Jodohku, Sahabat Kekasihku

Jodohku, Sahabat Kekasihku
Bab 30


__ADS_3

Malam harinya...


"El.. aku pergi dulu ya tadi kan aku gak jadi pergi karena ada Nesta". Ucap Aileen setelah makan malam dengan Elvan


"Hmm". Jawab Elvan hanya berdehem


Aileen segera ke kamarnya untuk mengganti pakainnya namun saat hendak keluar kamar Elvan masuk begitu saja.


"Ada apa el?". Tanya Aileen


"Apa kamu tidak bisa dirumah saja Ay?", Tanya Elvan


"Bukankah aku sudah bicara padamu tadi? Aku pasti pulang el kamu tidak usah takut aku ninggalin kamu". Jawab Aileen


"Tidak bisakah kamu melupakan Vano Ay?". Tanya Elvan


"El aku tidak mau berdebat lagi masalah ini. Kita sudah pernah membahasnya!". Jawab Aileen


"Tapi Ay, mau sampai kapan seperti ini?". Tanya Elvan


"Sampai kamu yang pergi ninggalin aku el!!". Jawab Aileen kemudian langsung pergi meninggalkan Elvan yang mematung di kamarnya


"Apa yang bisa aku lakukan agar kamu bisa nerima aku Ay?". Gumam Elvan 


"Rasanya begitu sakit saat aku melihat kamu dengan Vano".


"Ini memang salahku, aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan perasaanku dulu padamu".


"Tapi saat itu situasinya berbeda Ay, aku sudah bertunangan dan aku tidak bisa melukai kamu".


"Aku pikir aku bisa melupakan kamu saat aku tau kamu sudah menjadi kekasih Vano".


"Tapi nyatanya takdir malah mempermainkan kita, kita dijodohkan disaat seperti ini".


"Aku tidak bisa memaksamu meninggalkan Vano, aku juga tidak bisa melepaskan kamu Ay".


"Maaf untuk kali ini aku harus egois".


"Aku mencintai kamu Aileen".

__ADS_1


Elvan terus berbicara pada dirinya sendiri hingga ia kelelahan sendiri dan tertidur dikamar Aileen


***


"Ay Lo kenapa?". Tanya Vano


"Lagi - lagi Elvan minta gue ninggalin Lo". Jawab Aileen


"Lo bahkan bisa ninggalin dia sekarang kalo lo mau". Jawab Vano


"Gue gak bisa Van, gue udah janji sama papa. Gue bisa pisah sama dia kalau dia yang mau lepasin gue". Jawab Aileen bersandar pada bahu Vano


"Apa lo juga gak mau lepasin dia? Bokap lo udah gak ada Ay seharusnya lo gak perlu nerusin pernikahan lo". Ucap Vano


"Itu permintaan terakhir papa Van".


"Kalau gitu yang akan bikin Elvan lepasin lo". Ucap Vano dengan tangannya yang terkepal  kuat


"Gimana caranya Van? Gue udah berkali - kali ngomong sama Elvan tapi tetap aja dia gak mau ceraikan gue". Ucap Aileen dan membuang napas dengan kasar


"Lo liat aja nanti, gue akan pastikan Elvan lepasin lo". Jawab Vano


"Ini baru jam 10 Ay, gak akan ada yang marah lo pulang jam berapa. Apa lo takut Elvan marah?". Tanya Vano


"Bukan begitu Van, gue cuma lelah aja. Lagian besok gue udah mulai kerja lagi. Udah kelamaan gue gak pernah ke kantor kasian perusahaan papa gak ada yang ngurus". Kata Aileen yang sudah beranjak berdiri


"Gue bisa ngurus perusahaan bokap lo Ay, lo gak usah capek - capek kerja lagi ya". Ucap Vano yang ikut berdiri di sebelah Aileen


"Sorry Van gue gak bisa dirumah aja, lagian mulai besok Elvan yang akan ngurus perusahaan papa". Jawab Aileen


"Kenapa Ay ? Kenapa Elvan ? Lo gak percaya sama gue ?". Tanya Vano dengan nada yang sepertinya sedang marah


"Gue percaya sama lo, tapi kan lo juga harus ngurus perusahaan lo. Sedangkan Elvan disini tidak ada perusahaan karena perusahaannya ada di Amerika. Jadi untuk sementara biar Elvan yang ngurus perusahaan papa ya Van. Nanti kalau gue sama el sudah pisah baru perusahaan papa kamu yang ngurus". Ucap Aileen kemudian tersenyum kearah Vano


Vano tidak menjawab perkataan Aileen, dan sepanjang perjalanan pulang diantara mereka hanya terdengan suara musik yang diputar oleh Vano di radio mobilnya


***


Aileen masuk kedalam kamar dan mendapati suaminya itu sedang tertidur, ia hendak keluar lagi namun Elvan seperti berbicara padanya

__ADS_1


"Ay jangan tinggalin aku, aku sayang sama kamu Ay"


"Jangan pergi. Jangan tinggalin aku"


"Aku kira dia lagi ngomong sama aku, ternyata lagi ngigau". Ucap Aileen setelah memastikan bahwa Elvan benar - benar sedang tertidur


"Aku tidur dikamarnya aja kalau gitu". Kata Aileen kemudian pindah kamar


Ini pertama kalinya Aileen masuk ke kamar Elvan setelah mereka menikah. Ternyata didalam sana banyak sekali foto - foto Aileen terpajang di dinding. Begitupun di nakas samping ranjang.


"Kenapa banyak banget fotoku disini? Apa Elvan beneran sayang sama aku ya? Atau dia sengaja biar aku ngiranya begitu?". Ucap Aileen saat masuk kedalam kamar Elvan


Lalu mengambil foto di atas nakas dan berkata "Ini kan foto ditempat bermain waktu aku main Pump It Up sama el"


"Aku tidak tau el waktu itu foto aku". Ucap Aileen dan tersenyum mengingat kejadian itu


"Waktu itu aku sayang sama kamu el, rasanya dulu gak serumit sekarang. Aku pikir dulu kamu suka mainin perempuan karena waktu itu kamu tunangan Vira tapi kamu mencari alasan untuk bisa jalan sama aku. Ternyata kamu memang gak mencintai Vira"


"Dulu kamu yang punya tunangan, sekarang aku yang memiliki kekasih. Takdir begitu lucu mempermainkan kita el". Ucap Aileen sebelum akhirnya ia tertidur memeluk foto dirinya sendiri


***


"Selamat pagi semuanya, perkenalkan disamping saya ini adalah Adelio Elvan Aksara. Kalian bisa memanggilnya Elvan, saat ini dia yang akan menggantikan papa mengurus perusahaan. Jadi saya harap kalian semua bisa menghormati Elvan seperti kalian menghormati papa saya". Ucap Aileen saat memperkenalkan Elvan pada karyawannya


"Terimakasih atas waktunya, saya mohon bimbingan dari teman - teman semua". Ucap Elvan dengan memancarkan senyumannya membuat para karyawan gadis disana berbisik - bisik tentangnya


"Wah Boss baru kita ganteng banget"


"Kalo gini mah gue betah dikantor mulu"


"Lumayan buat cuci mata biar tambah semangat"


"Eh btw dia anaknya Mr. Aksara kan? Kenapa dia ngurus perusahaan Mr. Azkia ya?"


"Iya bener apa dia ada hubungan sama Nona Aileen?"


"Jangan sembarang bicara, Nona Aileen kan sudah punya kekasih"


"Lalu apa hubungan mereka ya?"

__ADS_1


Begitulah kira - kira para gadis membicarakan boss baru mereka yang sangat tampan, Walaupun dia sangat tegas tapi sangat baik pada karyawan yang bisa bekerja dengan benar


__ADS_2