
Setelah keluar dari kamar mandi Aileen melihat Elvan masih berbaring dikasurnya. Ia langsung menutup kembali pintu kamar mandi karena dirinya hanya menggunakan handuk sepaha dan hanya menutup sampai dadanya, ia pikir suaminya itu sudah keluar dan mandi dikamarnya.
"Kenapa kamu masih disini el ?". Tanya Aileen dari balik pintu kamar mandi
"Aku menunggumu selesai mandi, aku juga kan ingin mandi". Jawab Elvan
"Apa kamu tidak bisa mandi dikamarmu? Kenapa harus menungguku?". Tanya Aileen setengah berteriak
"Kamar mandiku rusak, aku hanya ingin menumpang mandi disini apa salahnya?". Jawab Elvan
"Tentu saja salah, ini kamarku. Keluarlah pakai saja kamar mandi dibawah". Saut Aileen
"Aku tidak suka mandi dibawah, tidak bisa berendam tidak ada baknya". Jawab Elvan
"Kalau mau berendam sana ke kolam renang saja dasar menyebalkan". Saut Aileen
"Sudah keluarlah aku mau mandi, apa kau mau dikamar mandi terus?". Tanya Elvan
"Kamu keluar dulu el aku malu, aku tidak membawa kimono!". Jawab Aileen
"Kenapa harus malu, aku kan suamimu". Ucap Elvan
"Eeeeel cepat keluar atau kusiram kau". Teriak Aileen
"Baiklah baiklah aku keluar". Jawab Elvan kemudian berjalan keluar kamar
"Begitu saja malu, memang apa salahnya toh dia masih memakai handuk tidak telanjang kan". Rutuk Elvan berjalan kekamarnya dan mandi disana
***
"El ayo sarapan dulu". Aileen mengetuk pintu kamar Elvan namun tak ada jawaban
__ADS_1
"El apa kau didalam?". Tanya Aileen
"Ah mungkin dia sudah turun sarapan, aku kebawah saja". Ucap Aileen
Saat diruang makan ia melihat suaminya sedang menyiapkan sarapan untuk mereka
"El kenapa kau yang menyiapkan sarapan? apa kau juga yang memasak sarapan ini?". Tanya Aileen
"Aku hanya ingin memasak untukmu". Jawab Elvan
"Kan ada bi Ester yang memasak, lagipula kau ini laki - laki tidak perlu memasak. Aku yang perempuan saja tidak bisa memasak". Ucap Aileen lirih
"Lalu kalau laki - laki kenapa? Diluar sana banyak chef yang justru adalah laki - laki !! Dan kalau kau tidak bisa memasak, bukannya bi Ester sudah merawatmu dari kau lahir? Kenapa kau tidak belajar masak dengannya?". Jawab Elvan
"Untuk apa belajar kalau ada bi Ester, aku kan sibuk sekolah dulu, dan sekarang aku sibuk bekerja". Jawab Aileen
"Sekarang apa kau bekerja ? Kau kan bisa bangun lebih pagi dan memasak sebelum bekerja". Ucap Elvan
"Terserah kau saja Ay, aku hanya memberitau saja belajar itu tidak ada salahnya. Toh nanti kalau kamu pintar masak suatu saat anak - anakmu akan memuji masakanmu dan karena itu kamu akan merasa bangga pada dirimu sendiri". Ucap Elvan yang membuat Aileen terdiam
"Anak - anakku ? Anak dari siapa ? Aku bahkan tidak bisa meninggalkan Elvan, lalu bagaimana aku bisa menikah dengan Vano ? Ah tidak mungkin kan aku poliandri ? Eh tapi kalau ternyata aku istri kedua Elvan tidak ada salahnya aku juga menikah lagi. Ah aku benar - benar pusing". Ucap Aileen dalam hati
"Makanannya tidak akan masuk kemulutmu jika kau tidak menyuapi dirimu sendiri". Ucap Elvan yang membuat Aileen membuyarkan khayalannya
"Menyebalkan". Sesaat tercipta suasana hening, hanya ada suara sendok dan garpu yang terdengar disana
"El.... aku ingin bertanya sesuatu". Ucap Aileen
"Ada apa?". Tanya Elvan yang baru saja menyelsaikan sarapannya
"Apa aku istri keduamu?". Tanya Aileen
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?". Tanya balik Elvan
__ADS_1
"Bisa tidak kalau ditanya itu ya dijawab bukan malah bertanya balik". Ucap AIleen dengan kesal
"Kau bukan istri keduaku". Jawab Elvan
"Lalu dimana Vira?". Tanya Aileen
"Mana aku tau !". Jawab Elvan
"Dia kan tunanganmu, aku pikir kau sudah menikah dengannya". Ucap Aileen
"Sudah tidak lagi". Jawab Elvan
"Kok bisa ? Gimana ceritanya ? ". Tanya Aileen
"Dia dan Papanya membodohiku dan daddy". Jawab Elvan
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1