Jodohku, Sahabat Kekasihku

Jodohku, Sahabat Kekasihku
Bab 21


__ADS_3

“SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA AILEEN AURELLIA AZKIA BINTI AZKIA BARSHA DENGAN SEPERANGKAT ALAT SOLAT DAN UANG TUNAI SEBESAR 1 MILIAR RUPIAH DIBAYAR TUNAAAII !!”


SAAAAHHHHH...


***


Beberapa menit setelah ijab kabul dilaksanakan...


“El .." Panggil Mr. Azkia.


"Terima kasih ya nak karena kamu sudah mau memenuhi permintaan papa. El... papa mohon sama kamu ya nak, tolong jaga Ay setelah papa pergi, papa bahkan tidak pernah membiarkan nya lecet sedikitpun. Dia sangat manja El. Papa harap kamu tidak pernah mengecewakan Ay walau dia akan merepotkan mu nanti tolong tuntun dia menjadi istri yang baik”. Ucap Mr. Azkia yang sedikit kesusahan berbicara karena merasa sesak saat berbicara banyak


“Iya pah, papa tidak perlu cemas. Elvan akan memenuhi permintaan papa, Elvan akan membahagian Ay pah, papa jangan banyak bicara dulu lebih baik papa istirahat yang banyak ya”. Jawab Elvan


“Terimakasih nak, papa percaya padamu. Papa titip Aileen padamu nak."


"Aileen.. papa minta maaf karena papa telah menjodohkanmu seperti ini ya nak. Tapi ini adalah yang terbaik untukmu nak. Papa tidak ingin kau menikah dengan lelaki yang tidak bisa menjagamu. Jaga kepercayaan suamimu nak, layani dia layaknya seorang istri melayani suaminya, patuhi segala ucapannya dan hiduplah dengan bahagia Ay”. Ia benar – benar kesakitan saat berbicara sepanjang ini. Ia bahkan menitikkan air mata.


Sesaat kemudian ia menutup mata perlahan dan menghembuskan nafas terakhir nya


“Papaaaaaa". Teriak Aileen kemudian menangis sambil menggoyang - goyangkan tubuh papa nya.


"Pah bangun pah jangan tinggalin Ay. Ay mohon pah Ay janji gak akan nakal lagi Ay akan menuruti semua permintaan papa. Bukankah Ay sudah menerima perjodohan ini ? Ay sudah menikah pah Ay sudah turutin permintaan papa. Tapi Ay mohon papa bangun paaa”. Aileen begitu terpukul akan kepergian papanya. Ia memang lebih dekat dengan papanya ketimbang dengan mamanya


“Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun. Papa sudah tenang Ay. Kamu harus sabar yaa, buktikan pada papa kalau kamu adalah wanita kuat kamu bisa melewati semuanya tanpa papa”. Ucap Elvan yang mencoba menenangkan Aileen namun wanita yang sudah menjadi istrinya itu masih menangis


"Jangan begini Ay kasihan papa, biarkan papa pergi dengan tenang". Kembali Elvan mencoba menenangkan istrinya dengan mengusap pelan rambutnya namun tangannya ditepis oleh Aileen tanpa berbicara sepatah kata pun


“Selamat tinggal sahabatku. Maaf aku tidak bisa menyelamatkan nyawa mu. Aku berjanji akan menyayangi putri mu seperti anakku sendiri. Dia sudah menjadi menantuku saat ini, aku yakin anakku pasti akan membahagiakan putri mu. Tenang lah disana kau orang baik semoga kau Khusnul Khatimah Aamiin”. Mr. Aksara merasa begitu kehilangan sahabat terbaiknya yang bahkan rela memberikan satu ginjal untuknya agar ia bisa bertahan hidup lebih lama

__ADS_1


Aileen begitu terpukul dalam satu waktu. Hanya karena satu kecelakaan besar yang di alami orang tuanya ketika hendak pulang ke Indonesia dari perjalanan bisnis hidupnya berubah drastis, mulai dari kepergian mama nya yang meninggal ditempat kejadian kemudian papa nya juga meninggalkan nya, belum lagi ia sudah menikah dengan Elvan disaat ia sedang sayang – sayang nya dengan Vano kekasihnya.


Tidak ada yang tau mengenai pernikahan dadakan yang dilakukan oleh Aileen dan Elvan, termasuk sahabat mereka.


***


**Di pemakaman.. **


Banyak orang yang datang untuk mengantarkan dan mendoakan Mr. Azkia ke peristirahatan terakhirnya. Disana juga ada sahabat Aileen yaitu Nesta dan Rena termasuk Radit namun tidak terlihat ada Vano disana. Setelah semua orang meninggalkan pemakaman kecuali Aileen, Elvan dan sahabat mereka, Aileen berjongkok di dekat batu nisan papa nya. Ia memeluk batu nisan itu dan menangis terisak hingga terdengar suara nya sesenggukan, matanya pun sudah terlihat sangat sipit karena tidak berhenti menangis sejak kepergian papanya


"Gue harus gimana ya? Aileen nangis mulu dan gue gak ngerti gimana caranya tenangin dia, dia bahkan gak mau bicara sama gue". Ucap Elvan dalam hati yang ikut merasakan kesedihan yang di alami istrinya itu


"Papa kenapa tinggalin Ay pah? Aileen sekarang sendirian, Ay harus gimana pah? Ay sudah tidak punya siapa - siapa lagi sekarang". Ucap Aileen dalam tangisnya


"Ay. Lo gak sendirian, disini ada gue, ada Rena dan yang lainnya. Gue bakal temenin lo, lo jangan nangis terus dong Ay kasian bokap lo". Kata Nesta yang ikut berjongkok di sebelah Aileen sambil mengusap punggung sahabatnya itu


"Iya Ay gue juga bakal temenin lo terus. Oyah Ay sorry ya Kak Vano gak ada disini disaat lo lagi terpuruk, gue udah coba hubungin dia tapi ponselnya gak aktif. Dia masih di Paris karena ada masalah besar di perusahaan cabang yang ada disana". Ucap Rena yang coba menjelaskan pada Ay alasan kakak nya itu tidak ada disini saat ini


"Kapan lo datang el ?". Tanya Radit


"Tadi pagi dit". Jawab Elvan


"Kok lo bisa langsung disini ? lo tau darimana ?". Kembali Radit bertanya


"Apa itu penting lo tanya sekarang dit ? lo lupa siapa bokap gue dan bokapnya Aileen?" Tanya balik Elvan yang Radit pasti sudah tau alasan dirinya ada disini


"Oh iya  gue lupa, bokap kalian pasti berteman dalam bisnis, santai aja bro gak usah ngegas gitu". Ucap Radit saat melihat sahabatnya yang satu ini seperti orang yang juga terlihat sangat kehilangan padahal dirinya siapa? Kehilangan rekan bisnis memangnya akan sesedih ini apa ?


"Nanti malam gue tunggu lo, awas lo gak dateng kan kita udah lama gak ketemu". Ajak Radit pada Elvan yang baru tiba di Indonesia setelah 2 tahun menyelesaikan studinya di Amerika sana

__ADS_1


"Gue gak bisa dit, gue baru pulang gue mau istirahat dulu. Nanti aja gue main ke tempat lo". Tolak Elvan karena ia harus menemani istrinya malam ini


"Kalo gitu gue balik duluan bro, gue ada pertemuan sama client setengah jam lagi". Ucap Radit kemudian berpamitan pada Aileen dan lainnya


"Dit gue ikut lo ya, gue juga harus jaga warung emak gue". Saut Nesta kemudian ikut berpamitan pada Aileen.  "Ay sorry ya gue pulang dulu, nanti kalau gue udah selesai gue kerumah lo yah".


"Ren lo temenin Ay dulu ya jangan lupa anterin Ay pulang. Gue duluan ya Ay, Ren, El". Pamit Nesta kemudian berlalu bersama Radit


"Ay kita pulang juga yok ini udah sore Ay, nanti lo sakit kalau lo gini terus". Ucap Rena ketika Nesta dan Radit sudah tidak terlihat


"Gue masih mau disini Ren, lo duluan aja thanks ya udah dateng". Jawab Aileen


"Gue gak bisa ninggalin lo kayak gini Ay". Kata Rena yang sebenarnya masih ada urusan namun ia juga tidak tega meninggalkan sahabatny dalam kondisi seperti ini


"Lo balik aja, biar gue yang nemenin Ay". Ucap Elvan yang membuat Rena menoleh kearahnya


"Lo yakin el ? sebenarnya gue masih ada urusan tapi gue gak bisa ninggalin Ay sendirian disini". Jawab Rena


"Iya nanti gue yang antar Ay pulang, lo selesaikan aja dulu urusan lo". Jawab Elvan yang memang seharusnya  dirinya lah yang menemani Ay saat ini


"Oke deh kalo gitu, Ay sorry banget ya gue harus pergi dulu. Lo nanti pulang sama Elvan ya Ay". Aileen hanya mengangguk mendengar sahabatnya itu


"Hmm, gue titip Aileen ya el. gue duluan thanks el". Pamit Rena yang hanya mendengar Elvan berdehem mengiyakan pamitannya


Setelah Rena meninggalkan pemakaman Elvan ikut berjongkok disamping Aileen..


"Ay.. kita pulang yok.Kamu juga harus istirahat". Ucap Elvan yang tidak direspon oleh Aileen


"Pulang dulu, besok kita kesini lagi ya". Masih berusaha mengajak AIleen untuk pulang namun istrinya itu tetap saja diam

__ADS_1


"Kamu gak boleh egois. Allah lebih sayang sama papa mungkin papa sudah tenang disana, lebih baik kita doakan yang terbaik untuk papa. Papa pasti sedih melihat kamu seperti ini". Ucap Elvan yang membuat Aileen membuang napasnya kasar namun ia tidak berbicara pada suaminya itu


"Hmm pah Ay pulang dulu ya, papa yang tenang disana. Ay sayang papa". Gadis itu mencium nisan papanya kemudian berlalu dari sana dan diikuti oleh suaminya dari belakang


__ADS_2