Jodohku, Sahabat Kekasihku

Jodohku, Sahabat Kekasihku
Bab 22


__ADS_3

Sesampainya dirumah Aileen langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam kamarnya. Mereka akan tinggal dirumah Aileen karena saat ini tidak ada yang menempati rumah ini lagi , memangnya siapa lagi yang akan menempati rumah besar ini? orangtuanya saja sudah pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya


Saat Elvan masuk ke dalam kamar ia melihat Aileen sedang berbaring kesamping dengan tatapan kosong. Istrinya itu masih belum bisa menerima kenyataan ini


"Ay kamu mandi dulu ya ini udah hampir magrib. Ucap Elvan yang sudah duduk di tepi ranjang


Aileen masih saja diam tak mau menanggapi perkataan Elvan


"Mandi dulu Ay.. biar kamu sedikit tenang. Abis mandi kamu pasti akan sedikit segar". Ucap Elvan agi yang tetap tak dapat respon dari istrinya itu


"Yaudah aku mandi duluan ya, abis aku mandi baru kamu yang mandi". Kata Elvan kemudian masuk ke dalam kamar mandi


Saat Elvan sudah masuk ke dalam kamar mandi Aileen kembali terisak mengingat  apa yang baru saja terjadi padanya dan keluarganya


"Kenapa ya Allah.. kenapa kau begitu cepat mengambil orangtua ku? Apa salahku?". Ucap Aileen sambil sesenggukan


Aileen terus menangis dan memaki keadaan yang menimpanya. Sungguh dia tidak sanggup menjalani ini semua. Beberapa saat kemudian ada seseorang mengetok pintu lalu masuk begitu saja


"Sayang.. maaf aku baru bisa datang. Aku baru pulang dari Paris dan langsung kesini saat Rena menghubungiku. Maafkan aku tidak bisa menemani mu tadi". Vano datang dan langsung membawa AIleen kedalam dekapannya.


"Jangan menangis sayang disini ada aku, jangan sedih lagi ya". Vano sedikit merenggangkan dekapannya kemudian mengusap air mata Aileen dengan ibu jarinya namun AIleen hanya diam saja dia tetap tidak bisa membendung air matanya yang terus mengalir


Elvan keluar dari kamar mandi dan mendapati istrinya dalam dekapan seorang laki - laki yang ia tau itu adalah kekasih istrinya juga sahabatnya sendiri. Betapa sakitnya melihat istrinya dipeluk oleh laki - laki lain. Tapi untuk saat ini ia hanya diam saja

__ADS_1


"El.." Panggil Vano saat melihat Elvan


"Lo disini ?". Melihat Elvan yang masih menggunakan handuk keluar dari kamar mandi yang ada di dalam kamar kekasihnya itu


"Apa yang Lo lakukan? dan sejak kapan Lo pulang dari Amerika ?". Tanya Vano yang sangat bingung melihat Elvan ada di kamar kekasihnya


"Gue baru datang tadi pagi". Jawab Elvan singkat dan berjalan kearah ia meletakan kopernya tadi untuk mengambil bajunya yang belum sempat ia rapikan kedalam lemari


"Terus lo ngapain disini? maksud gue lo kok bisa mandi dikamar Ay ?". Tanya Vano penuh curiga


"Kita ngobrol diluar aja". Ajak Elvan setelah memakai bajunya kemudian diikuti oleh Vano


"Duduk dulu". Ucap Elvan ketika mereka sudah sampai di ruang tamu


"Gue udah nikah sama Ay." Ucap Elvan sedikit gusar


"Maksud lo apa?". Tanya Vano yang sudah berdiri dan menarik kera baju Elvan


"Gue jelasin dulu". Menepis tangan Vano


"Gue di jodohin sama Aileen sebelum bokap nya meninggal. Gue baru datang tadi pagi dan bokap gue langsung ngajak gue kerumah sakit jenguk bokap AIleen yang abis kecelakaan terus kami diikahkan disana". Jelas Elvan lalu berhenti sebentar menarik napas


"Terus abis ijab kabul bokap AIleen udah meninggal". Lanjut Elvan

__ADS_1


"Terus kenapa lo mau aja dijodohin sama Ay? Lo tau dia siapa gue el. Lo itu sahabat gue kenap alo tega ngelakuin ini ke gue?. Brengs*k lo el !!". Ucap Vano kemudian melayangkan bogem mentah ke wajah mulus ELvan


"Gue gak bisa membantah bokap gue Van, bokap Aileen dulu sdh selamatin nyawa bokap gue dan bokap AIleen minta gue nikahin Ay". Terang Elvan yang tak mau membalas Vano


"Gue gak mau dengerin alasan lo el. Bukankah bokap Ay sudah meninggal ? Jadi lo bisa kan sekarang ceraikan Ay ?" Ucap Vano penuh tekanan


"Sorry Van, gue gak bisa. Gue sudah janji sama bokap Ay buat jagain dia". Jawab Elvan


"Lo pikir gue gak bisa jagain Ay? Gue tau lo dari dulu suka sama Ay. Tapi Ay itu kekasih gue el, gue sahabat lo sendiri!!!". Vano sudah tidak menahan emosinya


"Kalau lo bisa jagain dia lalu kenapa bokapnya sampai jodohin Ay sama gue disaat lo udah jadi kekasihnya selama bertahun - tahun Van? Dia dulu memang kekasih lo Van. tapi lo tau sekarang Ay istri gue jadi gue mohon lo bisa ninggalin Ay". Ucap Elvan yang mendapat tataoan tajam dari Vano


"Asal lo tau gue gak akan pernah ninggalin Ay". Ucap Vano yang terdengar sangat serius kemudian berlalu dari sana dan naik keatas kamar Aileen kembali


***


Di dalam kamar Aileen masih menangis, dia bahkan menangis lebih kencang saat mendengar pertengkaran antara suami dan kekasihnya itu Ia benar - benar bingung harus melakukan apa saat ini


"Ay.." Panggil Vano


"Lo gak usah khawatir, gue gak akan pernah ninggalin lo walaupun lo udah nikah sama Elvan". Ucap Vano yang membuat AIleen melihat kearahnya


"Gue tau lo gak menginginkan pernikahan ini, lo akan tetap jadi kekasih gue sampai kapan pun. Lo percaya kan sama gue?" Tanya Vano sambil mengusap rambut Aileen dengan lembut

__ADS_1


Aileen mengangguk dan membuat Vano tersenyum miring melirik kearah Elvan yang berdiri diambang pintu dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan


__ADS_2