JELITA DIBALUT LUKA

JELITA DIBALUT LUKA
1. Prolog


__ADS_3

Selamat Membaca


Semoga ceritanya dapat menyentuh hati dan menjadi hiburan tersendiri bagi yang sudah mampir.


Dia seorang gadis jelita, tinggi sesuai standar wanita Indonesia yaitu 160 cm, berat badan juga proporsional 49 kilogram, gak kurus juga tak gemuk, dari segi otak sangat cerdas nilai diatas rata-rata, latar belakang keluarga jangan ditanya lagi, dia tentunya dari keluarga ternama. Terlalu perfect, entah apa yang kurang dari dirinya?,


kalau dipikir-pikir siapa coba yang tak iri padanya.


Huft....! tapi sayang seribu sayang, ia punya kekurangan terlalu bucin sama cogan asal negri Jiran, sampai rela jatuhkan mahkota demi sebuah pembuktian kata C-I-N-T-A, hingga harus mengandung benih dari sang kekasih, tapi apesnya ketika ia akan mengabari tentang kehamilannya, ia justru mendapat pesan duluan dari sang kekasih jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orangtuanya.


Stres gak yah...?, stres lah masa senang...!.


Hay...sedikit berbagi kisah di luaran sana tentang pergaulan bebas jaman now. Bukan rahasia lagi sekarang mah rata-rata anak muda pasti punya pasangan dalam arti kata yah pacaran. Tapi ada juga yang sudah kembali ke jalur ta'aruf, gak bilang semua yah, tapi rata-rata anak muda sekarang sudah punya pacar ketika menginjak usia remaja.


Penyebab utamanya sih, sesuai pendapat para ahli yang sudah melakukan survey, katanya salah satu penyebabnya adalah tingkat akses internet yang semakin mudah. Coba aja perhatiin anak SD saja udah ada yang punya gadget sendiri, tentu saja dari pemberian ortu katanya sih untuk menunjang mata pelajaran yang serba online.


Dan akhirnya jika para ortu lepas kontrol maka terjadilah pergaulan yang tidak diinginkan melalui akun sosmed yang tinggal pilih mana suka.


Nah, apa yang terjadi pada mereka?, maka terbentuklah yang namanya faktor kebiasaan kerena terbiasa. Coba aja tegur mereka jika ada salah pergaulan, dan dalam berprilaku jika sebagai orang tua gak dibilang balik sama anak, kudet lah, kuper lah, dan berbagai macam julukan lain. Yang parahnya lagi malah orang tua lah yang menyesuaikan dengan pergaulan anak-anak mereka.


Adudududuhh.....!


Kira-kira seperti itulah kehidupan yang di alami oleh seorang putri dari salah satu anggota dewan terhormat dan juga sebagai pengusaha termasyur di daerah Jogja. Melia Ananda, biasa dipanggil Meli dalam kesehariannya, seorang gadis yang dibesarkan dalam keluarga harmonis, berkecukupan, dan bermartabat. Sekilas tak ada yang kurang dari gadis tersebut, hanya saja pergaulan yang agak bebas yang ia jalani karena kurangnya kontrol dari ke dua orang tuanya yang terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Awalnya gadis ini mampu menjaga kehormatannya, hingga pada akhirnya ia berada pada fase dimana seorang remaja dalam peralihan menjadi dewasa di sekitar umur 22 tahun, mulai mengenal cinta yang sesungguhnya, jika pada saat masa SMA mungkin kita akan menyebutnya dengan cinta monyet, tapi untuk usia Meli tentu saja sudah punya pemahaman tertentu tentang arti cinta yang lain, selain dari kedua orang tuanya.


Meli terlalu bucin, hingga ia suatu saat melakukan kesalahan yang fatal, menyerahkan sesuatu yang paling berharga dalam dirinya pada pria yang baru enam bulan yang lalu ia kenal dari sahabatnya sendiri. Awalnya pria ini sangat baik, yah pada umumnya sih memang baik kalau ada maunya. Meli yang polos mulai termakan oleh bujuk rayuan si pria tersebut, jujur Meli memang menggoda dari segi fisik, jadi wajar jika kaum Adam banyak yang gak tahan dengan kemolekan tubuhnya.


Disisi lain, Meli tak pernah tau jika sebenarnya ia telah di jodohkan oleh kedua orang tuanya sejak ia masih mengenakan seragam putih abu-abu.

__ADS_1


Waduh...Gawat... !


Hubungan mereka terus berlanjut hingga wisuda selesai. Nah, disinilah awal kisah Jelita Dibalut Luka. Sang pria idaman memutuskan kembali ke negri Jiran dan menjanjikan hal yang tak pasti untuk Meli, dengan janji ia akan kembali bersama kedua orang tuanya dan melamar Meli pada kedua orang tua Meli, sebulan berjalan semua masih tampak seperti biasa, tak ada yang berubah, si pria masih sering berkomunikasi dengan Meli, namun ketika menginjak bulan kedua komunikasi mereka mulai renggang, tapi meli masih bisa menghubunginya, hingga suatu saat Meli merasakan ada yang aneh dengan dirinya seperti merasakan tanda gejala kehamilan, dan semua itu benar adanya saat Meli melakukan tes pek dan terlihat dua garis merah berjejer rapi menunjukkan dirinya kini sedang berbadan dua.


Terkejut bukan main, Meli langsung menghubungi kekasih hati yang berada jauh di negri Jiran, niat hati ingin menyampaikan tentang kehamilannya, namu bersamaan ia menerima sebuah pesan masuk, pesan panjang, yang membuat jantung Meli ingin berhenti berdetak saat itu juga.


Sayang maaf seribu maaf.


Aku bukan lah pria yang baik.


Aku bukan lah pria yang tepat untukmu.


Bahkan kata maaf dari mu tak pantas aku dapatkan.


Terimakasih telah menjadi seseorang yang sangat aku cintai.


Terimakasih atas semua kasih sayang dan cinta tulus dari mu.


Karena aku harus menyetujui perjodohan dari kedua orang tuaku.


Aku harus membalas Budi mereka.


Tolong, jangan nantikan diriku lagi.


Carilah pengganti diriku yang lebih pantas dan lebih layak.


I Love U Forever.


Ardan Fahriansyah

__ADS_1


Gadget ditangan tak mampu ia pegang dengan kuat, seluruh hidup Meli kini hancur tak bersisa, ingin berbagi pada kedua orang tuanya tentu itu tak mungkin ia lakukan, Meli hanya bisa meratapi semua kesalahan yang ia perbuat di masa lalu.


"Pa....Mah .... maafin Meli...! lirih terucap, derai air mata mengalir tak henti, jantung berdegub kencang, napas terengah-engah, badan lemah tak bertenaga. Terdiam dan tak tau harus berbuat apa.


Meli melangkah keluar rumah dengan nuansa serba putih, tak seperti dirinya yang telah ternoda. Semakin jauh melangkah dengan tujuan tak tentu hingga ia tak kuat menopang tubuhnya dan ambruk ditepi jalan dekat mesjid.


Warga yang kebetulan berada disekitar tempat itu langsung membantu dan membopong tubuhnya masuk ke dalam mesjid, dan para santri yang tengah tadarus segera menolong Meli, hingga Meli siuman.


Meli sungguh tertegun ketika ia terbangun, dan ia sedang berada di dalam sebuah mesjid dan ditemani para santri yang dengan pakaian menutupi aurat, dan sangat menyejukkan mata memandang mereka.


Ya Tuhan.....


Andai aku dulu menutup aurat ini.


Mungkin engkau akan menjagaku tetap mulia, Andai aku menjaga imanku mungkin aku akan berada diantara mereka, andai aku dibesarkan dalam lingkungan agama yang dominan mungkin aku akan lebih paham makna kesucian pada wanita, andai aku menggunakan akal pikiran dengan sehat mungkin aku tak akan terjerat dalam dosa ini.


Tuhan jika masih ada kesempatan untuk ku, aku ingin bertobat dan kembali ke jalanmu, bimbing aku Ya tuhan, Aku ingin menjadi hambamu yang taat.


"Ya Allah .... Ya Robbi....


Ampuni dosa keji yang telah aku perbuat, jika ini memang adalah balasan atas dosa yang ku perbuat maka izinkan anak dalam kandungan ku ini menjalani hidup yang lebih baik dari ku, aku akan berusaha menjaga, merawat, dan mendidiknya menjadi anak yang Sholeh dan Sholeha."


Dalam diam ini lah do'a yang Meli panjatkan....meski ia tak tau jalan apa yang akan ia tempuh, dan seperti apa jodoh yang telah tuhan siapkan untuk wanita penuh noda seperti dirinya.


Mohon kritik dan saran, serta dukungannya.


Terimakasih buat yang telah mampir.


Jika suka dengan ceritanya tombol hati selalu menanti di ujung kisah "Jelita Dibalut Luka"

__ADS_1


❤️ U All.


~Bersambung~


__ADS_2