Jatuh Cinta Padamu (Lagi), Tuan!

Jatuh Cinta Padamu (Lagi), Tuan!
ANNA


__ADS_3

Harinya kini benar-benar penat. Pertengkaran besar dengan ayahnya, Tuan Admiral membuatnya tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. Ucapan Tuan Admiral masih terus terngiang di kepalanya. Ingin menyelesaikan pekerjaan yang mulai menumpuk satu persatu pun tak kunjung dia lakukan. Sampai dimana seseorang mengetuk pintu dan masuk, berhasil membawa kesadaran Anna ke dunia nyata.


"Ada apa?"


Tanya Anna pada sekretaris El yang selalu setia padanya.


"Mengenai penyelidikan perusahaan Wallis yang Nona minta, informasinya sudah saya dapatkan."


Ucap El tetap tenang walaupun sekarang dia sedang berhadapan dengan salah satu Nona muda dari Lyn Group, yang dari suasana hatinya saat ini dia sedang tidak baik-baik saja.


"Katakan."


Singkat namun penuh penekanan.


"Menurut informasi yang saya dapatkan, sepeninggal Tuan Wallis harusnya perusahaan saat ini dipegang oleh Nona Victoria. Namun, sejak insiden berdarah itu Nona Victoria dan ibunya Nyonya Marry menghilang atau mungkin mereka sedang bersembunyi. Jadi tugas pimpinan Wallis Grup untuk saat ini kosong, acara-acara atau proyek besar semetara waktu di handel oleh divisi yang bertanggungjawab."


"Victoria? Dia ahli warisnya?"


Tanya Anna memastikan.


"Tidak ada yang tahu pasti Nona. Tapi, ada desas-desus yang beredar bahwa ahli waris seluruh kekayaan Wallis akan diserahkan pada Putri Tuan Wallis dari pernikahan resminya dengan Nyonya Alice. Namun sampai saat ini tidak ada yang tahu keberadaan Nona itu, orang-orang yang berada disekitar Wallis yang kemungkinan mengetahui keberadaannya pun tidak ada yang selamat dari pembantaian berdarah itu."


"Apa menurut mu ini ada hubungannya dengan Nona itu?"


Tanya Anna masih dengan intonasi tajamnya dan aura marahnya.


"Saya... Saya pikir kemungkinannya ada Nona."


Baru kali ini El merasa dia dapat berbicara segugup ini dengan tuannya.


Seketika Anna pun melemparkan punggungnya pada sandaran kursi kerjanya. Membuang napas berat, lalu memejamkan matanya. Tak lupa Gadis muda itu mengerutkan dahinya, membalikan kursi hingga memunggungi El yang masih setia berdiri menunggu instruksi selanjutnya. Ekspresi ini persis seperti seseorang yang sedang frustasi.


"Nona, dapatkah saya bertanya? Maaf jika saya lancang."


"Katakan."


"Kemarin malam saya mendengar pertengkaran Anda dengan Tuan besar. Secara garis besar saya mendengar masalah yang Anda bicarakan. Apakah benar, Anda adalah..."


Enggan, El enggan melanjutkan ucapannya saat sang Nona berdiri dari kursi kerjanya.


"El, kamu adalah orang yang paling aku percayai. Sebagai orang yang dekat dengan dunia orang-orang mafia aku merasa aku akan aman jika kamu selalu ada di sisi ku. Aku tau segala hal mengenai dirimu. Tapi, sebagai tuanmu, kamu tidak benar-benar tau tentang diriku. Masalah semalam yang kamu dengar anggap saja sebagai hadiah tak terduga untuk mu."


Jawaban Anna kali ini cukup bembuat El sedikit terkejut. Bagaimana tidak, jika tuan yang baru 2 tahun dia layani ini bukan orang biasa-biasa saja.

__ADS_1


"Baik Nona. Suatu kehormatan bagi saya."


"Juga Nona, saya ingin menginformasikan sesuatu yang penting lagi untuk Nona. Coba Nona lihat ini."


Ucap El sambil menyodorkan beberapa kertas.


"Karna perkembangan Lyn Grup sangat pesat. Akhir-akhir ini anggita 10 Perusahaan dari keluarga penguasa yang terkenal di dunia Mafia sangat gencar mencari tahu tentang Perusahaan kita Nona, termasuk data informasi tentang Nona."


Jelas El khawatir.


"Para tua bangka itu masih memimpin perusahaan-perusahaannya?"


Tanya Anna masih memandang tajam isi dari kertas-kertas yang menunjukan beberapa data informasi perusahaan yang bocor.


"Tidak, perusahaan-perusahaan itu sekarang dipegang oleh para ahli waris."


"Huh. Para ******** tukang menghambur-hamburkan uang itu sudah bergerak ya? Pantas saja mereka sangat berani."


Gumam Anna dengan senyum meremehkan.


"Perketat keamanan perusahaan. Ubah sistem data base perusahaan lebih canggih lagi. Usahakan data ku atau si bodoh Arthur jangan sampai bocor."


"Juga Nona ada sesuatu yang aneh saat saya meriset kebocoran informasi tersebut."


"Apalagi?"


Tanya Anna tak sabaran.


"Wallis grup ikut bergerak mengawasi perusahaan kita, Nona. Bukankah itu sedikit aneh? Juga Perusahaan tanpa Pimpinan bukankah lambat laun akan mengalami kehancuran? Tapi Wallis, ini sudah cukup lama dari insiden itu. Perusahaannya masih bertahan, seperti ada yang mengendalikan dari balik layar."


Jelas El.


"Ck. Itulah yang aku pikirkan. El, menurut mu seberapa lama Nona muda manja yang selalu bergelimang harta dapat bersembunyi dari persembunyiannya?"


Pertanyaan Anna kali ini turut disertai dengan senyum sinisnya.


"Itu tentu tidak akan bertahan lama Nona. Perintah selanjutnya, apa yang harus saya lakukan Nona?"


Tanya El yang merasa lega karena sifat ambisius sang tuan dirasa sudah kembali.


"Kirim orang untuk mencari Victoria dan ibunya. Jika sudah ketemu, ikuti dia. Laporkan informasi yang didapat padaku langsung, sekecil apapun informasinya laporkan!"


Jawab Anna memberi perintah.

__ADS_1


Dengan sekali anggukan El mengerti secara luas apa keinginan tuannya. Sekali hormat ia ijin pamit menjalankan tugasnya.


"Kalian sedang memancing singa untuk mengaung, kan?"


Gumamnya lagi.


"Ah. hari ini benar-benar melelahkan, aku ingin pulang dan berendam, lalu aku ingin tidur sampai besok siang. Aku harap Ayah tidak akan mengatakan sesuatu yang dapat membuat mood ku hancur."


Ucap Anna sambil meregangkan tubuhnya yang sedikit pegal. Berjalan meninggalkan ruangan yang hampir setiap saat dia tinggali, menutup pintu secara kasar dan tak lupa tersenyum kepada beberapa staf ahli pribadinya.


"Lebih rahasiakan kembali privasi pekerjaan kalian. aku tidak mau ada sesuatu yang buruk terjadi dengan staf pribadiku."


Ucap Anna memberikan perintah.


"baik Boss!"


Jawab para staf semangat.


"Ah iya. Hubungi pengawal pribadiku segera jika kalian merasa sedang dalam situasi tidak aman. El, berikan kontak pengawal ku pada mereka. Orang-orang yang bekerja dengan ku harus dapat perlindungan yang nyata."


Ucap Anna sebelum melanjutkan langkahnya.


"Waaah. Boss terbaik!"


Jawab mereka takjub diikuti dengan salam hormat pada Tuan yang sekarang berlalu meninggalkan kantor.


"Nona, apa ini tidak berlebihan?"


Tanya El sedikit ragu.


"Tidak, aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi. Jika perusahaan besar itu sudah mengincar Lyn Group, maka gerombolan sampah bawah tanah akan lebih berkerja keras daripada mereka. Bukankah menjual informasi langka pada orang atas akan memiliki harga yang sangat mahal? Aku khawatir bukan hanya aku yang mereka incar, tapi orang-orang yang bekerja dengan ku pun akan mereka incar."


Jelas Anna pada El Yang sedang tertegun tak percaya pada Tuan yang sekarang sedang menunjukan sisi lain dirinya.


"Aku luar biasa bukan?"


Ucap Anna sambil mengedipkan sebelah matanya pada El yang masih termenung dengan pikirannya.


"Ah, hehe... Anda benar-benar yang terbaik Nona."


Kali ini El menunjukan sisi lebaynya.


Anna pun tersenyum melihat tingkah El yang biasanya selalu tampak kaku dan tanpa ekspresi.

__ADS_1


__ADS_2