
Aileen dan Elvan memutuskan untuk pulang lebih awal dari teman-temannya, mereka merasa lebih tenang karena kondisi Vano tidak terlalu burul. Atas kejadian ini mereka bersyukur, mereka banyak mengambil pelajaran dari kejadian ini, terutama karena mereka bisa mengakui perasaan mereka masing-masing, jika mereka memang saling mencintai.
Elvan mengemudi dengan fokus, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia menyusuri jalan yang berlawanan arah dengan rumah mereka, namun Aileen belum sadar karena terlalu asik memandangi jalanan yang dipenuhi dengan pepohonan.
Hingga akhirnya ia tersadar, ia gelagapan sendiri, menoleh pada Elvan yang masih terlihat tenang dan santai mengemudi "El mau kemana? Bukankah kita melewati jalan yang berlawanan pulang kerumah?" Tanya Aileen.
Elvan menoleh kearahnya, menyunggingkan senyuman kepada wanita yang dicintainya itu, "Nanti kamu akan tau", jawabnya.
Aileen menghela napas, kemudian memilih untuk diam. Ia kembali pada posisi sebelumnya, bersender di jendela dan menatap pohon-pohon yang mereka lalui.
"Ada apa Ay? Kamu memikirkan sesuatu?" Tanya Elvan, sedari tadi ia memperhatikan istrinya hanya melamun memandangi jalanan.
"Tidak El, aku hanya masih tidak percaya," jawabnya.
"Tidak percaya apa? Tidak percaya kalau aku benar-benar mencinitaimu?"
"Bukan begitu, aku hanya tidak percaya, Tuhan mempersatukan kita dengan cara yang seperti ini!," serunya.
Elvan menghentikan mobilnya secara mendadak, membuat Aileen terkejut, "Ada apa El?" tanya Aileen.
"Ini sudah takdir Ay, ayo turun," ucap Elvan kemudian turun dari mobilnya dan mengajak Aileen.
Tentu saja Aileen merasa bingung, ia melihat kearah sekitar dan menemukan ada taman disana, Elvan berjalan ke arah taman itu dan Aileen mengikutinya dari belakang.
Aileen berjalan dengan wajah yang menunduk, hingga ia tidak sadar bahwa Elvan berhenti berjalan dan membuatnya menabrak tubuh suaminya itu.
"El, kenapa kamu berhenti mendadak? Jidat aku jadi sakit nih," ucap Aileen dengan mengusap-usao dahinya yang terasa nyeri.
__ADS_1
Elvan menyentuh dagu istrinya dan mengangkatnya keatas untuk menatap matanya, "Kalau jalan makanya lihat kedepan, jangan menunduk," ucap Elvan.
Aileen terkekeh dan kembali mengikuti langkah kaki Elvan, kali ini ia berjalan disamping suaminya dengan Elvan yang merangkul pinggangnya.
Mereka sampai disebuah tempat yang sudah dipersiapkan untuk makan siang, dengan tempat yang sederhana layaknya sepasang kekasih yang sedang camping romantis. Terdapat karpet berbentuk love, dikelilingi oleh berbagai bunga berwarna-warni. Disana terlihat ada meja kecil yang dipenuhi dengan makanan yang lengkap, di sebelahnya terdapat gitar yang berdiri kokoh.
"El?" panggil Aileen dengan penuh pertanyaan.
Elvan berjongkok menumpu kedua lututnya tepat dihadapan Aileen, memberikan sebuah bouqet yang begitu cantik untuk wanita yang sudah ia nikahi sejak beberapa bulan yang lalu. Ia meraih tangan istrinya kemudian memasangkan sebuah cincin berlapis berlian untuk wanita yang sangat ia cintai.
"Ay, maaf jika sebelumnya aku memperlakukanmu tidak seperti apa yang layaknya suami lakukan pada istrinya! Maaf karena pernikahan kita dilakukan secara sederhana dan tertutup," ucapnya.
Aileen masih terdiam menunggu kalimat yang kembali Elvan ucapkan.
"I love you, I am who I am because of you. You are every reason, every hope and every dream Ive ever had and no matter what happens to us in the future, everyday we are together is the greatest day of my life, I will always be yours. Will you marry me for the second time?"
"Tentu saja pernikahan yang sewajarnya, aku ingin semua orang tau bahwa kau adalah istriku, istri seorang Adelio Elvan Aksara!" imbuhnya dengan penuh penegasan.
Aileen merasa begitu terharu, suaminya itu bisa bersikap seperti ini? Ia bahkan tidak pernah berpikir jika Elvan akan memikirkan hal ini, menikah dengannya untuk kedua kalinya dan mengumumkan pada dunia bahwa mereka telah resmi menjadi sepasang suami dan istri.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
TAMAT..
Terimakasih telah mengikuti kisah Aileen dan Elvan dari awal hingga tamat.
Aku harap kalian tetap support aku di novel kedua aku yang berjudul
"Berawal dari Gantungan Kunci"
"A POWERFUL STORY THAT WILL MAKE YOU
HOPE FOR AND BELIEVE IN LOVE."
Sebuah Cerita yang akan membuatmu Berharap dan Percaya pada Cinta.
Harapan dan Cinta yang akan membawa seorang gadis kecil meraih impiannya ke London karena sebuah gantungan kunci berbentuk Bus berwarna merah pemberian dari teman kecilnya.
Apa yang akan gadis kecil itu lakukan untuk meraih impiannya ?
__ADS_1
Dan bagaimana perjalanannya mengejar mimpinya ke London ?
Dibaca dan nantikan kisahnya..