , ze langsung menelan Saliva nya kala membayangkan ia menyentuh roti sobek milik suaminya
" kenapa melihat ku seperti itu?" tanya raka yang menyadari tatapan sang istri yang mengagumi tubuh nya
" ah ,tidak aaaku tidak melihat mu" ucap ze yang lengaung memalingkan wajah nya ,dia marasa gugup saat ketahuan oleh sang suami kala dia sedang mengagumi tubuh suaminya
sebenar nya tak masalah lah mengagumi bentuk tubuh sang suami ,namun ze terlalu malu untuk mengakui nya , meskipun ini bukan yang pertama kali bagi ze melihat tubuh kekar laki laki , namun entah mengapa ia masih malu untuk mengakui nya
entah karena ia sudah lama tidak melihat laki laki bertelanjang dada atau karena lain nya, dia pin tak tau
" kalau mau memegang nya silahkan ,ini sudah menjadi milik mu " goda raka sambil tersenyum ,ia berjalan mendekat ke arah ze
" ah , titidak ,aaaku mau ke kamar mandi " kata ze dengan gugup , ia langsung berjalan cepat ke arah kamat mandi
namun saat ze. melewati raka tangan ze di tahan oleh raka , raka tersenyum ke arah ze
" benar tidak mau memegang deretan roti sobek milik ku" goda raka lagi ,raka semakin senang menggoda sang istri yang terlihat merona dan gugup
ze langsung melepaskan tangan raka yang menahan tangan nya dengan cepat ze langsung masuk ke dalam kamar mandi
.
.
jangan lupa like , komen dan vote nya ya terimakasih🙏🥰
__ADS_1