Jodohku, Sahabat Kekasihku

Jodohku, Sahabat Kekasihku
Bab 35


__ADS_3

Air mata Aileen semakin tumpah, ia merasa pipinya begitu sakit akibat tamparan keras yang diberikan Vano. Bahkan ujung bibirnya terlihat bercak darah. Ia merasa begitu lemas dan sangat lelah melawan Vano, hingga akhirnya ia pasrah dan terdiam tanpa perlawanan lagi


 


 


"El kamu dimana ? Aku sudah tidak sanggup el, tolong maafkan aku el hiks aku sudah tidak tahan lagi. Tubuhku terasa sakit semua, Vano benar - benar sudah gila."


 


 


Vano hendak  membuka celana dalam Aileen namun belum sempat ia melakukannya suara dobrakan pintu yang begitu keras membuat keduanya menoleh


 


 


"B*jingan !! Beraninya kau melakukan ini pada istriku." Elvan langsung menarik Vano yang menindih tubuh istrinya yang sudah sangat lemah. Hampir saja ia terlambat dan membuat penyesalan yang begitu mendalam untuknya


 


 


Vano tidak tinggal diam, ia juga melayangkan pukulan kearah Elvan. "Lo yang b*jingan. Lo yang udah datang ngerusak hubungan gue sama Ay. Harusnya lo malu nyebut dia istri lo, istri mana yang masih mau berhubungan dengan kekasihnya bahkan didepan suaminya sendiri?"


 


 


Ucapan itu membuat Elvan terdiam dan menoleh pada istrinya yang berada dalam dekapan Nesta sedang menangis dan terlihat begitu memprihatinkan. Ia hanya diam dan mengeluarkan air mata lebih deras saat ucapan Vano kembali mengingatkannya pada penghianatan yang ia lakukan pada suaminya sendiri


 


 


Melihat Elvan yang terdiam karena terpengaruh olehnya Vano kembali melayangkan pukulab keras kearah Elvan membuat lelaki itu jatuh tersungkur. Radit hendak membantunya namun Elvan mengangkat tangannya menandakan bahwa ia baik - baik saja dan tidak perlu bantuan,  ia harus menyelesaikan masalah ini sendiri


 


 


 


"Gue udah terlalu lama diamin lo, dan sekarang lo nyakitin Ay. Lo bilang lo cinta sama dia. Apa ini yang dinamakan cinta Van ? Gue diam karena lo sahabat gue, gue baru aja mau lepasin Ay buat lo asal kalian bahagia tapi liat sekarang apa yang  lo lakuin ?" Elvan bangkit dan kembali menghajar Vano dari arah kanan, memberikan bekas luka di pipi lelaki itu


 


 


"Itu semua karena lo El, lo bukan sahabat gue. Sahabat macam apa lo yang rebut kekasih sahabatnya sendiri". Vano hendak membalas pukulan ELvan namun lelaki itu menangkisnya


 


 


"Lo tau kenapa gue bisa nikah sama Ay Van. Lo tau alasannya". Jawab Elvan

__ADS_1


 


 


"Lo bisa lepasin Ay saat bokapnya meninggal El, tapi lo gak mau lakuin itu karena lo juga cinta kan sama Ay ? Gue tau EL lo dari dulu cinta sama Ay tapi lo itu pengecut lo gak berani nyatakan perasaan lo sendiri!!". Vano kembali menyerang Elvan dari sisi kiri dan berhasil membuat tanda merah dipipi lelaki itu


 


 


Aileen tersentak mendengar bahwa Elvan sudah mencintainya sejak lama, namun apa yang ia lakukan pada suaminya itu. Ia tidak pernah menghormati suaminya layaknya seorang istri yang patuh terhadap suaminya. Ia kembali menangis dengan sesenggukan


 


 


"Ini semua salah gue Nes, gue terlalu egois buat ngikat Vano sampai dia berani melakukan hal gila ini ke gue". Gumam Aileen dengan suara serak


 


"Gak Ay, ini bukan salah lo. Ini sudah takdir yang harus kalian lalui. Tenanglah semua akan baik - baik saja". Nesta mengeratkan pelukannya memberi rasa nyaman pada sahabatnya itu


 


"Lo terlalu banyak bicara Van, Lo terlalu brengsek buat jagain Aileen. Karena itu bokapnya gak pernah percaya sama lo dan memilih gue jadi suaminya. Dan sekarang gue benar - benar yakin lo gak bisa menjaga Ay. Lo dengar baik - baik Van. Gue gak akan pernah lepasin AIleen buat lo, sampai kapanpun dia akan tetap jadi istri gue."  Elvan menumpahkan kekesalannya dengan memberikan pukulan bertubi - tubi pada lelaki yang pernah menjadi sahabatnya itu


 


 


Vano sudah sangat lemah dan tidak berdaya, wajah tampannya sudah kotor dengan darah yang mengalir akibat pukulan yang diberikan Elvan padanya tanpa ampun


 


 


 


 


"Dia terlalu brengsek Dit, kalau gue terlambat dia pasti udah mengahncurkan Ay. Gue gak bisa terima." Elvan kembali melayangkan tinjunya pada Vano yang saat ini sudah berada dibawahnya karena ia menguncinya agar Vano tak bisa bergerak


 


 


"Lebih baik lo tenangin istri lo dia udah ketakutan daritadi. Jangan bikin dia lebih takut lagi liat lo begini". Sejenak Elvan melirik istrinya kemudian kembali menatap Vano dengan tatapan membunuh


 


 


"Kalau lo masih berani dekati Ay lagi gue gak akan segan - segan bunuh lo dengan tangan gue sendiri." Elvan beranjak kemudian menghampiri istrinya yang sedari tadi tidak berhenti menangis dalam rengkuhan Nesta. Bahkan istrinya itu hanya tertutupi oleh selimut yang tadi Nesta balutkan untuk menutupi tubuhnya yang tanpa pakaian


 


 

__ADS_1


Nesta melepaskan dekapannya agar Elvan bisa menggantikan posisinya


 


 


Elvan memeluk istrinya begitu erat, berusaha memberikan rasa aman dan nyaman. "Jangan takut lagi, aku ada disini gak akan ada yang berani nyakitin kamu lagi". Elvan memejamkan mata dan mencium puncak kepala istrinya


 


 


Aileen membalas pelukan suaminya lebih erat, ia sangat - sangat ketakutan dan perlakuan suaminya membuatnya nangis semakin kencang karena rasa bersalahnya terhadap suaminya


 


"Maaf. Maafkan aku El hiks hiks".


 


"Sudah jangan nangis lagi." Elvan mengendurkan pelukannya lalu menghapus air mata istrimya


 


"Aku janji tidak akan ada yang berani melakukan ini lagi padamu. Termasuk Vano, aku akab membunuhnya kalau dia berani melakukannya lagi." Elvan kembali memeluk istrinya dengan erat


 


 


Mereka terdiam dengan posisi yang sama selama beberapa menit agar AIleen bisa sedikit tenang sebelum mereka pergi dari tempat itu


 


 


"Ayo kita pergi dari sini." Elvan menuntun istrinya untuk meninggalkan tempat itu yang masih dibalut oleh selimut besar yang menutupi tubuhnya


 


 


"Dit tolong urus dia, gue harus bawa Ay kerumah sakit dulu." Ucap Elvan pada Radit kemudian meninggalkan tempat itu bersama istrinya


 


 


"Lo gak usah khawatir, lo temanin Ay aja dulu". Jawab Radit mengiyakan permintaan Elvan


 


 


"Gue ikut ya El, gue juga mau nemenin Ay." Ucap Nesta hendak mengikuti Elvan dan Aileen


 

__ADS_1


 


"Gak perlu Nes, makasih lo udah bantuin gue sampai sini. Lo tolong bantuin Radit aja ngurus Vano ya. Gue pergi dulu." Jawab Elvan kemudian berlalu


__ADS_2