Jatuh Cinta Padamu (Lagi), Tuan!

Jatuh Cinta Padamu (Lagi), Tuan!
Adu Mulut


__ADS_3

Pandangannya masih setia memandang rintik hujan yang sudah turun dari pagi tadi. Dalam diam sepertinya gadis itu sedang memikirkan sesuatu yang membuat beban dalam kepalanya bertambah.


"Sial! Aku merasa hujan selalu meledekku disaat aku sedang ada masalah. Setiap kali moodku hancur mereka pasti datang."


Rutuk Anna dalam hatinya. Sekarang jari-jarinya turut menyentuh kaca yang sudah berembun, tangannya menari membuat pola asal.


"El, pastikan jadwalku besok benar-benar kosong. Aku ingin menenangkan pikiranku dulu sebentar."


Ucap Anna seraya siap turun dari mobil saat kendaraan itu sudah sampai di tempat tujuannya dan bersiap memasuki kediaman keluarga Admiral.


El mengangguk tanda mengerti.


Sekarang kaki jenjangnya sudah menginjak ruang utama keluarga Admiral. Gadis berambut lebat yang sedikit melewati bahu tanpa poni itu kini sudah menguatkan hatinya kalau-kalau sang Ayah menyinggung masalah kemarin.


"Kamu sudah mempertimbangkan masalah kemarin?"


Baru saja Anna akan menginjak tangga menuju kamarnya, suara dari orang yang Anna hindari saat ini terdengar.


"Apa lagi yang harus aku pertimbangkan Ayah? Jawabanku tetap tidak!"


Jawab Anna mantap sambil membalikan badan menghadap ayahnya, dari nada suaranya terdengar gadis ini sedang tidak ingin membahasnya.


"Anna baru pulang sayang, biarkan dia istirahat dulu."


Kali ini Nyonya Admiral menghampiri ayah dan anak yang sebentar lagi siap untuk berdebat.


"Anna, Ibu sudah menyiapkan makan malam. Istirahat sebentar lalu bersiaplah untuk makan."


Lanjut sang ibu.


Anna yang mendengarnya merasa terselamatkan. Dijawabnya tawaran sang ibu dengan senyuman lelah ingin istirahat, sekaligus tanda terimakasih.


"Anna Wallis, Ayah belum selesai bicara!"


Kali ini intonasi tinggi dari ucapan Tuan Hendry Admiral cukup membuat Nyonya Charlotte sedikit terperanjat.


"Jangan pernah sebut aku dengan nama itu lagi Ayah!"


Jawab gadis itu kesal.


"Kembali ke keluarga Wallis! Bagaimana pun juga perusahaan dan nama itu adalah peninggalan dari Jonas untuk kamu! Kamu mau melihat usaha dari Ayah mu hancur diambil orang lain?"


"Ayah mengusirku? Kenapa harus keluarga Wallis? Dia bukan Ayahku! Keluargaku hanya disini. Hendry adalah Ayahku dan Charlotte adalah Ibuku! Berapa kali harus aku katakan?"


Tak kuasa menahan amarah, kali ini kata-kata yang sudah dipendam Anna sejak malam kemarin akhirnya keluar.


"Mereka membuangku dan kalian mengurusku! Apa selama ini Ayah keberatan mengurusku? Kenapa baru sekarang Ayah mengusirku?"


Disertai air mata kali ini Anna melanjutkan ucapannya.


Nyonya Charlotte yang sedari tadi tak bisa berkata apa-apa menghampiri Anna, memeluknya dan mengusap kepala Anna. Dia menatap wajah putrinya itu, terlihat ada raut wajah lelah, takut, dan marah tersirat jelas disana.


"Terserah apa yang kamu pikirkan. Kembali ke Wallis segera dan tinggalkan Lyn Grup, aku sudah mengatur Arthur agar segera kembali ke perusahaan dan tidak merepotkanmu lagi. Jika kamu tetap tidak mau mengelola jerih payah dari Jonas dan Alice, suatu saat kamu akan menyesalinya."


Kali ini suara dari Tuan Admiral lebih terdengar seperti memohon, memohon agar Anna mengerti. Dalam raut wajahnya dia terlihat tak tega melihat dan mendengar Anna disakiti oleh perkataan yang keluar dari mulutnya sendiri. Tapi apa boleh buat, ini sudah waktunya.


"Penyesalan apa lagi yang harus aku sesali lagi Ayah? Penyesalanku saat ini hanya aku menyesal sudah dilahirkan ke dunia ini! Aku hanya ingin bahagia merasakan kasih sayang dari Ibu dan Ayah. Tapi sekarang kenapa saat aku mulai merasakannya, Ayah malah berbicara seperti itu?"


Ucap Anna masih berlinang air mata.


"Ayah dan Ibu sudah dengan tulus mengurusku hingga sampai seperti ini. Kalian menyekolahkan ku dengan layak, memberiku makan, pakaian, tempat tinggal, segala fasilitas mewah yang bisa aku gunakan dan kedua adik yang menyayangiku. Walaupun aku tidak memintanya tapi kalian memberikan semua itu dengan sukarela kepadaku, memperlakukan aku layaknya anak kandung kalian. Tapi Ayah, kenapa Ayah tega berbicara seperti itu?"


"Berhenti menangis! Tinggalkan Lyn Grup dan kembali ke Wallis! Ayah tidak mau mendengar bantahan lain lagi dari mulutmu, Anna!"

__ADS_1


Teriak Tuan Admiral frustasi.


"Kenapa Ayah? kenapa seperti ini? Apa selama ini Wallis membayar Ayah? Apa kalian bersekongkol? Apa sekarang aku juga ditolak dikeluarga ini? Apa ini alasan Ayah tidak memberikan nama keluarga Admiral untukku?!"


"CUKUP!"


Teriak Nyonya Charlotte tak sanggup lagi mendengar pertengkaran Anna dan suaminya yang semakin tak terkendali.


"Anna, kamu butuh istirahat sayang. Pergi ke kamarmu. Makan malam nanti biar Ibu antarkan ke kamarmu."


Lanjutnya lagi sambil mengelus punggung Anna yang emosinya saat ini sedang tidak stabil, walaupun saat ini dirinya juga butuh rasa tenang karena pertengkaran yang dimulai oleh suaminya.


"Ada apa dengan dirimu? Aku bilang biarkan Anna istirahat dulu. Dia lelah sudah bekerja, harusnya kamu mengerti."


Kali ini Ny. Charlotte berbalik menghampiri suaminya, meluapkan rasa kesal yang sedari tadi ia pendam.


"Jika Ayah ingin aku pergi dari keluarga ini. Baik aku akan pergi."


Ucap Anna penuh rasa putus asa yang tak mengindahkan perintah dari ibunya.


Dengan tergesa Anna pergi meninggalkan kediaman keluarga Admiral. Sambil menangis Anna terus berjalan berharap dapat segera meninggalkan lingkungan ini. Dalam hatinya dia terus mengumpat atas segala kesialan yang akhir-akhir ini menimpanya. Dia terus merutuki kematian kedua orang tua kandunggnha yang masih meninggalkan kesusahan bagi kehidupan yang sedang dia jalani.


☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️


Sedangkan ditempat lain sedikit keributan kecil sedang terjadi. Ya, tempat itu adalah tempat perkumpulan para Tuan Muda penerus 10 Perusahaan besar Kota Kumbang.


Hans, pria itu hanya memandang tenang ketegangan yang sedang terjadi di antara teman, musuh, sekaligus rekan kerjanya. Walaupun sebenarnya seringkali Hans memandang mereka sebagai pengganggu hari-harinya. Namun sepertinya hari ini Hans tidak setenang biasanya.


"Sialan! Mereka pikir mereka siapa? Hanya data dari orang baru sialan seperti dia saja mendapatkannya harus sampai berjuang seperti ini!"


Umpat Dev Clay, Tuan muda Clay Grup dengan kesal saat dia mendapat laporan dari anak buahnya yang gagal mendapatkan data dari targetnya.


"Sudah berapa jauh kita mendapatkan data mereka?"


"Hanya beberapa dan tidak terlalu penting. Masih banyak informasi yang membingungkan dan simpang-siur, ini adalah data dari orang-orang yang kita suruh untuk menyelidiki mereka dan dari data yang berhasil kita retas. Sayangnya saat sedikit lagi kita sukses mendapatkan bagian pentingnya, mereka memperketat keamanan data base dengan sangat cepat. Hebat bukan?"


Jawab Edgar Greg menjelaskan sedikit informasi yang mereka dapatkan pada layar besar yang sekarang ada di depan mereka.


"Seorang wanita? Pimpinan mereka wanita?"


Tanya Ernest Cleve memastikan sekaligus tak percaya saat melihat informasi yang terpampang di layar besar itu.


"Kenapa? Victoria juga wanita tapi dia bisa sukses dengan Wallis."


Timpal Darren Hamilton yang seketika langsung mendapatkan tatapan tajam dari orang-orang yang ada di dalam ruangan.


"Ahhh.. ya... ya... maafkan aku."


Jawabnya menyesal.


Sedetik kemudian Darren melirik ke arah Hans yang masih santai dengan minumannya. Sekarang dia merutuki kebodohan dari mulutnya yang asal menyebut nama Victoria yang saat ini sangat sakral disebutkan dihadapan Hans. Yah, seperti yang mereka ketahui, sejak dari sekolah menengah Victoria bagi Hans adalah wanita yang istimewa. Victoria adalah wanita pertama yang dapat mengetuk pintu hati Hans yang angkuh dengan hadiah-hadiah yang tanpa pamrih dia berikan kepada Hans setiap harinya. Tapi sejak Victoria menghilang tanpa kabar, Hans, pria itu sifatnya menjadi sangat berubah. Sudah berbagai macam cara dia mencari informasi tentang gadis itu tapi hasil yang didapat tetap nihil. Tapi satu fakta pasti yang ia percaya saat ini bahwa Victoria dan ibunya tidak ikut terbunuh dalam insiden Keluarga Wallis cukup membuatnya berharapan bahwa Victoria akan kembali dan baik-baik saja.


"Mengenai Pimpinan mereka, itu sepertinya masih simpang siur. Hanya staf khusus yang identitasnya sangat rahasia yang tau pasti siapa Pimpinan Lyn Grup saat ini."


Ucap Dean Jo memecahkan keheningan yang terjadi karena mulut sembarangan Darren.


"Lyn Grup adalah Perusahaan yang secara resmi dimiliki oleh Ny. Charlotte, istri dari Tuan Hendry Admiral, bukan?"


Kali ini Hans membuka suaranya, gelas yang berisi wine yang sedari tadi dipegangnya dia letak kan diatas meja, lalu kembali bersandar pada sofa. Semua orang mulai memandangnya serius.


"Bob, Berapa orang anak yang dimiliki keluarga Admiral?"


Tanya Hans pada sekretaris pribadinya.

__ADS_1


Bob yang siap menjawab pertanyaan tuannya pun segera menekan tombol agar tampilan pada layar menunjukan jawaban untuk tuannya. Dan sekarang layar didepan mereka menunjukan sesosok Nona muda yang cantik dan Tuan muda yang tampan.


"Menurut informasi yang saya dapatkan, keluarga Admiral memiliki 2 orang anak kandung. Anak pertama mereka berumur 25 tahun bernama Nona Jean Admiral, di umurnya yang masih muda saat ini dia memiliki kedudukan penting di Rumah Sakit keluarga Admiral. Nona Jean adalah ahli bedah saraf dan ahli racun, karna kemampuannya dan asal usulnya dia sangat terkenal di dunia bawah tanah maupun atas. Lalu, anak kedua mereka berumur 23 tahun, dia adalah Tuan Arthur Admiral atau Arthur Lyn, walaupun identitas lain dan keberadaannya cukup misterius, sepertinya tuan-tuan sudah tidak asing lagi dengan Tuan Arthur."


Jelas Bob panjang lebar.


"Sangat mengejutkan ternyata bocah perusuh itu berasal dari keluarga yang tidak sembarangan."


Ucap sinis Glen saat mengetahui asal usul Arthur berasal dari perusahaan biasa yang tiba-tiba saja dapat bersaing dengan 10 perusahaan penguasa.


"Jadi walaupun Lyn Grup memiliki keturunan wanita sudah dapat dipastikan jika desas desus itu tidak benar, bukan? Setelah mendengar penjelasan ini ku pikir putri mereka tidak mungkin ada waktu luang untuk menjadi Dokter yang sibuk dan pengurus Perusahaan keluarga sekaligus. Jadi sudah jelas si keparat itu adalah orang yang sedang kita cari."


Ucap Ernest yakin.


"Memang terlalu cepat menyimpulkan. Tapi kupikir juga begitu, mengingat sudah hampir 2 tahun lamanya kita kesulitan mencari informasi tentang pimpinan mereka, sekarang bukan hal mengejutkan jika orang yang sulit dilacak seperti Arthur yang memimpin."


Timpal Dev menyetujui apa yang Ernest katakan.


"Maaf tuan, sebenarnya masih ada informasi penting yang ingin saya jelaskan."


Timpal Bob menyela halus kesimpulan Ernest.


"Masih ada?"


Tanya Dev.


"Ini... Sebenarnya menyangkut juga dengan orang yang ingin Nyonya besar Loud jodohkan dengan Tuan Hans, Tuan."


Ucap Bob berhati-hati. Dia tahu betul ini adalah topik yang sensitif dibicarakan dengan Hans.


Tampak berpikir, akhirnya dengan sedikit kesal Hans mengijinkan Bob berbicara.


"Katakan."


Ucapnya singkat.


"Informasi ini sempat beredar di antara orang-orang bawah tanah dan entah mengapa saat ini sudah tidak ada lagi orang yang membicarakannya. Lalu saya melakukan penyelidikan lebih lanjut. 20 tahun lalu sebenarnya keluarga Admiral mengadopsi seorang anak perempuan berusia 7 tahun. Mereka mengurus anak itu layaknya anak sendiri. Jika diperkirakan, mungkin sekarang umurnya menginjak 27 tahun dan sebaya dengan para Tuan muda."


Jelas Bob yang membuat para tuan muda itu tak percaya mengenai informasi yang baru saja mereka dengar. Bahkan orang tua mereka pun tidak pernah membahas tentang hal ini. Membahas tentang anak angkat keluarga Dokter Henry yang sangat berjasa bagi keluarga mereka.


"Apa kau ingin mengatakan bahwa wanita yang akan dinikahkan dengan Hans adalah seorang anak angkat? Kau bercanda?"


Ucap Eric Edgardo yang tiba-tiba saja jadi tidak sabaran.


"Cepat katakan semuanya padaku, Bob!"


Mendengar nada suara Hans yang sudah seperti ini Bob mulai bingung akan berbicara dari mana terlebih dulu.


"Begini Tuan, maaf jika saya lancang."


Mengambil nafas sebentar, sedetik kemudian Bob pun mulai berucap lagi sambil menunjukan tampilan layar yang menampilkan dua foto yang berbeda namun terlihat agak mirip hanya karena foto orang yang satunya terlihat lebih tidak jelas.


"Foto disebelah kanan adalah foto anak angkat keluarga Admiral. Nona ini diumur 18 tahun dia sudah menyelesaikan sekolah kedokterannya. Menurut kabar yang beredar keterampilannya melebihi Nona Jean dan saat awal tugasnya sebagai dokter, Nona Jean mendapatkan bimbingan langsung dari Nona muda ini. Tapi, 2 tahun lalu Nona mengundurkan diri dari rumah sakit dan sampai sekarang tidak ada yang tahu keberadaannya."


Jelas Bob menghentikan penjelasannya sejenak, membiarkan para tuan muda yang ada di depannya untuk berpikir.


Lagi-lagi para pewaris muda itu terdiam, mereka sepertinya sedang asik dengan pikirannya masing-masing.


Tak terkecuali si Tuan muda bermata tajam itu. Ya, tampak Hans berpikir keras. Baginya wanita itu tampak tidak asing lagi dalam pikirannya, Hans berusaha mengingat apakah benar dia pernah bertemu dengan orang itu? Tapi dimana?


Tak selang lama dari itu mereka semua saling berpandangan, wanita itu mirip dengan gadis perusuh yang pernah hampir membuat Hans mengamuk karena berani membuat perkara dengan Victoria saat dibangku sekolah dulu.


Sampai saat dimana suara pintu dengan kasar dibuka, tiba-tiba kesadaran mereka dipaksa kembali. Semuanya bersiaga kalau-kalau yang datang adalah musuh yang sedang mengincar mereka.

__ADS_1


BRAK!


__ADS_2