Janda Cantik Ibu Dari Anak CEO

Janda Cantik Ibu Dari Anak CEO
Episode 63


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat akhir nya sonya sadar juga, Riyan dan Lia langsung menghampiri sang mama ,mereka merasa senang kala sang mama membuka kedua matanya


" mama udah sadar" kata Riyan di samping mama nya


Sonya hanya tersenyum menjawab pertanyaan sang putra, entah kenapa ia sulit sekali untuk membuka mulut nya menjawab pertanyaan Riyan


" mama mau minum?" tanya lia yang menawarkan minum kepada sang mama


Sonya hanya mengagukkan kepalanya, Lia langsung memberikan mama nya segelas air putih, tak lupa ia membantu sang mama untuk minum


Riyan merasa heran kenapa sang mama tidak menjawap pertanyaan nya


" ma, mama mau makan ?" tawar Riyan yang memancing sang mama untuk berbicara


sonya hanya mengelengkan kepalanya , pertanda ia tidak mau


" mama, mama bisa bicara?" tanya Riyan yang memastikan


Sonya hanya menggelengkan kepalanya , dengan raut wajah sedih


" mama gak bisa bicara?, kakak bagai mana ini" tanya Lia yang mulai panik


" tenang lia ,kamu tolong tunggu mama , kakak akan memanggil dokter" kata Riyan kepada adik nya


" ya kakak" jawab Lia


Riyan pun pergi menunggalkan ruang rawat inap sang mama, ia menuju ke ruangan doter tomo yang menangani sang mama , ia menyuru dokter tomo untuk memeriksa sang mama


" sabar ya ma , kakak sedang memanggil kan dokter untuk mama" kata Lia yang menangis , ia tak kuat melihat ke adaan mama nya yang seperti ini, ia takut terjadi apa apa pada sang mama


Sonya pun ikut menangis sambil menganggukkan kepalanya


tak lama Riyan pun kembali dengan bersama dokter yang memeriksa sonya, dokter pun langsung memeriksa ke adaan sonya


" bagai mana dokter , kenapa mama saya tidak bisa bicara?" tanya Riyan setelah dokter itu selesai memeriksa sonya


" begini pak , ibu sonya itu kan terkena setruk , jadi hal itu lah membuat ibu sonya sangat sulit untuk bicara tapi bapak jangan khawatir , ibu sonya bisa sembuh seperti seperti semula , tapi beliau ini harus menjalani terapi " jelas dokter itu mengenai kondisi sonya


Lia langsung memeluk sang mama , ia merasa sedikit lega kalau mama nya masih bisa bicara dan kembali seperti sedia kala , begitu juga dengan sonya yang merasa senang , kalau dirinya ada kemungkinan untuk sembuh

__ADS_1


" lakukan saja dok, saya mau mama saya sembuh seperti sedia kalah " kata Riyan


" baik pak , jadi besok ibu sonya sudah bisa melakukan terapi nya bersama dokter sepesialis nya , nanti saya akan menghubungi dokter tersebut" kata dokter itu


" baik dok " kata Riyan


" kalau begitu saya kembali ke ruangan saya dulu ya , masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan " pamit dokter itu


" ya dok terimakasih" kata Riyan lagi


" sama sama pak , oh ya mulai besok , dokter dinda yang akan mengantikan saya untuk memeiksa ibu sonya kedepan nya " kata dokter itu


" baik dok"


dokter itu pun pergi meninggalkan ruang rawat sonya , Riyan dan Lia merasa sedikit lega


" mama yang semangat ya , mulai besok mama sudah terapi, semoga saja mama bisa cepat sembuh ya " kata Riyan kepada sang mama


" ya ma, pokok nya mama harus tetap semangat , aku akan selalau menemani mama , sampai mama sembuh" kata Lia yang menyemangati mama nya


sonya hanya tersenyum , ia merasa senang , dan bangga kepada anak anak nya yang sangat menyayangi diri nya


" kakak"panggil Lia dengan perlahan


" hem" jawab Riyan yang langsung menoleh ke arah sang adik


" apa kaka akan mencaraikan Ranti?" tanya Lia


" ya , aku akan menceraikan nya " jawab Riyan dengan pasti


" terus nasip serly bagai mana kakak , ya memang sih dia bukan anak kandung kakak , tapi kan kita sudah sangat menyayangi nya, apa lagi mama"


" kau tenang saja , meski serly bukan anak kandung ku, aku masih akan tetap menganggap nya sebagi anak ku, dan aku kan membiyayai sekolah nya sampai sarjana "


" em , sukurlah , aku takut nanti dia akan merasa sendiri, San luntangb lantung tak jelas" kata lia yang menghawatirkan serly


" oh ya , lia aku titip mama ya , aku mau menemui asisten ku , aku mau dia mengurus perceraian ku dengan Ranti" kata Riyan yang bangkut dari duduk nya


" ya kakak pergi lah , aku akan menjaga mama "

__ADS_1


" kalau ada apa apa segera hubungi kakak ya" kata Riyan sebelum meninggalkan ruangan sang mama


" ya kak" jawab Lia


Riyan pun langsung pergi meninggalkan ruangan rawat sang mama ,ia ingin menemui asisten dan pengacara nya , untuk mengurus perceraian nya dengan cepat


Ke esokan hari nya , Riyan dan Lia tengah menemani sang mama di ruangan , mereka sedang menunggu dokter yang ingin melakukan terapi kepada sang mama


tek lama masuk lah seorang dokter cantik di dampingi dua orang perawat yang masuk ke dalam ruangan sonya


" permisi"ucap dokter cantik itu


"ya , silahkan masuk dok , apa benar ini dengan dokter dinda, dokter rekomedasian dari dokter tomo?" kata Riyan , dokrter tomo dokter yang menangani sonya pertama kali nya


" ya benar , perkenalkan saya dokter dinda , dan ini suster nia, dan suster ica, yang akan membantu saya untuk melakukan terapi kepada ibu sonya" kata dokter dinda dengan ramah , memperkenalkan diri dan suster yang membantu nya


" perkenalkan nama saya Riyan dan ini adik saya Lia , dan yang itu , mama saya sonya" kata Riyan yan memperkenalkan dirinya dan adik, beserta mama nya juga


" baik lah , bisa saya memeriksa ke adaan pasien nya" kata donterdinda meminta izen


" oh silahkan dokter" kata Lia mempersilahkan donter dinda memeriksa sang mama


dokter dinda pun tersenyum dan mendekat ke arah sonya yang terbaring lemah


" selamat pagi ibu , maaf ya saya periksa ibu terlebih dahulu, sebelum kita melakukan terapi" kata dokter dinda dengan ramah nya kepada sonya


Sonya hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya , Riyan dan Lia pun merasa kagum dengan keterampilan dan kesopanan dokter dinda


'kenapa dia mirip dengan ze ya, ahhh Riyan pliss jangan memikirkan ze, dia sudah bahagia bersama Raka , iklaskan dia ' batin Riyan yang melihat kelembutan dan ke ramahan dokter dinda mengingatkan nya kepada ze


Dokter dinda pun mulai memeriksa ke adaan sonya , di bantu oleh nia daa ica, setelah melakukan beberapa pemeriksaan , dokter dinda langsung melakukan terapi ringan untuk sonya


Hal itu tak luput dari pandangan Riyan dan Lia yang merasa kagum dengan dokter dinda , tanpa sadar Riyan sedari tadi senyum senyum sendiri melihat dokter dinda melakukan tugas nya , untuk menterapi sonya


Lia pun menyadari kalau kaka nya sedari tadi memperhatikan dokter dinda , saat memeriksa mama nya sampai melakukan terapi untuk sang mama, ia hanya bisa berharap sang kakak akan bisa menemukan kebahiaaan nya suatu saat nanti


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote nya ya terimakasih🥰🙏


__ADS_2