Jodohku, Sahabat Kekasihku

Jodohku, Sahabat Kekasihku
Bab 37


__ADS_3

Seusai mandi Elvan membawa Aileen kerumah sakit untuk menjalani pemeriksaan


Elvan berdiri disamping istrinya yang sedang berbaring diatas brangkar "Bagaimana dok?" Tanya Elvan setelah dokter selesai memeriksa istrinya


"Tidak ada luka yang serius tuan, istri anda hanya mengalami luka kecil." Dokter itu duduk dikursi kebesarannya menuliskan beberapa resep obat yang harus diminum Ay


"Minum obat ini secara teratur agar luka nyonya bisa segera kering dan tidak nyeri lagi." Ucap dokter kemudian memberikan obat itu kepada Aileen


"Terimakasih dok." Jawab Aileen


"Oh ya tuan sepertinya istri anda sedikit trauma, tetaplah berada disampingnya, jangan meninggalkannya sendirian karena itu bisa membuatnya mengingat kejadian yang baru dia alami." Ucap dokter sebelum mereka benar - benar meninggalkan ruangan yang bernuansa serba putih itu


"Baik dokter, terimakasih. Kami permisi." Pamit Elvan dan membawa istrinya keluar dari ruangan itu


Mereka berjalan beriringan dikoridor rumah sakit, Elvan merangkul istrinya berjalan agar tidak terjatuh kalau - kalau istrinya itu merasa lemas


"Ay kamu mau makan sesuatu sebelum kita pulang ? atau kamu mau ke suatu tempat dulu ?" Tanya Elvan setelah mereka masuk kedalam mobil


"Aku mau pulang aja El." Jawab Aileen


"Ah baiklah kalau begitu kita makan dirumah aja." Ucap Elvan


Sebelum mengemudi ia mendekatkan badannya ke Aileen, melingkarkan tangannya ke arah Aileen dan menarik sesuatu dari sana lalu mengkancingnya, rupanya ia hanya ingin memasangkan safety belt. Aileen pikir Elvan akan menciumnya membuatnya jadi salah tingkah


***


Mereka sampai dirumah..


"Ay kita makan dulu ya, abis makan baru naik ke kamar untuk istirahat." Kata Elvan mengajak istrinya itu langsung ke dapur. Aileen hanya mengangguk mengiyakan ucapan suaminya


Elvan menarik salah satu kursi di meja makan untuk Aileen, kemudian mengambil piring dan mengambilkan makanan yang sudah disiapkan bi Ester sebelumnya dibalik tudung saji. Ia menuangkan air putih di gelas dan memberikannya pada Aileen


"Minum dulu ya, setelah itu baru makan, biar aku suapi." Elvan meraih piring yang tadi sudah ia isi dengan makanan lalu menyuapi istrinya


"Kamu juga makan El, sini biar aku juga suapi kamu." Aileen mengambil alih sendok dari tangan Elvan dan mulai menyuapkan makanan ke mulut suaminya


"Sudah, aku sudah kenyang. Ayo habiskan makananmu." Elvan kembali merebut sendok dan menyuapi Aileen sampai makanan di piring habis


***


Dikamar..


"Kamu tidur dulu aja biar setelah bangun nanti udah lebih enakan." Elvan menyelimuti istrinya dengan selimut kemudian berbalik hendak keluar kamar


Aileen menarik tangan Elvan membuatnya berhenti, "Kenapa Ay, kamu butuh sesuatu ?"


"Jangan pergi El," Ucap Aileen masih menggenggam tangan suaminya


"Baiklah biar kutemani kau tidur," Elvan duduk disamping Aileen dan mengusap rambut Ay dengan lembut memberikan rasa nyaman pada Aileen


Aileen mendongak menatap wajah suaminya membuat Elvan tersenyum saat melihatnya, "Ada apa ? jika mau bicara katakanlah, jangan menyimpannya sendiri. Aku akan mendengarkanmu."

__ADS_1


Seketika Aileen memiringkan tubuhnya memeluk kaki suaminya yang duduk berselonjor, "Maafkan aku El, aku terlalu banyak menyakitimu, aku.."


"Sshhtt diamlah," Elvan membalikkan tubuh istrinya dan menangkup pipi Ay dengan kedua tangannya, menatap kedua mata istrinya secara bergantian, "Lihat aku, berentilah meminta maaf. Kita lupakan saja apa yang sudah pernah terjadi."


Berenti sejenak kemudian melanjutkan lagi,


"Mulai sekarang, hanya ada kamu dan aku. Tetaplah bersamaku apapun yang terjadi dan percayalah hanya padaku. Dimanapun kita berada pasti akan selalu ada cobaan dan ujian dalam sebuah rumah tangga, tugas kita hanya satu, yaitu saling membahagiakan."


Suaminya itu memang bisa menenangkannya, membuang semua pikiran buruk yang ada dalam kepalanya. Ia tersenyum mendengar ucapan suaminya kemudian mengalungkan kedua tangannya dileher suaminya.


Hal itu membuat Elvan terkejut, namun ia sangat sadar. Mungkin Aileen hanya merasa nyaman dengannya, dia masih belum bisa melakukan lebih tanpa persetujuan Aileen


Melihat Elvan yang diam saja membuat Aileen mengerti, suaminya pernah mengatakan tidak akan pernah melakukannya jika dia tidak mengizinkannya.


Aileen menutup matanya dan memiringkan kepalanya, mencium kilas bibir suaminya, "Lakukanlah El, aku ingin menjadi istri yang sesungguhnya."


"Kau yakin ? Aku tidak akan berhenti kali ini Ay, sekalipun nanti kau akan memintaku berhenti," Ucap Elvan yang tidak mau berada diposisi yang sama untuk kedua kalinya


"Kali ini aku tidak akan memintamu berhenti sebelum kamu sendiri yang berhenti," Ucap Aileen dengan suara serak, membuat Elvan semakin bergairah.


Baru saja Elvan menindih tubuh istrinya, terdengar suara dering telepon yang sangat menganggu aktivitasnya.


"El ada telepon, angkat dulu teleponnya," Ucap Aileen sedikit mendorong Elvan .


"Biarkan saja Ay, nanti juga berenti sendiri," Elvan hendak melanjutkan aktivitasnya namun dering telepon diatas nakas kembali berbunyi.


"Shiit, siapasih yang telepon ganggu banget dah," Umpat Elvan kemudian bangkit melihat siapa yang menelpon


"Apaan ?" Ucap Elvan setelah menggeser keatas gambar telepon yang berwarna hijau


"Dih galak amat, Vano udah diperiksa dan udah sadar. Tapi lukanya cukup parah jadi harus dirawat," Jelas Radit di seberang telepon


"Lo nelpon gue cuma buat ngomong gitu ?" Tanya Elvan dengan nada kesal


"Lah terus gue mau ngomong apa ? Ngomong gue sayang sama lo ? Dih, gue mah normal El," Jawab Radit membuat Elvan bergidik geli


"Apaan sih, nanti gue kesana. Ganggu aja lo," Ucap Elvan kemudian mematikan telepon secara sepihak


"Siapa ?" Tanya Aileen ketika Elvan sudah menyimpan kembali ponselnya diatas nakas


"Radit, ganggu emang. Kamu gak berubah pikiran kan ?" Tanya Elvan karena takut Aileen berubah pikiran dan mereka tidak jadi melakukannya


Aileen tersenyum geli mendengar pertanyaan suaminya itu, lagipula kenapa ia harus berubah pikiran. Bahkan saat ini ia benar - benar yakin kalau ia memang sudah jatuh cinta pada suaminya yang tampan ini


Aileen menggeleng dan membuat Elvan tersenyum.


Elvan kembali melakukan aktivitasnya yang sempat tertunda.


Dan... mereka melakukannya untuk pertama kalinya.


Setelah selesai mereka masih berbaring karena kelelahan. Elvan merentangkan sebelah tangannya untuk Aileen jadikan sebagai bantal, dengan posisi miring menghadap Elvan, Aileen menyelungsupkan wajahnya di dada bidang suaminya dalam balutan selimut yang menutupi tubuh telanjang mereka berdua.

__ADS_1


"Kalau tau begini rasanya, sudah kulakukan sejak dulu Ay," Ucap Elvan tersenyum sendiri mengingat apa yang baru saja mereka lakukan.


Aileen memukul dada bidang suaminya, "Jika dulu kau lakukan belum tentu saat ini kita masih bisa bersama."


"Memangnya kenapa ? Bukankah kau tidak akan meninggalkanku kalau kita sudah melakukannya?" Tanya Elvan mengerutkan dahinya. Memang apa salahnya jika mereka melakukannya lebih awal, itukan bisa mempererat hubungan mereka.


"Jika kau melakukannya secara paksa aku pasti akan meninggalkanmu. Kau tau bagaimana hubungan kita diawal pernikahan," Aileen tersenyum miring mengingat betapa bodohnya ia dulu menyia-nyiakan suaminya.


"Hmm, sekarang hubungan kita seperti apa memangnya,?" Tanya Elvan yang membuat Aileen gugup sendiri.


"Yaa, ya seperti ini. Memangnya mau bagaimana lagi,?" Tanya Aileen sedikit gugup.


"Sudahlah aku mau membersihkan diri dulu," Aileen hendak bangun untuk mandi namun Elvan menahannya.


"Nanti saja, ayo kita lakukan lagi." Elvan menarik istrinya dan kembali menindihnya.


"El kita baru saja melakukannya, sakitnya saja masih terasa banget, besok lagi ya." Ucap Aileen mengusap lembut wajah suaminya yang berada tepat diatas wajahnya.


"Ayolah sayang," Rengek Elvan, "Sekali saja."


"Sa.. sayang,?" Tanya Aileen.


"Apa ada yang salah,?" Elvan balik bertanya menaikkan salah satu alisnya membuat Aileen jadi salah tingkah, apalagi dengan posisi yang sangat dekat seperti ini membuatnya tidak bisa memalingkan wajahnya.


"Tidak El, tidak ada yang salah." Jawab Aileen.


"Kalau begitu sekali lagi yaa," Ucap Elvan yang sudah menghujani wajah istrinya dengan penuh ciuman.


Aileen tidak tega menolak suaminya itu, sepertinya ia harus menebus kesalahannya dengan melayani suaminya itu sekali lagi


Dan mereka melakukannya sekali lagi hehee


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maapkan othor gabisa bikin adegan dewasa soalnya othor masih dibawah umuršŸ˜‚šŸ˜‚

__ADS_1


silahkan berimajinasi sendiri sesuai dengan yang kalian harapkanā¤


__ADS_2