
Di dalam sebuah ruangan yang dipenuhi dengan warna putih nampak seorang lelaki paru baya yang sedang terbaring lemah diatas brankar ditemani oleh seorang gadis cantik yang selama ini selalu mencintainya dan bersikap manja padanya. Yaah ia adalah Aileen anak sewata wayangnya.
“Ay.. mungkin papa sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Apa papa boleh meminta sesuatu padamu nak”. Ucap Mr. Azkia lirih
“Pah jangan bicara seperti itu, jangan tinggalin Aileen pah. Aileen gak bisa hidup sendirian”. Ia merasa ini terlalu cepat. Mengapa bisa Tuhan mengambil mamanya secepat ini, bahkan papanya pun harus berbicara seperti ini.
“Papa tidak ingin meninggalkanmu sendirian nak, karena itu papa ingin kau segera menikah nak. Sebelum kecelakaan ini terjadi papa dan mama telah menjodohkanmu dengan anak dari sahabat papa, apa kau bisa memenuhi permintaan Alm. Mama dan papamu ini nak?”. Ucap Mr. Azkia yang ia rasa waktunya akan tiba sebentar lagi.
“Tapi pah, Aileen sudah memiliki kekasih. Aileen tidak mungkin menikah dengan pria lain pah”.
“Kekasih yang mana Ay, apa kau yakin dia sayang padamu? Dia bahkan tidak pernah berani menemui papa dana mama”.
Ini memang salahnya yang tak pernah membawa kekasihnya itu menemui orang tuanya. Aileen diam saja ketika papanya bertanya, ia merasa begitu bingung harus menjawab apa, dia tidak mungkin meninggalkan kekasihnya dan menikah dengan pria yang tidak dia kenal. Namun dia harus bagaimana? Haruskah papanya itu meminta disaat seperti ini? Membuatnya begitu frustasi karena tidak ingin mengecewakan papanya juga kekasihnya yang selama beberapa tahun ini menemaninya.
“Dia lelaki yang baik Ay, menikahlah nak. Papa yakin dia bisa menjagamu dan membahagiakanmu. Papa tidak pernah meminta sesuatu padamu Ay, apa kau tidak ingin memenuhi permintaan terakhir papamu ini?”. Rasanya Mr. Azkia begitu sakit ketika berbicara terlalu panjang
“Baiklah pah terserah papa saja”. Gadis itu nampak begitu frustasi, ia masuk kedalam kamar mandi dan mencuci wajahnya agar ia bisa sedikit tenang
***
Di waktu yang bersamaan ada sebuah keluarga yang juga sedang membahas perjodohan anaknya yang baru saja tiba dari Amerika untuk menyelesaikan studinya dan membangun perusahaannya sendiri disana
“EL maafkan daddy, kali ini daddy harus meminta mu menerima perjodohan ini. Dulu daddy bisa memberimu pilihan, tapi tidak saat ini”. Ucap Mr. Aksara yang tengah berbicara pada Elvan
“Kenapa Dad ? Kenapa daddy harus selalu menjodohkanku ? apa daddy pikir aku tidak bisa memilih pasanganku sendiri ? aku sudah dewasa dad kumohon jangan memaksaku”. Tentu saja ia merasa kecewa. Bahkan ini bukan perjodohan yang pertama kalinya
“Daddy tau banyak wanita yang ingin memilikimu diluar sana, tapi apa kau yakin mereka akan mencintaimu dengan tulus ? dengar El, daddy tidak menjodohkanmu dengan sembarang wanita, dia gadis yang sangat baik, dia juga sangat cantik dan pintar”. Kata Mr. Aksara untuk meyakinkan anaknya Elvan
“Kalau begitu kenapa dia ingin dijodohkan denganku ? apa dia juga tidak tulus mencintai makanya tidak ada lelaki yang mau menikah dengannya ?”. Sepertinya Elvan sengaja membalikkan perkataan daddy nya tadi
“El, sahabat daddy mengalami kecelakaan besar. Karena kecelakaan itu pula istrinya harus meninggal dunia. Dia tidak ingin anak gadisnya hidup sendiri di dunia ini jika ia juga harus menyusul istrinya. Dia meminta daddy untuk menikahkan mu dengan anak gadisnya”. Ucap Mr. Aksara sedikit berat
“Tapi kenapa harus El dad? El tidak ...”. Belum selesai el bicara daddy nya sudah berbicara lagi
“Dia sahabat daddy! Dia yang dulu telah mendonorkan ginjalnya untuk daddy. Apa kau tidak bisa membantu daddy membalas jasanya? Jika bukan karena dia kau tidak akan bisa melihat daddy saat ini !!”. Mr. Aksara membuang napas kasar lalu melanjutkan lagi perkataannya
__ADS_1
“Dia telah memberi daddy kehidupan El, hingga daddy bisa seperti saat ini. Daddy mohon kau bisa memberikannya kebahagiaan diakhir hidupnya dan kau harus berjanji untuk menjaga putrinya !!”. Setelah mengatakan apa yang harus dikatakan Mr. Aksara meninggalkan Elvan dan beranjak dari duduknya lalu segera pergi ke kamarnya.
Tidak lama kemudian Elvan menyusul daddy nya
“Dad, maafkan aku. Aku akan menikahi putri sahabat mu itu. Aku berjanji akan menjaganya dad”. Ucap Elvan dengan lirih. Dia tidak bisa mengecewakan daddy nya walaupun dia tidak mengenal gadis yang akan dijodohkan dengannya namun ia bisa apa?
“Baiklah kita tidak punya banyak waktu, kita harus segera ke rumah sakit sekarang”. Ajak Mr. Aksara yang sudah berdiri melangkah kelur kamar
“Apaaa ? dad kau jangan bercanda. Kau bahkan baru bicara padaku!”. Kata Elvan sedikit berteriak
“Kita tidak punya banyak waktu El, dia sudah sangat kesakitan saat ini”. Berhenti sejenak berbalik pada Elvan kemudian melanjutkan kembali jalannya
“Astagaa, baiklah terserah mu saja Dad”. Dengan langkah berat el tetap mengikuti Daddy nya untuk ke rumah sakit.
***
Saat tiba dirumah sakit mereka langsung masuk kesebuah ruangan VVIP yang didalamnya terbaring seorang lelaki paru baya bersama dengan putrinya. Ternyata gadis itu sedang tertidur disebuah sofa karena kelelahan menjaga papanya
Tok.. Tok.. Tok..
“Tidak, masuklah. Kenapa kau begitu lama ? aku sudah menunggu mu dari tadi!”. Jawab Mr. Azkia
“Untuk apa kau menungguku? Apa kau sedang merindukanku pak Tua ? Hahaa”. Jawab Mr. Aksara yang ingin sedikit menghibur sahabat nya yang telah mendonorkan ginjal padanya dulu
“Hey diamlah untuk apa aku merindukanmu, aku menunggu putra mu yang tampan ini. Apa kau yang bernama Elvan nak?”. Sapa Mr. Azkia kepada Elvan yang berdiri di sebelah daddy nya
“Ah iya paman, saya Elvan semoga paman cepat sembuh ya”. Sapa balik Elvan dengan sopan
“Tentu saja nak, terimakasih telah datang kesini dan mau menikah dengan anak paman”. Ia tau jika Elvan datang itu artinya ia bersedia untuk menikah dengan putrinya
“Tentu saja dia mau, rupanya anak gadis mu yang cantik itu sangat lelah karena menjagamu hingga ia tertidur di sofa. Lihat lah El dia gadis yang baik bukan?”. Melihat Elvan diam saja saat ditanya mengenai pernikahan lantas Mr. Aksara lah yang menjawab sahabatnya itu dan Elvan hanya tersenyum saja
“Ia kau benar, dia sangat lelah menjagaku. Kita tunggu saja dia bangun lalu kita nikahkan mereka”. Jawab Mr. Aksara yang tidak tega membangunkan anaknya
“Kau tidak usah terlalu banyak berpikir. Kami akan menunggunya. Aku juga telah membawa penghulu kesini untuk menikahkan anak kita”. Mr. Aksara memang sangat teliti dalam segala hal. Ia bahkan sudah membawa penghulu tanpa diminta
__ADS_1
Elvan tidak bisa melihat wajah Aileen karena ia tertidur menghadap kedinding. Namun betapa terkejutnya Elvan saat Aileen bangun dari tidurnya dan menampakkan wajahnya dengan jelas. Aileen juga tidak kalah terkejut saat melihat Elvan saat ini berada di depannya
*“Apaaa? Anak paman Azkia adalah Ay.Astaga gue baru sadar kalau gue emang bodoh. Nama belakang Ay kan memang Azkia, kenapa gue baru sadar sekarang”.*Ucap Elvan dalam hati tanpa mengalihkan pandangannya dari Aileen
“Elvan, dia sedang apa disini? Apa dia anak paman Aksara ? Yaampun bener dia pasti anak paman Aksara. Kenapa aku tidak tau padahal jelas nama belakangnya saja Aksara seperti nama paman. Bagaimana ini? Dia adalah sahabat Vano, aku tidak mungkin menikah dengannya”.Ucap Aileen dalam hati ketika melihat Elvan yang juga menatapnya dalam
“Sayang kau sudah bangun, sini nak ada paman Aksara dan anaknya Elvan datang menemui mu. Kalian akan menikah sekarang!”. Jelas Mr. Azkia yang membuat Aileen membulatkan matanya dengan sempurna
“Papah yang benar saja, bagaimana mungkin aku menikah sekarang? Lihat lah ini sangat tidak pantas pah. Kami bahkan baru bertemu!”. Tukas Aileen seolah tidak mengenal Elvan
“Papa sudah tidak tahan Ay. Papa yakin sebentar lagi waktu papa habis. Penghulu sudah ada didepan. Pergilah cuci muka mu dan segera keluar!”. Pinta Mr. Azkia yang tidak bisa Aileen bantah sama sekali
Ketika Aileen keluar dari kamar mandi, semua orang telah bersiap melakukan pernikahan termasuk dengan Elvan
“Kenapa dia begitu tenang? Apa dia yang sebenarnya menginginkan pernikahan ini dan menyuruh papa memaksaku menikah dengannya? Yang benar saja, dia pasti tau kalau aku sudah berpacaran dengan sahabatnya selama beberapa tahun ini. Mungkin dulu aku memang menginginkan nya tapi dia meninggalkanku tanpa kabar kenapa dia harus ada disini sekarang”. Ucap Aileen dalam hati yang masih tidak percaya dengan apa yang akan terjadi beberapa menit kemudian
“Ay.. duduklah disini nak, kita akan segera melaksanakan pernikahan kalian”. Panggil Mr. Aksara yang melihat Aileen berdiam diri agak lama didepan kamar mandi
“SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA AILEEN AURELLIA AZKIA BINTI AZKIA BARSHA DENGAN SEPERANGKAT ALAT SOLAT DAN UANG TUNAI SEBESAR 1 MILIAR RUPIAH DIBAYAR TUNAAAII !!”
SAAAAHHHHH.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Akhirnya mereka resmi telah menjadi sepasang suami dan istri. Apakah mereka akan menerima pernikahan ini dengan ikhlas setelah ini ? Atau bahkan akan merusak suatu hubungan suci ini ? Lalu bagaimana dengan Vano ? Entahlah, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi pada rumah tangga mereka