
Ketika malam hampir tiba Ay merasa sangat lapar, namun kenapa teman – temannya ini tidak ada yang membalas pesannya satu pun. Ia pun berinisiatif untuk memanggil teman – temannya ke kamarnya namun nihil, dia tidak menemukan mereka di kamar mereka. Lalu kemana teman – temannya pikirnya.
“Mereka pada kemana sih, gua udah laper parah ini. Mau makan sendiri nanti mereka gimana? apa jangan – jangan mereka lagi makan ya tapi lupa manggil gue? Gue coba cek ke resto dulu deh”. Baru saja Aileen melangkah kan kakinya sudah ada telpon masuk dari Nesta
“Halo Nes lo dimana? Gue laper nih”. Saut Aileen
“Gue di pinggir pantai Ay, lo sini deh buruan kita makan malam disini”. Ucap Nesta di seberan telpon sana dan memtusukan sambungan telpon nya begitu saja
“Astaga ini anak main matiin telpon aja, belum juga gue ngomong. Gue ke sana aja lah sapatau yang lain juga ada disana”. Gumam Aileen kemudian menyusul temannya yang katanya berada di pinggir pantai
Sesampainya Aileen di pinggir pantai, dia tidak melihat satupun dari teman nya berada disana, suasana pantai kali ini pun terlihat sepi tidak seperti biasanya. Namun ada suatu tempat yang terlihat disana dengan meja makan yang di kelilingi oleh lilin – lilin berbentuk hati.
“Mereka pada dimana sih yaampun kenapa kayak main petak umpet gini sih”. Ucap Aileen tek mendapati temannya
“Kok sepi banget ya, itu ada tempat dinner romantis banget sih apa ada yang mau lamaran ya ? Wah pasti beruntung banget ceweknya dapat cowok yang romantis gitu deh”. Ucap Aileen yang merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya, sepertinya ia harus menelpon temannya LAGI
“Hay Ay udah lama ya?”. Tanya Vano yang entah kapan sudah ada di belakang Aileen
“Vano, ngagetin aja. Yang lain mana kok lo sendiri aja”. Tanya balik Aileen
“Yang lain lagi pada makan”. Jawab Aileen
“Makan dimana? Lah tadi Nesta nyuruh gue kesini katanya mau makan disini. Wah para sih mereka ninggalin gue sendirian”. Sepertinya saat ini ia sedang kecewa bukan karena tidak diajak makan saja tapi karena temannya itu menyuruhnya datang kesini lalu ia ditinggal
“Lo gak sendirian Ay, kan ada gue”. Jawab Vano
“Lo belum makan juga?”. Tanya Aileen
“Belum, Lo mau nemenin gue makan?”. Tanya Vano kemudian tersenyum
“Yaudah yuk lagian tinggal kita bedua yang belum makan”. Aileen hendak berbalik kearah resto namun Vano menarik tangannya yang membuatnya berbalik kembali
__ADS_1
“Kita makan disana aja Ay”. Tunjuk Vano pada tempat yang sudah ia persiapkan untuk dinner bareng Aileen
“Disana? Itu tempat orang Van. Mungkin ada yang mau lamaran kali”. Jawab Aileen yang tidak tau jika tempat itu di persiapkan untuknya
“Gak ada yang mau lamaran, itu tempat gue yang siapin buat kita dinner. Udah yok kesana Ay”. Masih menggenggam tangan Aileen dan mengajak nya untuk duduk sebuah kursi yang sudah ia siapkan
“Van ini lo yang nyiapin semuanya?”. Tanya Aileen yang masih tidak percaya
“Iya kita makan aja dulu yuk, abis makan baru kita ngobrol ya”. Ucap Vano yang diangguki oleh Aileen.
Mereka pun makan dengan romantis kali ini sambil melihat sunset yang begitu indah terlihat dari sana. Dari kejauhan ketiga teman nya merasa telah berhasil membantu Vano melancarkan aksinya kemudian mereka segera pergi dari sana menuju resto. Tentu saja mereka juga butuh makan.
***
“Nes gue balik ke kamar duluan ya, gue lelah abis nyiapin surprise buat Ay”. Ucap Rena kemudian meninggalkan Radit dan Nesta di meja makan
“Gue juga duluan ya Dit”. Ucap Nesta yang Radit rasa ada yang berbeda dari gadis itu malam ini
“Lo sakit Nes?”. Tanya Radit
***
“Gue pernah makan bedua cowok gini sama Elvan dulu hmm lama gak ada kabar tentang dia apa dia sudah menikah ya? Ah kenapa sih gue mikirin dia terus belum tentu dia ingat sama gue lagi kan”. Tanya Aileen dalam hati yang sejak tadi makan sambil melamun sendiri
“Ay.. lo suka?”. Tanya Vano yang sudah selesai makan dan membuat Aileen membuyarkan lamunannya
“Suka, makannya enak banget ya disini”. Jawab Aileen yang merasa sedikit canggung dalam situasi ini
“Kalau tempat ini lo suka Ay?”. Tanya Vano
“Ah iya tentu saja ini sangat indah kita bahkan bisa melihat sunset sambil makan. Thanks ya Van udah nyiapin ini”. Jawab Aileen tersenyum cantik
“Ay....”. Panggil Vano yang sudah menggenggam tangan Aileen yang berada di atas meja makan
__ADS_1
“Iya ada apa Van?. Jawab Aileen yang sedikit kaget kala Vano memegang tangannya
“Aku ingin mengatakan padamu bahwa di manapun aku berada, apapun yang terjadi, aku akan selalu memikirkanmu, dan waktu yang telah kita habiskan bersama adalah waktu yang paling membahagiakan. Maukah kamu menjadi sumber kebahagiaanku?” Ucap Vano yang membuat Aileen terdiam menatapnya
“Maukah kamu menjadi kekasihku? Menjadi pendamping ku kelak?” Lanjut Vano mengungkapan kan perasaannya pada Aileen
“Van, gue...”. belum sempat Aileen menyelesaikan omongannya Vano sudah menempelkan jari telunjuknya ke bibir gadis itu
“Jangan bilang tidak Ay, lo boleh mikir dulu gue pasti nungguin jawaban lo. Dan gue harap jawabannya adalah YA”. Ucap Vano yang tersenyum tampan
“Gue bener – bener bingung harus jawab apa. Vano orang yang baik dan gue gak tega harus nolak dia. Tapi gue belum yakin sama perasaan gue sendiri, apa ini jalan buat gue lupain kenangan Elvan ya? ya Allah semoga keputusan gue gak salah”. Aileen masih diam dan berbicara dalam hatinya tentu saja Vano setia menunggunya hingga ia berbicara
“Van gue.. gue mau jadi pacar lo”. Jawab Aileen sedikit ragu namun ia tidak tega menolak lelaki di depannya ini dan ia berharap ini adalah jalan yang Tuhan berikan agar ia bisa melupakan Elvan yang sudah lama tak ada kabar
“Lo serius Ay? Ah makasih Ay makasih gue seneng banget”. Jawab Vano kemudian membawa Aileen kedalam pelukannya
.
.
.
.
.
.
Foto - foto author ambil dari google yaa dan itu riil foto di Katamaran Hotel & Resort di Lombok
Buat referensi kalian yang mau honeymoon kelar korona❤
Terimakasih ya sudah membaca sampai sini
__ADS_1
Semoga kalian sehat selalu dan dijauhkan dari segala penyakit 😗