
Sepanjang perjalanan Elvan dan Aileen hanya diam. Mereka hanyut dalam pikiran masing - masing, membiarkan alunan lagu yang menenangkan pikiran mereka. Elvan diam - diam melirik Aileen melalui ekor matanya memastikan bahwa istrinya itu sudah sedikit lebih tenang. Sedangkan Aileen terdiam bersender dikaca jendela dengan tatapan kosong, ia membalut tubuhnya dengan selimut tebal berwarna putih itu agar tubuhnya terasa lebih hangat
Untuk pertama kalinya mereka berada dalam satu mobil yang sama setelah beberapa bulan mereka tak berbicara satu sama lain. Walaupun tinggal dalam satu atap yang sama, mereka sangat jarang sekali bertemu seolah Elvan memang sengaja selalu menghindari Aileen
Aileen pikir Elvan akan melepaskannya dalam waktu dekat, ternyata ia salah. Suaminya itu justru menyelamatkan kehormatannya saat ia sedang tidak berdaya
Seseorang yang selama ini ia pertahankan atas dasar cinta, bahkan ia rela mengorbankan pernikahannya karena rasa cinta yang ia miliki pada kekasihnya, Vano hampir saja melecehkannya dan membuatnya jatuh kedasar jurang yang paling dalam
Sebelum mengantarkan Aileen kerumah sakit untuk memeriksakan kondisinya, Elvan membawa Aileen kerumah terlebih dahulu untuk mengganti pakaian dan mandi air hangat
Elvan memarkirkan mobilnya tepat di depan teras rumah agar Aileen tidak terlalu jauh berjalan untuk sampai kedalam rumah
Elvan turun dari mobil dan berlari kecil membukakan pintu untuk Aileen. "Mandi dulu ya Ay baru kita kerumah sakit setelah itu."
Aileen hanya mengangguk sebagai tanda persetujuan. Saat Ay hendak turun ia merasa begitu pusing membuatnya hampir terjatuh. Namun Elvan dengan sigap menahannya dan langsung menggendongnya menuju kamar
"Aku bisa jalan sendiri el." Ucap Aileen dengan lirih
"Biar saja begini. Aku tidak mau kau terjatuh saat berjalan dengan balutan selimut tebal seperti ini." Jawab Elvan masih melanjutkan jalannya kearah kamar
Mendengar itu membuat Aileen terdiam menurut saja, ia tidak punya banyak tenaga membalas perkataan Elvan saat ini. Bahkan sepanjang perjalanan ke kamar membuatnya tertidur dalam rengkuhan Elvan
"Nona Ay kenapa tuan?" Tanya bi Ester ketika melihat nona mudanya digendong seperti seseorang yang sedang sakit
"Hanya lelah saja bi, tolong siapkan air hangat ya bi." Jawab Elvan kemudian menurunkan Aileen diranjang
__ADS_1
"Baik tuan. Saya permisi." Bi Ester segera melakukan apa yang diperintahkan tuannya kemudian meninggalkan kamar menyisakan sepasang suami istri itu berdua
Elvan melihat istrinya tertidur dengan tatapan kasihan. Istrinya yang biasa terlihat ceria kini sangat lemah dan memprihatinkan
Ia menyentuh pipi Ay dengan lembut, mengusapnya perlahan dan memperhatikan setiap inci bagian wajah istrinya. Tak terasa air matanya menetes menyentuh pipi istrinya dan membuatnya terbangun
"Euuhh." Ay merengkuh. "El air apa ini ? apa kau sedang menangis ?" tanya Aileen
"Ah tidak. Aku tidak menangis. Itu bekas air saat tadi aku menyiapkanmu air hangat untuk mandi." Sangkal Elvan dan segera mengusap matanya yang sempat sembab
"Maaf merepotkanmu El." Ucap Aileen hendak bangun
Elvan membantunya bangun dan bersandar pada dinding ranjang. "Mandi dulu ya Ay. Ayo aku bantu ke kamar mandi." Ucap Elvan kemudian beranjak berdiri dan meraih tangan Aileen untuk imut dengannya
Aileen bersusah payah menegakkan tubuhnya, namun ia kesulitan berjalan jika harus menggunakan selimut tebal yang sedari tadi ia gunakan menutupi tubuhnya. Namun ia juga tidak bisa melepaskannya karena sebelumnya ia tidak pernah hanya menggunakan bra dan celana dalam didepan Elvan
"Kamu pakai kimono ini saja, aku akan berbalik agar kau merasa nyaman." Elvan membalikkan tubuhnya dan membiarkan Aileen mengganti selimut tadi dengan kimono yang Elvan berikan
Aileen segera mengganti selimut dengan kimono dengan gerakan yang begitu lambat karena ia masih terasa begitu lemas
"Sudah El, aku akan mandi sekarang." Aileen berjalan perlahan menuju kamar mandi
"Biar aku antar sampai dalam." Elvan merangkul pinggang Aileen dan memapahnya sampai kedalam kamar mandi
"Aku tunggu di luar ya, pintunya jangan dikunci Ay aku gak akan masuk kok kalau kamu belum selesai. Aku cuma gak mau ada apa - apa kalau kamu sendirian di dalam." Ucap Elvan kemudian berjalan kearah pintu setelah memastikan perlatan mandi Aileen mudah diraih istrinya itu
__ADS_1
"Makasih El." Jawab Aileen kemudian membuka kimono dan menatap dirinya yang terlihat begitu menyedihkan dari pantulan cermin yang ada didalam kamar mandi sana
Wajahnya lebam dan ada bekas luka di bibirnya bekas tamparan keras yang diberikan Vano. Napasnya naik turun mengingat kejadian yang baru saja menimpanya. Ia memang berstatus seorang istri, namun ia masih gadis perawan karena suaminya saja belum pernah menyentuhnya. Karena itu ia sangat takut saat Vano akan melecehkannya
Ia berteriak histeris karena kejadian itu berputar - putar dikepalanya membuat Elvan segera berlari masuk kedalam kamar mandi saat mendengar teriakan istrinya
"Ada apa Ay ? Apa terjadi sesuatu ? Apa kamu terluka ?" Elvan menghampiri Aileen dengan raut cemas, memegang kedua lengan Ay dan memberikan pertanyaan bertubi, juga memeriksa keadaan istrinya
Aileen langsung menghambur kepelukan suaminya seakan tak mau melepaskan pelukan itu walau sedetik.
Elvan mengusap - usap rambut istrinya sampai kepunggung. "Jangan takut, aku tidak akan membiarkanmu sendiri. Tenanglah biar aku yang mandikan kamu."
Elvan melihat dengan jelas tubuh istrinya yang hanya menggunakan bra dan celana dalam. Ia menelan salivanya dengan begitu berat. Ia memejamkan mata sebentar lalu menarik napas dalam dan membuangnya
"Sabar El, kamu harus kuat. Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan!"
Dalam hati Elvan memperingatkan dirinya sendiri untuk tidak bertindak lebih terhadap istrinya. Ia tidak ingin melakukan hal itu tanpa persetujuan istrinya dengan keadaan sadar bukan dengan keadaan yang seperti ini
Elvan mendudukkan istrinya didalam bak mandi yang berisi air hangat kemudian memutar kran air agar membasahi rambut dan kepala istrinya. Menumpahkan shampoo dipuncak kepala Ay dan memijatnya dengan lembut.
Setelahnya ia menumpahkan cairan sabun ditelapak tangannya kemudian menggosokkannya ke tubuh istrinya perlahan dengan sentuhan yang sangat lembut. Sungguh hanya tangannya saja yang bertindak lembut, yang dibawah sana sudah berhasil membuatnya menahan sakit.
Ia menggelengkan kepalanya saat pikiran - pikiran kotor mulai muncul. Kemudian melanjutkan membersihkan tubuh istrinya dengan air hangat.
Setelah selesai ia memakaikan kimono kepada Ay dan menuntunnya kembali keluar kamar mandi. Setelah membaringkan Aileen diranjang dan menutupinya dengan selimut ia kembali ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena ia juga sempat bergulat dengan Vano tadi dan sekarang semua pakaiannya basah karena telah memandikan istrinya
__ADS_1
"Ah gila sakit banget punya gue, gue gak tahan rasanya. Tuhan tolong beri aku kesabaran paling extra untuk saat ini."