Jodohku, Sahabat Kekasihku

Jodohku, Sahabat Kekasihku
Bab 33


__ADS_3

Sejak malam itu bubungan Aileen dan Elvan semakin renggang. Walau diantara mereka tidak ada rasa cinta namun mereka tetap bisa berbicara dan bercanda bersama. Namun saat ini mereka seperti dua orang yang tidak saling mengenal satu sama lain walau mereka tetap tinggal diatap yang sama. Elvan tetap melakukan kencan dengan Bella selama seminggu atas dasar permintaan Aileen agar perusahaan bisa kembali dipercaya


Benar saja setelah Bella kembali menjalin kerjasama dengan Azkia Group, semua perusahaan lain juga ikut kembali menjalin kerjasama dengan Azkia Group. Saat ini 6 bulan sudah umur pernikahan Aileen dan Elvan. Mereka masih tidak bertegur sapa, kini Elvan lebih dingin kepada Aileen, Aileen selalu berusaha mencoba memperbaiki keadaan namun tetap saja Elvan hanya akan bersikap dingin padanya


AIleen duduk disebuah cafe bersama dengan Nesta, mereka lebih sering berdua karena setelah Rena tau pernikahan Aileen dan Elvan, Rena memutuskan persahabatannya dengan Aileen dan memilih pergi dari Indonesia dan melanjutkan pendidikannya diluar negeri


Nesta meneguk minumannya lalu berkata "Ay lo gak bisa kayak gini terus, lo harus bangkit".


Aileen hanya termenung sambil mengaduk - ngaduk minumannya "Gue gak tau harus gimana Nes, sesak banget dada gue tiap hari di cuekin. Dulu Elvan yang selalu gangguin gue". Jawab Aileen


"Tapi dia masih peduli kan sama lo Ay? Buktinya dia masih nepatin janjinya ke bokap lo, dia jagain lo dan dia mengurus perusahaan bokap lo dengan baik. Bahkan saat ini perusahaan bokap lo lebih maju dari dulu". Tanya Nesta


"Iya Nes dia bahkan masih masakin gue sarapan tiap pagi. Tapi saat gue bangun dia udah pergi Nes. Dulu gue pikir dia ke kantor jadi gue susulin pagi - pagi banget, ternyata dia juga gak ada dikantor". Jawab Aileen masih dengan posisi yang sama


"Lo tau dia kemana?". Tanya Nesta


"Gak. Gue gak pernah tau dia kemana Nes. Dia kekantor kalau gue gak ada dikantor. dan dia pulang kalau gue sudah tidur, pagi pun dia pergi kalau gue belum bangun". Jawab Aileen


"Lo gak pernah nyoba gak tidur gitu Ay buat ketemu dia ? Barangkali lo bisa baikan setelah minta maaf sama dia". Ucap Nesta menatap sedih sahabatnya ini


"Pernah sih gue nyoba gak tidur semalaman, tapi dia gak ada pulang. Jadi gue milih tetap tidur cepat karena itu dia tetap pulang walaupun gak pernah mau nemuin gue". Jawab Aileen


"Eh tapi dia kok bisa tau lo tidur atau gak, terus kapan lo di kantor kapan lo dirumah. Kan dia gak pernah ketemu sama lo". Ucap Nesta sambil memikirkan jawaban untuk pertanyaannya sendiri "Apa dia naruh CCTV di kamar lo Ay ? Coba lo perhatikan baik - baik deh kamat lo".

__ADS_1


"Gue juga pernah mikir gitu Nes, tapi setelah gue cari gak ada CCTV dikamar gue. Kalau diluar kamar dan diruangan kantor kan emang ada CCTV, itu wajar sih dia tau kalau gue dikantor atau dirumah". Jawab Aileen


"Gue masih heran deh dia tau darimana". Nesta masih memikirkan jawabannya kemudian menoleh saat AIleen bertanya


"Apa Elvan punya gadis lain ya diluar sana Nes ?". Gumam Aileen begitu lirih


"Eh.. Gak mungkin lah Ay. Tapi gue juga gak bisa mastiin sih. Lo bukannya sering minta dia ninggalin lo? Nanti gue coba tanya sama Radit deh siapatau kan dia tau tentang Elvan yang gak kita tau". Tanya Nesta


Aileen menarik napas dalam lalu membuangnya dengan kasar "Mungkin saja saat ini dia sudah melakukannya, tapi kalau memang iya kan sebaiknya dia lepasin gue, biar gue gak gantung gini". Jawab Aileen


"Lo emangnya udah ada rasa sama dia ya Ay? Lo sampe galau gini deh". Tanya Nesta


"Gue gak tau Nes, gue gak pernah begini sebelumnya. Sama Vano pun gue gak pernah galau kalau dia lagi sibuk sama kerjaannya". Jawab Aileen


"Semenjak Elvan jauhin gue gak tau kenapa gue juga jadi jauh sama Vano. Gue cuma selalu kepikiran sama Elvan". Jawab Nesta


"Apa jangan - jangan lo udah cinta sama Elvan ya Ay, mungkin lo aja yang gak nyadar". Ucap Nesta sekenanya


Seseorang yang tak sengaja mendengar ucapan Nesta seketika menggebrak meja membuat semua pengunjung cafe disana jadi menoleh


"Apa lo bilang ? Ay cinta sama Elvan ? Ay lo beneran udah cinta sama Elvan ? Terus lo anggap gue apa Ay ? Pantes aja lo selalu menghindar dari gue sekarang". Ucap Vano yang tiba - tiba muncul disana


"Van lo apa - apaan sih, semua orang jadi liatin kita". Ucap Nesta melototokan matanya pada Vano

__ADS_1


"Gue gak ngomong sama lo, dan lo gak usah ikut campur urusan gue". Ucap Vano mengacungkan jari telunjuknya kehadapan Nesta agar gadis itu tidak ikut campur urusannya


"Jangan teriak - teriak Van, duduk dulu kita omongin baik - baik". Ucap Aileen menarik lengan Vano agar duduk bersama mereka


"Gak Ay, lo ikut gue sekarang kita bahas di tempat lain. Gue gak mau ada orang lain yang ikut campur urusan kita". Ucap Vano kemudian menarik Aileen pergi dari sana


"Nes sorry ya gue pergi dulu, lo bawa aja mobil gue". Ucap Aileen memberikan kunci mobil dan kartu kreditnya untuk membayar pesanan mereka sebelum meninggalkan Nesta


Nesta buru - buru membayar tagihan mereka kemudian menyusul Aileen dan Vano dari belakang


Saat diperjalanan Nesta menelpon Radit agar laki - laki itu bisa memberitau Elvan tentang apa yang ia lihat tadi, karena ia merasa Vano seperti orang lain, ia sangat kasar tidak seperti biasanya


"Halo dit lo dimana?". Ucap Nesta saat telepon sudah terhubung


"Di kantor Nes, lo kenapa nelpon jam segini tumben banget". Ucap Radit di seberang sana


"Lo lagi sama Elvan gak ? Gue lagi ngikutin Aileen sama Vano. Gue rasa ada yang gak beres sama Vano Dit, gue gak bisa cerita sekarang soalnya ceritanya panjang." Jawab Nesta yang masih sibuk mengemudikan mobil milik Aileen


"Lo dimana sekarang? Biar gue kasih tau Elvan soalnya tadi dia lagi rapat sama client dari Jepang biar gue duluan yang susulin lo". 


Ucap Radit yang sudah berdiri dari duduknya


"Dijalan XX, lo buruan kasih tau Elvan ya Dit. gue share loc juga biar lo bisa ngelacak gue". Nesta mengetikan sesuatu di ponselnya dan mengirimkannya pada Radit sebelum ia kembali fokus untuk mengikuti mobil Vano

__ADS_1


"Oke Nes, lo terus ikutin mereka ya jangan sampe hilang jejak". Ucap Radit sebelum menutup panggilan tersebut


__ADS_2