
Hans turun dari jet pribadinya. Menginjakan kaki di atas pulau pribadi milik keluarga Loud yang ditinggali oleh kedua orangtuanya, Tuan Win Loud dan Nyonya Lili. Dia mulai berjalan memasuki halaman luas yang ditumbuhi banyak pohon yang rindang. Didalam hatinya terus memanjatkan doa agar tidak ada lagi drama-drama yang selalu ibunya tunjukan ketika dia pulang.
Kini pria gagah yang hanya takut pada ibunya itu sudah berada didalam Villa besar yang sudah sejak kecil menjadi saksi hidupnya. Hans menarik gagang pintu sebuah ruangan yang diketahui adalah ruang pribadi milik orangtuanya. Dari ambang pintu Hans melihat ibunya yang sedang bersandar di atas kasur yang sedang ditemani oleh Tuan Win. Memang sudah beberapa tahun terakhir penyakit Nyonya Lili yang awalnya hanya sakit ringan biasa, entah karena apa menjadi semakin parah. Nyonya Lili tersenyum sumringah saat orang yang hari ini datang menemuinya ternyata adalah Hans. Bukan tanpa alasan memang, jika hari ini Hans sudah berani pulang menghadapnya. Berarti kali ini bocah yang sulit diatur itu membawa kabar baik yang sudah 3 hari ini ia tunggu-tunggu.
"Anakku sayang, kemarilah. Ibu tahu kamu pasti membawa kabar baik."
Ucap Nyonya Lili membuat Hans membuang nafas.
"Biarkan dia istirahat dulu, tidak perlu langsung bicara seperti itu."
Ujar Tuan Win yang tahu maksud dari ucapan istrinya.
Hans berjalan mendekat ketika melihat perubahan wajah ibunya yang kini terlihat cemberut karna mendengar beberapa kalimat yang keluar dari mulut ayahnya.
"Aku sudah mendapatkan informasi dari gadis itu. Aku sudah bertemu dengannya."
Ucap Hans dan langsung membuat wajah ceria ibunya kembali lagi.
"Benarkah? Kamu tidak berbohong? Bagaimana menurutmu? Kamu suka bukan?"
Tanya nyonya Lili bertubi-tubi.
"Jika aku tidak suka pun Ibu pasti terus merengek. Pendapatku bukankah tidak penting?"
"Aku ingin bertanya sesuatu pada Ibu. Darimana Ibu tahu tentang gadis itu?"
Tanya Hans mulai selidik. Mungkinkah kedua orangtuanya sudah mengetahui jika Anna adalah Arrianne, putri keluarga Wallis yang sempat hilang?
"Hahaha, kamu benar. Ibu belum pernah cerita kenapa Ibu bersikeras ingin menikahkan kamu dengan gadis itu."
Ucap Nyonya Lili disertai dengan tawa renyahnya.
__ADS_1
Hans dan tuan Win saling pandang melihat kelakuan wanita yang begitu berharga bagi mereka.
"Kira-kira beberapa tahun lalu Ibu sempat menghadiri undangan jamuan makan malam yang diadakan oleh Keluarga Admiral. Ibu dan istri Dokter Hendry bisa dikatakan berteman dekat, saat itu Ibu baru pertama kali melihat dengan mata kepala Ibu sendiri Putri angkat dari Charlotte. Dan saat itu Ibu langsung merasa jika saatnya tiba ingin menjadikan dia sebagai menantu Ibu. Hahaha, tidak menyangka sekarang kamu sudah bertemu dengannya. Tuhan sangat baik pada Ibu."
Cerita Nyonya Lili dengan menggebu-gebu.
"Benarkah? Kenapa aku tidak tahu jika Dokter Hendry pernah mengadakan jamuan beberapa tahun lalu? Keluarga mereka sangat tertutup Ibu, mana mungkin mereka mengadakan jamuan makan malam?"
Ucap Hans tidak percaya.
"Bagaimana kamu tahu tentang hal seperti itu jika selama ini pikiran dan hatimu terus dibayangi oleh wanita itu. Hans, Ibu ingatkan kamu, Ibu tidak akan pernah setuju jika kamu memiliki hubungan dengan anak dari rubah licik itu!"
Tegas Nyonya Lili tak suka dengan sikap Hans yang mulai tidak mempercayainya.
"Sayang tenanglah, jaga emosimu. Kesehatanmu bisa memburuk."
Ucap Tuan Win ketika melihat istrinya mulai terengah.
"Hans ayo ikut denganku, biar aku yang menjelaskannya."
"Sayang kamu istirahat saja, aku akan menyuruh pelayan menemanimu."
Lanjutnya lagi.
Hans hanya menatap lirih ibunya, selalu saja seperti ini. Kondisi Nyonya Lili saat ini benar-benar mudah sekali drop jika mendengar kabar yang tidak ingin dia dengar. Kondisi seperti ini sungguh membuat Hans kesulitan menggali informasi seberapa jauh ibunya mengetahui tentang Anna.
"Hans, ayah tahu bagaimana perasaanmu saat ini.Tapi sekarang tidak ada jalan lain selain menuruti keinginan ibumu."
Jelas Tuan Win saat mereka sudah sampai di ruang kerjanya.
"Selain itu usiamu sudah cukup matang untuk berkeluarga. Berhentilah memikirkan wanita yang keberadaannya saja tidak diketahui. Apa kamu mau Loud berhenti sampai generasi ke 5?"
__ADS_1
"Ayah, selama ini aku selalu menuruti apa yang kalian katakan. Bahkan aku sampai membuang apa yang aku inginkan. Sebagai pewaris keluarga seharusnya aku memiliki lebih banyak hak atas diriku. Kenapa urusan wanita saja kalian harus ikut campur? Keberadaannya saat ini memang tidak ada yang tahu, tapi aku yakin dia masih hidup! Aku akan terus mencarinya tidak peduli Ibu dan Ayah akan setuju atau tidak!"
Ucap Hans meluapkan kekesalannya.
Raut wajah Tuan Win seketika meradang mendengar penuturan putranya. Watak Hans yang seperti inilah yang membuatnya malas untuk berbicara panjang lebar dengan anaknya ini.
"Jaga ucapanmu, Hans! Selama ini waktu dan pikiranmu selalu dibebankan untuk wanita itu. Bahkan karena keberadaannya yang selalu ada di sekitarmu, kamu tidak pernah sadar sudah berapa kali keluarga kita diusik oleh orang-orang tidak berguna itu? Kau melupakan tugas utamamu sebagai pewaris keluarga, Hans! Dan sekarang giliran Ibumu berpikir Kau sudah kembali padanya, beraninya kau masih mengungkit perasaanmu yang sampai kapanpun tidak akan pernah sudi aku merestuinya."
Hans mengepalkan tangannya, mencoba menahan emosi yang sudah siap untuk meledak. Seketika dia membalikan tubuhnya untuk segera pergi.
"Aku tidak butuh restu dari kalian."
Ucap Hans acuh.
"Pikirkan lagi baik-baik. Bawa wanita dari Lyn itu segera sebelum kesehatan Ibumu semakin memburuk."
Ucap Tuan Win menekan pelipisnya yang sekarang mulai terasa sakit.
Seperti tak memperdulikan ucapan terakhir dari ayahnya, dengan dingin Hans berjalan meninggalkan kediaman Loud yang sudah lama tidak dia datangi. Sejak terakhir kali Hans memperkenalkan dan membawa Victoria kemari, suasana tempat ini seperti sudah tidak ingin membuatnya berlama-lama untuk tinggal. Penolakan keras ibunya terhadap Victoria seolah-olah selalu terngiang di kepalanya.
"Kau mendapatkan informasi terbaru tentang keberadaanya?"
Tanya Hans pada Bob saat sudah masuk kedalam jetnya.
"Tidak, tuan."
Jawab Bob.
"Perluas lagi area pencarian, tambah kembali orang-orang kita. Aku tidak mau tau, secepatnya aku ingin mendengar kabar baik dari kalian!"
Ucap tegas Hans.
__ADS_1
"Sebenarnya kau pergi kemana, Vict? Apa kau tidak percaya aku bisa melindungimu? Berapa lama lagi kau akan membuatku tersiksa seperti ini? Sedang apa kau sekarang? Apa kau baik-baik saja?"
Lirihnya seraya melempar keras benda yang berada di dekatnya.