Jodohku, Sahabat Kekasihku

Jodohku, Sahabat Kekasihku
Bab 39


__ADS_3

...Setelah mengisi piring suaminya dan piringnya sendiri, Aileen melanjutkan ucapannya, "Maafkan aku karena telah menyakitimu, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi," Ucap Aileen dengan suara serak dan mata yang berkaca-kaca. Sepertinya sebentar lagi akan ada banjir dimeja makan.


Melihat mata sang istri terdapat kristal bening yang hampir tumpah membuat Elvan menggeser duduknya untuk lebih dekat, mengusap kristal bening itu sebelum jatuh dan tumpah dengan ibu jarinya.


Ia tersenyum, "Jangan menangis sayang, aku hanya bercanda. Sudah lupakan, ayo kita sarapan lalu berangkat bersama."


Aileen mengedipkan matanya berkali-kali, menarik ujung bibirnya hingga membentuk lengkungan keatas, "Kau mengajakku?" Tanya Aileen.


"Tentu saja, memangnya siapa lagi yang kuajak. Disini hanya ada kita berdua," Ucap Elvan mengacak-acak rambut istrinya dengan gemas.


Aileen tersenyum dan makan dengan penuh semangat


Setelah makan ia segera kembali ke kamar untuk bersiap-siap.


"El aku ganti pakaian dulu ya," Ucap Aileen lalu naik ke kamarnya.


"Iyaa hati-hati ditangga kalau naik," Jawab Elvan kemudian beranjak memanaskan mobil dan menunggu istrinya disana.


Seusai mengganti pakaian, Alieen segera menghampiri suaminya yang sedang menunggunya di dalam mobil.


"Lama ya hehee," ucap Aileen setelah masuk ke mobil.


"Gak lama sih, cuma sempat mutar-mutar ke mall tadi," jawab Elvan menyindir istrinya itu.


Mereka menuju rumah sakit tempat Vano dirawat, jalanan yang lenggang membuat mereka lebih cepat sampai ditempat tujuan.


***


Vano terbaring lemah diatas brankar, di salah satu ruangan di rumah sakit ternama di kotanya. Terlihat disana ada Radit dan Nesta yang masih setia menemani sahabatnya itu, walaupun Vano telah melakukan kesalahan yang sangat besar, mereka tidak sepenuhnya menyalahkan Vano atas apa yang telah terjadi, pikirnya Vano memang sedang dalam kondisi yang frustasi karena kekasih yang teramat sangat ia cintai menikah dengan sahabatnya sendiri, sahabat yang juga sangat dekat dengan dirinya.


Vano mengatur napasnya kemudian memaksakan diri untuk bicara, karena ia sudah tidak sabar menunggu kabar terbaru dari wanita yang baru saja hampir ia hancurkan hidupnya, "Bagaimana keadaan Aileen Dit? Apa dia baik-baik saja?" tanya Vano.


Radit yang tengah sibuk berbincang dengan Nesta kemudian menoleh, "Terakhir El nelpon sih Ay udah lebih tenang, lo gak perlu khawatir, gue yakin Elvan pasti bisa nenangin dia," ucap Radit.


"Gue...," belum sempat Vano menyelesaikan ucapannya, pintu ruangan sudsh terbuka lebar, menampakkan sosok wanita yang sangat ia cemaskan kondisinya, disampingnya berdiri seorang lelaki tampan, yang saat ini sudah ia relakan untuk menjadi pendamping hidup Aileen selamanya.


Suasana ruangan menjadi sedikit hening dan panas, entah kenapa kedatangan kedua orang ini dengan mudahnya mengubah suasana yang baru saja tercipta disana.

__ADS_1


Elvan dan Aileen berjalan masuk kedalam ruangan, dilihatnya suasana canggung yang terjadi disaat mereka memasuki ruangan.


Mereka berjalan lebih dekat kearah Vano, Elvan dan Aileen melihat kondisi Vano yang begitu mengenaskan membuat keduanya jadi merasa kasihan dan merasa bersalah.


"Maafin gue Van, gue gak bermaksud buat lo jadi kayak gini. Gue cuma gak rela kalau ada orang lain yang mau nyakitin Ay." ucap Elvan begitu lirih.


Vano tersenyum, ia mencoba untuk memposisikan dirinya agar bisa duduk, namun Elvan menahannya dan menyuruhnya untuk tetap berbaring, "Harusnya gue yang minta maaf, gue udah ngelakuin hal yang kurang ajar sama Ay. Kalian boleh ngelaporin gue ke polisi, gue rela asal gue bisa membayar apa yang udah gue lakukan." ucap Vano dengan sungguh-sungguh.


"Lo itu sahabat gue, gue gak akan laporin lo ke polisi, Ay juga udah baikan kok, gue harap setelah ini lo gak pernah lagi berhubungan sama Aileen ya Van," Elvan melirik kearah Aileen yang sedang menatapnya dengan senyuman manis.


"Van," panggil Aileen, dan Vani hanya menjawab dengan berdehem untuk menunggu kalimat berikutnya.


"Maafin gue ya, gue yang salah karena minta lo buat nungguin gue," ucap Aileen.


"Lo gak salah Ay, gue yang salah karena gak terima kalian udah nikah! Lo mau kan maafin gue?" ucap Vano menunngu jawaban dari Aileen.


"Gue udah maafin lo kok, dan gue justru bersyukur, karena kejadian ini gue sadar kalau ternyata gue udah jatuh cinta sama Elvan sejak dulu, hanya saja otak gue menolak karena dia pernah ninggalin gue dulu." ucap Aileen dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Elvan menggenggam tangan istrinya itu kemudian tersenyum, "aku bersyukur karena kamu udah mau cinta sama aku, maaf kalau dulu aku pernah ninggalin kamu," ucap Elvan.


"Gue juga ikut senang, kalian semua udah baikan kayak gini, semoga kita semua tetap bersahabat yaa," Nesta ikut berbicara.


Pintu yang tertutup rapat dan kini terbuka mengalihkan perhatian mereka yang sedang berdiri disamping brankar Vano, terlihat gadis cantik masuk dengan seorang laki-laki berambut pirang, mata biru dan parasnya yang sangat tampan membuat Nesta yang berdiri disana tidak mengalihkan pandangannya dari sana.


"Mata tuh mata udah mau keluar dari tempatnya," ucap Radit menyindir Nesta, membuatnya tersadar dan hanya terkekeh.


Gadis cantik itu adalah Rena yang datang dengan kekasih barunya, Harry Borisson.


"Oh jadi kalian udah bahagia yaa, bahagia tanpa gue? Tega banget kalian!" ucap Rena ketika sudah masuk dengan kekasihnya.


"Rena, lo kapan datang?" tanya Vano ketika melihat adiknya itu tiba-tiba datang tanpa mengabarinya.


"Ya ini gue baru datang kak, pake nanya lagi," jawab Rena.


"Maksud kakak kamu kok tiba-tiba pulang gak ada ngabarin? Kamu juga tau darimana kalau kakak sedang dirawat?" tanya Vano, kemudian mengalihkan pandangannya sejenak ke laki-laki yang tadi datang bersama adiknya.


"Nesta yang mengabariku, sudahlah bagaimana keadaan kakak?" Tanya Rena berjalan lebih dekat hingga berdiri tepat disamping kakaknya.

__ADS_1


"Kakak sudah baikan," jawab Vano.


"Oh ya ini Harry kak, dia kekasihku," ucap Rena, namun ia melirik kearah Elvan, sejenak mereka beradu pandang. Hal itu membuat Aileen tidak enak hati, bukan karena cemburu, namun ia tau, sahabatnya itu memang menyukai suaminya sejak lama.


"Ren, gue minta maaf sama lo, karena..."


Belum selesai Aileen berbicara, Rena sudah memotongnya, "Lupakan Ay, gue harap lo selalu bahagia sama suami lo. Jangan pernah lo nyakitin kakak gue lagi, gue juga udah bahagia sekarang dengan Harry. Setelah lulus kuliah kami akan segera menikah," ucap Rena.


Semua orang yang ada diruangan itu terkejut, begitu juga dengan Vano. Bahkan adiknya baru saja mengenalkannya dengan kekasih barunya, bagaimana mungkin dia sudah berencana untuk menikah, pikirnya.


"Ren lo yakin mau nikah secepat itu? Lo kan baru aja kenal sama dia!" Ucap Vano, ia pikir Harry tidak bisa berbahasa Indonesia, karena itu ia berani berbicara langsung dengan adiknya didepan calonnya itu.


"Saya akan memberikan yang terbaik untuk Rena! Beri kami waktu untuk mengenal lebih dekat" Ucap Harry meyakinkan kakak dari kekasihnya itu.


"Baiklah jika kalian sudah yakin, kakak akan merestui hubungan kalian," ucap Vano membuat semua orang bahagia, terutama adik dan calon iparnya.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf lama gak Up,


Aku lagi ada dimasa-masa down karena gagal lulus kontrak.


Novel ini akan aku tamatkan dengan cepat, aku tunggu kalian di karya baru aku ya.


Makasih supportnya❤❤

__ADS_1


__ADS_2