
Ranti langsung memegang pipi nya terasa panas bekas tamparan Riyan suami nya, ia terkejut kenapa suami nya menampar dirinya, setau dirinya suami nya tidak pernah main tangan, tapi kenapa ia di tampar oleh suami nya, memang nya apa kesalahan nya
tak hanya Ranti, sherly pun ikut terkejut saat papa nya menampar sang mama, ia merasa takut dengan situasi seperti ini, sherly hanya diam, ia takut kalau papa nya akan memarahi nya juga
" Riyan kenapa kamu menampar Ranti? " tanya sonya yang terkejut saat putra nya menampar istri nya
" sebaik nya mama jangan ikut campur masalah kakak, biarkan kakak yang memberi pelajaran kepada wanita murahan seperti dia" ucap Lia yang mendekati sang mama
" jaga bicara mu Lia, tidak sopan kamu mengatakn kakak ipar mu seperti itu"tegur sonya kepada sang putri
"terserah mama mau apa tapi kali ini mama harus diam dan perhatikan meraka, nanti mama juga akan tau sendiri apa masalah mereka" kata Lia kepada sonya mama nya
" mas, apa apaan ini kenapa kamu menampar ku" kata Ranti bingung
" kau tanya aku kenapa " tanya balik Riyan dengan tatapan penuh amarah
" sekrang aku tanya kepada mu Ranti, apa salah ku kepada mu sehingga kamu tege melakukan semua ini kepada ku" teriak Riyan dengan tatapan penuh amarah
" apa maksud mu mas, aku tak mengerti apa maksud mu? " tanya Ranti yang semakin bonging dengan suami nya
" kenapa kau menyuap dokter untuk menutupi kalau aku ini tidak bisa punya anak saat aku kecelakaan dulu? " tanya Riyan sambil meneteskan air matanya
deg
jantung Ranti langsung berdetak lebih kencang saat mendengar ucapan Riyan suaminya, apa Riyan sudah mengetahui kebenaran nya pikir Ranti, seketika raut muka Ranti berubah menjadi pucat
lia langsung mengajak serly pergi dari ruang tamu, ia mengejak serly ke dalam kamar nya, ia tidak mau kalau serly harus menyaksikan hal hal yang tidak seharus nya anak kecil melihat nya
" apa maksud mu Riyan? " tanya sonya yang bingung
__ADS_1
" dia telah menyuap dokter yang menangani aku saat aku kecelakaan dulu" kata Riyan sambil menunjuk ke arah Ranti
" mas , maafkan aku, aku melakukan itu karena aku mencintai kamu" kata Ranti yang langsung berlutut di hadapan Riyan sambil menangis
" jelaskan semua nya Riyan , apa maksud semua ini?" tanya sonya yang meminta penjelasan
" Riyan di ponis mandul oleh dokter saat riyan kecelakaan , tapi dia yang telah menyuap dokter untuk menutupi kebenaran nya" kata Riyan yang menunjuk ke arah Ranti lagi
" maaf mas hiks hiks , aku melakukan semua itu kerana aku mencintai kamu" kata Ranti yang masih berlutut di hadapan Riyan sambil menundukkan kelanya dan sambil menangis
sonya langsung terduduk lemas saat mendengar ucapan Riyan , ia tak menyangka kalau putra nya di ponis mandul oleh dokter , karena kecelakaan yang pernah Riyan alami , dulu ia selalu menuduh ze lah yang mandul , tak hanya menuduh ia juga sering mengolok ngolok ze dengan sebutan mandul, ternyata yang mandul adalah putra nya sendiri
" kau bilang kau mencintai ku?" tanya Riyan sambil tersenyum sinis
" ya aku sangat mecintai kamu mas , aku rela melakukan apa saja saal bisa sama kamu" kata Ranti yang menatap Riyan
sonya nambah shock saat mendengar kalau ternyata ze di jebak oleh Ranti tudur dengan pria lain , ia di buat semakin bersalah dengan ze , ia telah menuduh ze yang tidak tidak , di tambah lagi kenyataan yang ternyata serly cucuk kesayangan nya ternyata bukan cucu kandung nya
" maaf mas , sungguh aku tidak ada cara lain agar aku bisa bersama dengan mu" jawab Ranti yang membela diri
" apa setelah bersama ku kau tidak lagi berhubungan dengan para gigolo itu?" tanya Riyan sambil menatap tajam ke arah Ranti
Ranti langsung terdiam , tak bisa menjawab apa , tampak dia sedang berpikir keras
" jawab pertanyaan ku , apa kau selama menjadi istri ku kau masih berhubungan dengan gigolo mu itu?" tanya Riyan sekali lagi sambil berjongkok sambil menatap tajam mata Ranti
" tttiiddak, aku tidak ada hubungan lagi dengan nya, setelah aku menikah dengan mu mas" jawab Ranti dengan gugup , tapi ia mencoba untuk tidak memperlihatkan kegugupan nya
" benar kah , semalam kau pergi ke hotel menemuia siapa?" tanya Riyan sambil tersenyum sinis
__ADS_1
" aku menemuia teman ku,kan aku sudah mengaakan nya tadi pagi" jawab Ranti
Plak....
Riyan menampar pipi ranti lagi, ia sangat geram dengan ranti yang terus terusan membohongi nya, rasa nya ia ingin sekali mencekek ranti saai ini juga , namun ia masih memiliki akal sehat , ia tidak mua menjadi pembunuh
Ranti memegangi pipi yang satu nya , rasa panas akibat tamparan keras dari Riyan
" kenapa kau menampar aku lagi mas?" tanya Ranti sambil menangis lagi , sungguh bukan hanya fisik yang sakit hati nya juga sakit saat Riyan sekarang telah berani berbuat kasar kepada nya
" kau tanya kenapa , seharus nya aku mecambuk mu atau bila perlu aku membunuh mu sekalian sangking aku kesal dan geregetan nya dengan mu" benntak Riyan
Ranti langsung terdiam , ia merasa takut dengan ucapan riyan , ia takut kalau Riyan benar benar nekat membunuh nya
" kau telah membohongi aku kan , selama kau menjadi istri ku, kau masih meyewa gigolo untuk memuaskan nafsu mu itu kan" kata Riyan dengan menekan setiap kalimat nya agar Ranti tau
mata ranti langsung melotot , tak percaya dengan apa yang di katakan suami barusan , dari mana Riyan suami nya tau kalau ia masih menyewa gigolo untuk memuaskan hasrat nya
sonya makin shock saat mendagar kala Ranti selama menjadi istri putra nya , sering menyewa gigolo untuk memuaskan hasrat nya , sonya langsung jatuh pingsan , ia tak mampu untuk memikirkan semua nya lagi , namun Riyan dan Ranti tak menyadari kalau sonya telah pingsan , karena sonya tadi terduduk dilantai dan langsung tergeletak di lantai
" benar kan apa kata ku?" tanya Riyan dengan tatapan tajam nya ke arah ranti
" ya kau benar mas, aku masih menyewa jasa mereka yang telah memuaskan hasrat ku yang tidak bisa kau puaskan selama ini, kau selalu saja sibuk dengan pekerjaan mu , dan sibuk memikirkan ze, kau tidak pernah melihat ke arah ku yang selalu memberikan mu cinta dan kasih sayang " teeriak Ranti sambil bangkit dari berlutut nya
.
.
Jangan lupa like komen dan vote nya ya , terimakasih🥰🙏
__ADS_1