Janda Cantik Ibu Dari Anak CEO

Janda Cantik Ibu Dari Anak CEO
Episode 62


__ADS_3

Sungguh kali ini Riyan merasa orang yang bodoh sedunia , karena telah telah di bohongi dan di permainkan selama ini


"aku juga sibuk di kantor juga , karena ulah mu, karena kau tidak mengizinkan aku untuk mencari sekertaris baru , kalau untuk memikirkan ze jujur aku tidak ada waktu untuk itu" kata Riyan yang mengatakan apa adanya


Ranti terdiam mendengar jawaban Riyan , ya memang setelah Ranti berhenti bekerja Riyan tidak di perbolehkan Riyan memiliki sekertaris perempuan , maka dari itu Riyan sedikit sulit mencari sekertaris laki laki


" sudah lah Ranti , aku sudah lelah dengan semua ini, sebaik nya kita pisah aja ya" ucap Riyan yang kini untuk mengakhiri pernikahan nya dengan Ranti


" gak mas , aku gak mau kita cerai, aku sayang dan cinta sama kamu mas" kata Ranti yang tidak mau kalau Riyan menceraikan nya


" maaf Ranti aku tidak bisa , aku sudah terlalu kecewa dengan mu, lagian pula jika kita sudah becerai , kamu bisa bebas menjalani hidup kamu sesuka mu, tanpa ada yang melarang " kata Ryan yang masih memilih untuk bercerai


" tapi mas , aku gak mau cerai sama kamu hiks hiks " Ranti yang menangis tak mau bercerai dengan Riyan


" maaf , aku tidak bisa bersama kamu lagi , kau tenang saja , aku masih akan tetap menganggap serly seperti anak ku sendiri , aku juga akan membantu biyaya sekolah untuk nya, dia juga masih bisa menganggap aku sebagai papa nya , aku akan segera mengurus perceraian kita secepat nya" kata Riyan


" tidak mas, aku tidak mau cerai sama kamu , tolong maafkan aku, aku tidak kan mengulangi kesalahan ku lagi , tolong maafkan aku" kata Ranti yang berlutut kembali di hadapan Riyan


Ranti berharap kalau Riyan mengurungkan niat nya untuk menceraikan nya, sungguh Ranti kali ini menyesal telah menyewa gigolo untuk memuaskan hasrat nya semata , ia tidak sadar akibat perbuatan nya selama ini


" nyonya" teriak ART di rumah Riyan yang melihat majikan nya tak berdaya di lantai


Riyan dan Ranti pun langsung menoleh ke arah ART yang tadi nya berteriak


" mama" ucap Riyan yang langsung berlari ke arah mama nya


" mama kanapa bik?" tanya Riyan kepada ART itu


" bibik juga gak tau den, bibik liat nyonya sudah tergeletak di lantai" jawab ART itu


Riyan langsung menggendong sang mama dengan keadan panik, ia takut terjadi apa apa dengan mama nya , ia langsung membawa sang mama ke rumah sakit , ia melewati Ranti yang masih berlutut begitu saja , tanpa memperdulikan ranti sama sekali

__ADS_1


Riyan memasuk kan mama nya ke dalam mobil dengan perlahan , setelah itu ia juga masuk ke dalam mobil itu, Riyan menemani sang mama di belakan , sedangkan yang membawa mobil ia lah sopir pribadi nya


" kita kerumah sakit pak, , cepat ya pak" kata Riyan menyuruh sang sopir


" baik den" jawab supir itu


Mobil berjalan meninggakan rumah ,menuju ke Rumah sakit , butuh lima belas menit menuju ke rumah sakit , sesampai nya di rumah sakit Riyan langsung mengendong mama nya keluar dari mobil ia langsung membawa masuk ke ruangan UGD


" doktere.. Dokter... Tolong mama saya" kata Riyan sambil mengendong sang mama yang tak sadarkan diri


" silahkan letakkan di sini pak , nanti dokter yang akan memeriksa nya" kata suster itu menjuk kan tempat tidur pasien


Riyan langsung merebahkan sang mama di tempat tidur pasien , tak lama dokter pun datang untuk memeriksa ke adaan sonya


" bapak , silahkan urus administrasi nya terlebiih dahulu" kata suster kepada Riyan


" tapi saya mau tau ke adaan mama saya sus" kata Ryan yang sangat menghawatirkan mama nya


" baik lah kalau begitu" kata Riyan yang langsung menuju ke tempat administrasi , setelah selesai mengurs administrasi nya , ia kembali ke depan ruangan UGD tadi , ia menunggu dokter yang belum selesai memriksa mama nya


tak lama dokter pun keluar dari Ruangan UGD, dengan cepat Riyan langsung menghampiri dokter tersebut


" dokter, bagai mana ke adaan mama saya?" tanya Riyan


" ibu anda mengalami struk , akibat tekenan darah nya yang terlalu tinggi ,jadi beliau harus di rawat secera intensif di rumah sakit ini, agar kami bisa memantau perkembangan nya" kata dokter itu kepada RIyan


" baik dok, lakukan yang terbaik untuk mama saya dok, berapa pun biyaya nya akan saya bayar asal mama saya bisa sehat seperti sedia kalah " kata Riyan


" baik pak, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan ibu anda , kalau begitu saya permisi dulu pak " kata dokter itu


" baik dok timakasih " kata Riyan sambil mengangguk kan kepalanya

__ADS_1


Dokter itu pun pergi meninggalkan Riyan di depan pintu UGD ,Riyan pun belum di perbolehkan masuk karena sonya tengah bersiap untuk di pindahkan Ruangan inap


Setelah menunggu berapa saat , sonya pun langsung di pindahkan ke ruang rawat inap , di sana sonya telah di pasang berbagai macam alat medis yang menempet di tubuh nya


" mama" panggil Riyan yang langsung duduk di kursi samping ranjang sang mama, ia mencium tangan sang mama


" maafkan Riyan ma" kata Riyan yang meneteskan air matanya , ia merasa bersalah karena ia membiarkan sang mamaengetahui semua masalah nya dan membiarkan mama nya melihat nya berdebat dengan Ranti


tak lama pintu kamar di buka oleh seseorang, Riyan langsung menoleh ke arah pintu, terlihat sang adik lah yang membuka pintu nya


" mama"kata lia yang langsung berlari menghampiri mama nya yang terbaring lemah


" kak, mama kenapa hiks hiks" Lia yang menangis


" mam tadi pingsan, kata dokter mama terkena struk " kata Riyan yang mengatakan ke adaan sang mama


" mama hiks hiks " Lia menangis ia tak tega melihat sang mama sakit seperti ini


Riyan langsng bangkit dari duduk nya dan langsung memeluk sang adik untuk menenangkan sang adik


" kita harus kuat dek, jangan perlihat kan kesedihan dengan ke adaan mama seperti ini, kita harus menyemangati mama agar mama punya semangat untuk sembuh, dan kita juga harus banyak mendoakan mama ya" kata Riyan sambil mengelus kepala sang adik


lia menangis di pelukan sang kaka, ia tak menyangka kalau mama nya yang dulu terlihat selalu sehat harus tiba tiba jatuh sakit dan langsung tak berdaya seperti ini


" sudah jangan menangis lagi, takut nanti mama bangun melihat kita menangis seperti ini, dia pasti akan sedih " kata Riyan yang menyuruh sang adik untuk berhenti menangis, ia takut sang mam melihat mereka menangis dan pasti akan ikut sedih


.


.


jangan lupa like, komen dan vote nya ya terimakasih🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2